KKB Papua

KKB Papua - Disangka Aparat TNI Polri, KKB Ancam 15 Tenaga Kerja, Kini Telah Dievakuasi ke Timika

Sampai saat ini, Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua masih melakukan tindakan kriminal. Mereka menebar ancaman sehingga TNI Polri pun turun tangan.

|
Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
DIEVAKUASI - 15 Tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Distrik Nduga dievakuasi oleh aparat TNI Polri dengan menggunakan helikopter. Tindakan itu dilakukan karena para nakes itu diancam oleh kelompok kriminal bersenjata sebelum mereka membakar pesawat Susi Air di Bandara Paro, Nduga. 

POS-KUPANG.COM - Sampai saat ini, Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau KKB Papua masih melakukan tindakan kriminal. Baru-baru ini mereka mengancam para tenaga kerja yang hendak membangun gedung puskesmas di Kabupaten Nduga.

Atas ancaman itulah, TNI Polri pun mengambil tindakan tepat, dengan mengevakuasi semua tenaga kerja dari Distrik Nduga ke Timika.

Pengevakuasian itu berjalan lancar lantaran menggunakan helikopter. Dan, saat ini semua tenaga kesehatan itu dalam keadaan sehat.

Terungkap fakta bahwa ada 15 tenaga kerja yang diancam anggota KKB Papua. Atas ancaman itulah sehingga mereka semua dievakuasi dari Nduga ke tempat yang aman.

Untuk diketahui, pengancaman tenaga kerja itu dilakukan, sebelum anggota KKB Papua pimpinan Panglima TPNPB Egianus Kogoya membakar habis pesawat Susi Air.

Baca juga: Tepis KKB Papua Sandera Pilot Susi Air, Panglima TNI: Dia Menyelamatkan Diri

Dalam insiden itu tak ada korban jiwa. Hanya saja, pilot Susi Air yang berkebangsaan Selandia Baru, hingga kini belum ditemukan.

Bahkan hingga saat ini, pilot bernama Philips Marthen itu belum diketahui keberadaannya.

Seperti diketahui, pesawat Susi Air yang dipiloti Philips Marthen, dibakar Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Distrik Paro, Nduga, Papua.

Pasca kejadian tersebut, KKB langsung mengklaim bahwa mereka telah menyandera pilot. Mereka berharap TNI Polri tidak melakukan tindakan yang memancing amarah KKB Papua.

BAKAR SUSI AIR - KKB Papua membakar pesawat Susi Air setelah armada penerbangan tersebut mendarat mulus di di Paro, Ndugama. Pimpinan KKB Papua, Egianus Kogoya mengakui bahwa saat ini pilot pesawat itu telah disandera.
BAKAR SUSI AIR - KKB Papua membakar pesawat Susi Air setelah armada penerbangan tersebut mendarat mulus di di Paro, Ndugama. Pimpinan KKB Papua, Egianus Kogoya mengakui bahwa saat ini pilot pesawat itu telah disandera. (POS-KUPANG.COM)

Atas pernyataan tersebut, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono membantahnya. Yudo mengungkap, bahwa pilot Susi Air itu tidak disandera KKB. Pilot itu lari menyelamatkan diri saat pesawatnya dibakar oleh KKB Papua.

Hal senada diungkapkan Wakapolda Papua, Brigjen Pol Ramdani Hidayat. Dia mengatakan, saat ini aparat keamanan sedang melakukan pencarian atas keberadaan pilot.

"Sementara ini kami masih melakukan pencarian, apakah pilot itu disandera atau tidak. Kami juga perlu saksi apakah dia diamankan KKB atau pada saat pesawat dibakar dia melarikan diri," kata Wakapolda Papua, Brigjen Pol Ramdani Hidayat kepada Tribun-Papua.com di Timika saat jumpa pers.

Wakapolda mengatakan, kondisi Distrik Paro belum teridentifikasi dengan baik karena pihaknya hanya memantau melalui kamera drone.

"Intinya, semua masih mendalami informasi keberadaan pilot. Hari ini kami masih fokus penyelamatan 15 pekerja Puskesmas di Nduga itu," ujarnya.

Baca juga: KKB Papua - Satgas Damai Cartenz Dikirim ke Nduga, Tugasnya Satu: Usut Kasus Penyanderaan Pilot

Saat ini, kata Ramdani, pihaknya belum bisa mengatakan apakah pilot itu disandera atau tidak karena saksinya belum ada.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved