Berita Kabupaten Kupang

Jalan Pantura Di Tuakau Fatuleu Barat Putus Diterjang Banjir

Putusnya jalan tersebut terjadi sejak  Jumat 10 Februari 2023 siang dan saat ini kendaraan roda empat tidak bisa melintas lagi disana.

Editor: Oby Lewanmeru
zoom-inlihat foto Jalan Pantura Di Tuakau Fatuleu Barat Putus Diterjang Banjir
POS-KUPANG.COM/HO;
JEBOL - Banjir yang melanda Kabupaten Kupang membuat volume air di sungai Kapsali meningkat dan menjebol kembali ujung oprit Jembatan Kapsali yang pernah jebol.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Jalur pantai utara Kabupaten Kupang di Desa Tuakau Kecamatan Fatuleu Barat putus diterjang banjir akibat alur sungai yang berpindah karena jembatan tersumbat.

Putusnya jalan tersebut terjadi sejak  Jumat 10 Februari 2023 siang dan saat ini kendaraan roda empat tidak bisa melintas lagi disana.

Lokasi itu letaknya dekat dengan Jembatan Suimolo atau di Sungai Noelbisnaen yang pada akhir Desember 2022 lalu juga tersumbat dan banjir merusak beberapa bagian jembatan.

Akibatnya alur sungai berpindah ke bagian ujung jembatan menuju ke Manubelon dan menerjang aspal dan memutus jalan.

Baca juga: Jembatan Kapsali Manubelon Jebol, Arus Lalu Lintas Amfoang Kupang Putus Total

Salah satu warga yang melintas dari Kupang menuju Manubelon kemarin, mengatakan saat melintas jalan belum sepenuhnya putus.

Bersama beberapa teman lainnya saat melintas masih tersisa 1 meter badan jalan yang belun terkikis banjir, namun dari video yang beredar terlihat jalan tersebut putus total.

"Saat melintasi itu memang putus, kami kesulitan untuk menyeberangkan motor. Kalau mobil itu harus dibantu tarik dengan tali. Tadi saya lihat postingan itu sudah betul-betul putus," ujarnya saat diwawancarai, Sabtu 11 Februari 2023.

Nindy menyebut jalan tersebut merupakan akses utama warga yang melintasi dari arah Kota Kupang menuju empat kecamatan di Amfoang bagian pantai utara.

Nindy mengaku sangat mengharapkan kepada pemerintah segera mengatasi persoalan tersebut, karena kalau dibiarkan akan berdampak pada kondisi perekonomian masyarakat.

Bukan saja itu, tetapi masyarakat yang hendak mengurus administrasi seperti kartu keluarga dan rujukan dari puskesmas untuk bersalin maupun operasi tentu sangat terhambat.

Baca juga: Sungai Siumate di Fatuleu Barat Kabupaten Kupang Meluap, Puluhan Rumah Diterjang Banjir 

"Kami berharap pemerintah segera mengatasi persoalan inu karena akan berdampak fatal terhadap pendapatan ekonomi masyarakat dan kalau urusan kartu keluarga dan bersalin ke Kupang juga pasti terhambat," ungkapnya

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kupang Semmy Tinenti yang dikonfirmasi belum mendapat laporan soal hal tersebut.

Namun informasi dari wartawan ini kata dia akan melakukan cross chek dinlapangan sehingga bisa menganbil langkah darurat.

"Saya belum terima informasi dan laporan tapi saya koordinasikan dulu kepada tim supaya bisa melakukan pengecekan ke lapangan," ungkapnya.  (ary)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGEL NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved