Berita Nasional
Pasukan Elite Kopasgat Dikerahkan Evakuasi Kapolda Jambi dari Hutan Kerinci
TNI AU mengerahkan Helikopter NAS-332 Super Puma untuk membantu proses pencarian dan pertolongan (SAR) rombongan Kapolda Jambi.
Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono sendiri menjadi korban yang mengalami luka paling parah dalam kecelakaan helikopter Super Bell 300 itu. Jenderal bintang dua itu mengalami luka patah tangan.
"Pak Kapolda mengalami luka, yang lainnya kondisinya stabil secara bertahap," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Senin 20 Februari 2023.
"Kondisi beliau stabil. Jam 4 pagi tadi Kapolres Kerinci dan 9 personel Brimob sudah di lokasi," tukasnya.
Hal itu juga dibenarkan Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Mulia Prianto. Ia menyebutkan bahwa informasi tersebut datang dari kru Dirreskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Andri Ananta, yang juga merupakan salah satu penumpang heli.
"Informasi dari Dirreskrimum, seperti itu, tetapi patah atau tidaknya kita tunggu dari tim medis yang berada di titik koordinat," kata Mulia.
Baca juga: Helikopter Kapolda Jambi Mendarat Darurat di Hutan Kerinci, Berikut Daftar Awak dan Penumpang
Terkait proses evakuasi, Irjen Dedi Prasetyo menyebut ada dua tim yang diterjunkan, yakni tim darat dan tim udara. "Ada dua tim yang sudah bergerak dimulai tadi malam sampai dengan hari ini, tim udara ada menggunakan tiga heli tapi hari ini kita sudah menggunakan enam helikopter," jelas Dedi.
Rincian enam helikopter itu terdiri dari dua heli dan satu pesawat milik Polri, satu helikopter milik Basarnas, satu helikopter milik TNI AU, dan satu lainnya milik PPNU.
Sementara untuk tim darat dipimpin langsung oleh Kapolres Jambi AKBP Patria Yudha Rahadian yang berisikan sembilan orang anggota Brimob.
"(Tim darat) sudah berhasil ke titik di mana heli tersebut mendarat darurat. Jadi sudah berkomunikasi dengan Pak Kapolda, Dirkrimum, Dirpolair, Sripim dan tiga kru," ucapnya.
"Dan saat ini tim udara sudah mendroping bahan makanan, minuman, termasuk selimut serta powerbank yang dibutuhkan untuk mengkomunikasi dengan tim yang ada baik di Kerinci maupun ya berada di Jambi," imbuhnya.
Untuk proses evakuasi, Dedi menyebut pihaknya memaksimalkan evakuasi melalui udara lantaran proses evakuasi jalur darat melalui proses panjang.
Menurut Dedi, evakuasi dengan menggunakan jalur darat tidak memungkinkan lantaran bentang alam di sana merupakan hutan lebat dan perbukitan.
"Kondisi mereka sudah stabil dan akan kita evakuasi dengan menggunakan helikopter. Kalau via darat akan sulit," ujarnya.
Sementara proses evakuasi melalui jalur udara hanya menghabiskan waktu 1,5 jam lebih cepat menuju rumah sakit.
"Kalau jalur udara 1,5 jam kita harapkan bisa lebih cepat. RS Kerinci juga sudah kita persiapkan juga untuk penanganan pertama korban," tukasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.