Longsor Kupang
Pemprov NTT Jamin Longsor di Kabupaten Kupang Tak Ganggu Lalulintas Barang
Diketahui, longsor ini menyebabkan setidaknya 4 Kabupaten di daratan pulau Timor yang terhubung ke Kabupaten Kupang dan Kota Kupang, menjadi terhambat
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pemerintah Provinsi ( Pemprov) NTT menjamin longsor yang terjadi di KM 72 Trans Timor, Kecamatan Takari Kabupaten Kupang, tidak menggangu distribusi barang dan jasa antar daerah di Pulau Timor.
Diketahui, longsor ini menyebabkan setidaknya 4 Kabupaten di daratan pulau Timor yang terhubung ke Kabupaten Kupang dan Kota Kupang, menjadi terhambat.
Longsor terjadi sejak Jumat 17 Februari 2023 malam. Hingga kini BPJN NTT, Dinas PUPR Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang sedang melakukan upaya pembersihan jalan.
Baca juga: TNI - Polri Bersama Warga Gotong Empat Jenazah Melintasi Lokasi Longsor
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTT, Ganef Wurgiyanto A.Pi yang dihubung, Minggu 19 Februari 2023, menyebut kejadian itu kini sedang dalam penanganan oleh dinas teknis serta BPBD.
Ganef mengaku dirinya belum menerima laporan terkini mengenai kejadian itu, karena saat ini sedang dilakukan pembersihan.
Untuk mengantisipasi terjadinya gejolak ekonomi maupun arus barang dan jasa, pihaknya sedang berupaya membuka jalur alternatif di sisi Utara dan Selatan.
Baca juga: BPJN NTT Siapkan Dua Opsi Jalur Alternatif Untuk Akses Transportasi
"Jalur selatan dan Utara kan bisa. Jadi masih dicarikan jalan alternatif. Termaksud kapal laut di intensifkan disana. Kapal-kapal yang kita punya," ujar dia.
Ganef mengimbau masyarakat di daratan Timor, khususnya Kabupaten TTS hingga Belu dan Malaka agar tetap tenang. Meski kejadian ini merupakan bencana alam, dirinya menegaskan akan tetap dilakukan penanganan sesegera mungkin.
"Jadi tidak lama. Walaupun gunung jatuh juga, kita akan tetap segera evakuasi, karena memang itu jalur utama. Tetap tenang. Kita sementara kerja dilapangan," kata dia.
Ia kembali menegaskan arus transportasi untuk supali barang dan jasa antar daerah di pulau Timor tetap berjalan normal, lewat jalur alternatif yang sedang disiapkan.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT berencana membuka dua jalan alternatif pasca longsor. Jalur pertama yakni melewati tepi sungai Noelmina dengan jarak 0,58 KM. Lalu untuk alternatif kedua melalui rute Oesao - Oekabiti - Panite - Batu Putih dengan jarak mencapai 88 KM.
Balai Jalan dan instansi terkait telah menerjunkan 4 alat berat ke lokasi kejadian. Peralatan ini telah beroperasi sejak Sabtu 18 Februari 2023 untuk mengeruk timbunan yang menutupi seluruh badan jalan. Rencananya ada tambahan dua unit excavator untuk mempercepat pengerukan.
Baca juga: Arus Transportasi Masih Lumpuh Total, Alat Berat Masih Lakukan Pembersihan di Lokasi Longsor
“Targetnya ini kita bisa segera tuntaskan, tapi saya belum bisa memastikan berapa lama, tapi saya lihat dengan kondisi ini sekitar satu minggu baru bisa selesai,” kata dia.
Ia melaporkan lokasi longsor diperkirakan 200 hingga 300 meter ke arah depan dengan ketebalan longsor lebih dari 10 meter. Untuk itu pihaknya belum bisa memastikan waktu penyelesaian pembukaan tumpukan longsor itu.
Sejauh ini, kata dia, jalur yang terbuka hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Pihaknya juga tengah melakukan survei ke beberapa ruas jalan disekitar lokasi kejadian agar bisa dilalui kendaraan roda empat. (fan)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.