KKB Papua

KKB Papua – JO Sembiring Angkat Bicara Soal Pilot Susi Air: Yang Halang-Halangi akan Ditindak

Brigjen TNI JO Sembiring, Danrem 172/PWY angkat bicara terkait operasi pembebasan pilot Susi Air, Philips Mark Marthens, yang akan segera dilakukannya

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
TINDAK TEGAS – JO Sembiring, Komandan Operasi Pembebasan Pilot Susi Air menyatakan akan mengambil tindakan tegas apabila ada pihak yang menghalang-halangi operasi yang akan segera dilakukan TNI Polri dalam membebaskan Philips Mark Marthens. 

POS-KUPANG.COM –  Brigjen TNI JO Sembiring, Danrem 172/PWY angkat bicara terkait operasi pembebasan pilot Susi Air, Philips Mark Marthens, yang akan segera dilakukannya.

Operasi pembebasan itu terpaksa dilakukan, pasca pilot berkebangsaan Selandia Baru, Australia itu disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata sejak Selasa 7 Oktober 2023 lalu.

Dikatakannya, aksi KKB Papua selama ini telah menelan banyak korban jiwa. Para korban tersebut tak hanya personel TNI Polri, tetapi juga warga sipil.

Bahkan tindakan brutal oleh KKB Papua tersebut, dilakukan juga terhadap pilot Susi Air, Philips Mark Marthens. Sementara pesawat Susi Air dibakar habis oleh kelompok kriminalis tersebut.

Baca juga: KKB Papua – Pilot Susi Air Dianggap Sahabat Egianus Kogoya, Kini Sehat dan Aman Bersama TPNPB

Oleh karena itu, tandas JO Sembiring, pihaknya akan segera mengambil tindakan tegas, apalagi ia juga telah dipercayakan sebagai komandan operasi pembebasan korban dari tangan KKB.

Untuk operasi tersebut, katanya, memang pihaknya akan berusaha seoptimal mungkin untuk menghindari jatuhnya korban jiwa.

Inilah salah satu foto pilot Susi Air yang disebar KKB Papua dengan sejumlah tuntutan.
Inilah salah satu foto pilot Susi Air yang disebar KKB Papua dengan sejumlah tuntutan. (Foto: Sebby Sambom)

Untuk itu, ia meminta para pihak untuk tidak menghalang-halangi apa pun yang dilakukan untuk membebaskan sang pilot tersebut dari tangan KKB Papua.

Apabila dalam operasi pembebasan pilot Susi Air tersebut, ada yang menghalang-halangi, maka pihaknya terpaksa mengambil tindakan tegas. “Yang menghalang-halangi itu bagian dari KKB Papua,” tandas Sembiring dalam keterangan tertulisnya pada Jumat 17 Februari 2023.

Untuk pembebasan pilot Susi Air tersebut, lanjut dia, pihaknya juga berkoordinasi dengan jajaran BIN dan Korps lainnya yang ada di Papua.

“Semua potensi dan sumber daya TNI-Polri yang beroperasi di Papua akan dikerahkan. Untuk Masyarakat di Distrik Paro sudah mengungsi ke Kota Kenyam Ibu Kota Kab. Nduga, dan situasi bandara Paro telah dikuasai oleh TNI-Polri sehingga penerbangan menuju Bandara Paro sudah bisa digunakan,” katanya.

Untuk diketahui, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menunjuk Brigjen TNI JO Sembiring sebagai komandan operasi pembebasan Philips Mark Marthens.

Penunjukkan itu dilakukan setelah sudah lebih dari seminggu upaya penyelamatan yang dilakukan pelbagai pihak, tidak memberikan hasil yang maksimal.

Baca juga: KKB Papua - Muhammad Saleh Akui, Aparat TNI Polri dan Masyarakat Papua Terus Mencari Pilot Susi Air

Upaya itu dilakukan setelah pilot Susi Air itu disandera oleh anggota KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya, Panglima KODAP III Nduga.

Pangdam menyebutkan bahwa selama ini penyelamatan yang dilakukan baru sebatas pendekatan dialog atau soft approach yang dilakukan oleh tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dan Pemda Kabupaten Nduga.

Namun mengingat waktu penyanderaan semakin lama, sehingga pihaknya harus mengambil langkah-langkah konkrit.

“Mengingat waktu, kami aparat keamanan TNI-Polri punya standart operasi yang harus dijalankan dalam upaya penegakan hukum, agar persoalan ini tidak berlarut-larut,” tegasnya.

Pangdam juga menegaskan bahwa anggota TNI dan Polri yang terlibat dalam operasi pembebasan sandera itu terdiri dari personel yang terpilih dan terseleksi.

Oleh karena itu, katanya, dalam melaksanakan tugas operasional, anggota TNI Polri itu dipastikan akan mengambil tindakan tegas, terukur dan terarah.

"Kita sudah bekali dan sudah diberikan arahan tentang hal-hal yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan, diantaranya soal penegakkan HAM. Jadi jangan diragukan apabila tindakan yang dilakukan itu tidak keluar dari rambu-rambu HAM,” tegasnya.

Untuk diketahui, hingga saat ini pilot Susi Air itu masih ditangan KKB Papua. Meski sudah hampir tiga minggu disandera, namun pilot berkebangsaan Australia itu dalam keadaan sehat dan aman.

Baca juga: KKB Papua Barter Pilot Susi Air dengan Kemerdekaan, TNI Polri Lacak Keberadaan Philips Marthen

Perihal kondisi sandera tersebut, diumumkan langsung oleh Juru Bicara OPM ( Organisasi Papua Merdeka ) Sebby Sambol melalui rekaman suara yang dikirim ke awak TribunPapua.Com.

Dalam rekaman tersebut disebutkan bahwa hingga saat ini Philip dalam keadaan sehat dan aman. Philips tak akan diserahkan kepada Indonesia kalau pemerintah tak mengindahkan tuntutan mereka yakni Papua merdeka. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved