Timor Leste

Jalan Timor Leste Menuju ASEAN Penuh dengan Masalah Keuangan

Indonesia sedang menyusun “peta jalan lengkap” yang akan memungkinkan negara tetangga Timor Leste menjadi anggota ke-11 ASEAN.

Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/SEKRETARIAT PRESIDEN
PM Timor Leste Taur Matan Ruak dan Presiden Joko Widodo pada upacara penyambutan di Istana Bogor, Senin 13 Februari 2023. 

POS-KUPANG.COM - Indonesia sedang menyusun “peta jalan lengkap” yang akan memungkinkan negara tetangga Timor Leste menjadi anggota ke-11 ASEAN, memanfaatkan pengaruh dan posisinya di kawasan sebagai ketua blok tahun ini (2023).

Presiden Joko Widodo mengatakan setelah pembicaraan dengan timpalannya dari Timor Leste Taur Matan Ruak pada hari Senin 13 Februari 2023 bahwa cetak biru untuk negara kepulauan itu sedang disiapkan, dengan pemerintahnya yang memimpin prakarsa tersebut.

Kemungkinan kenaikan Timor Leste menjadi anggota Asean, yang memperoleh kemerdekaan dari Indonesia pada tahun 2002, adalah salah satu prioritas Jakarta sebagai ketua saat ini karena tahun ini akan menjadi kali terakhir Jokow Widodo menjadi tuan rumah pertemuan puncak ASEAN sebelum pemilihan tahun 2024, kata para analis.

ASEAN tahun lalu memutuskan untuk menjadikan negara pulau itu sebagai anggota terbarunya, dengan pejabat dari Dili diberikan status pengamat – yang tidak memberikan otoritas pengambilan keputusan – mulai tahun ini. Tidak ada batas waktu yang pasti bagi negara untuk diberikan keanggotaan penuh.

Langkah untuk memperluas blok tersebut – bahkan saat bergulat dengan pertanyaan tentang penanganan kekerasan di Myanmar yang dikuasai junta – telah dipuji secara luas oleh masyarakat internasional.

Namun, keterbatasan ekonomi akan menjadi tantangan utama bagi Timor Leste setelah menjadi anggota ASEAN, kata para analis kepada This Week in Asia.

Pengamat mengatakan peta jalan tersebut kemungkinan berisi serangkaian tonggak yang harus dipenuhi Timor Leste untuk memastikannya memiliki kapasitas untuk mematuhi Piagam ASEAN, kerangka kelembagaan kelompok itu, dan menjadi tuan rumah pertemuan ASEAN di pantainya.

Baca juga: Jokowi: Indonesia Siapkan Peta Jalan Keanggotaan Penuh Timor Leste di ASEAN

Rencana tersebut juga akan membantu para anggota ASEAN menentukan bagaimana mereka dapat membantu Timor Leste dalam memenuhi kewajiban tersebut, yang mungkin tidak murah, kata para ahli.

Jakarta bertujuan untuk menyelesaikan peta jalan sebelum KTT ASEAN mendatang pada bulan Mei.

“Timor Leste perlu membuktikan kemampuannya untuk memenuhi semua kewajiban keuangan keanggotaan ASEAN serta menerapkan semua perjanjian dan instrumen ASEAN yang ada, terutama yang mengikat secara hukum,” kata Joanne Lin, koordinator dan peneliti utama di Pusat Studi ASEAN di Institut ISEAS-Yusof Ishak di Singapura.

Kelemahan finansial

Tantangan besar yang akan dihadapi Timor Leste sebagai anggota baru ASEAN adalah biaya operasional, seperti biaya menghadiri sekitar 1.300 pertemuan terkait ASEAN per tahun.

Dia juga perlu meningkatkan infrastrukturnya untuk menjadi tuan rumah KTT sendiri, seperti hotel berukuran layak, tempat konferensi, dan bandara dengan keamanan ketat untuk menampung anggota ASEAN dan mitra dialognya termasuk Amerika Serikat, China, Uni Eropa, dan Jepang.

Setiap anggota ASEAN juga perlu menyumbang sekitar US$2,5 juta per tahun untuk anggaran ASEAN, yang akan digunakan untuk mendanai operasi sekretariat ASEAN.

Kelemahan keuangan negara inilah yang memicu keraguan dari beberapa anggota ASEAN tentang bergabungnya Timor Leste dengan grup tersebut, menurut Gatra Priyandita, analis kebijakan luar negeri di think tank Australian Strategic Policy Institute.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved