Pilpres 2024
Surya Paloh Terus Bermanuver, Kini Temui Luhut Bisar Panjaitan Sambil Makan Siang Bersama
Surya Paloh, Ketua Umum Partai NasDem, terus melakukan manuver di tengah-tengah bayangan reshuffle kabinet yang rencananya dilakukan Presiden Jokowi.
POS-KUPANG.COM – Surya Paloh, Ketua Umum Partai NasDem, terus melakukan manuver di tengah-tengah bayangan perombakan kabinet yang rencananya dilakukan Presiden Jokowi dalam waktu dekat.
Kali ini, Surya Paloh menemui Luhut Binsar Panjaitan, sosok yang merupakan kader senior Partai Golkar pada Jumat 3 Februari 2022.
Belum diketahui apa agenda yang dibicarakan dalam pertemuan empat mata tersebut. Namun kabar tentang itu kini telah menjadi bahan pergunjingan terutama kalangan politisi di Tanah Air.
Untuk diketahui, Luhut Binsar Panjaitan merupakan salah satu menteri yang dekat dengan Presiden Jokowi. Ia dikenal sebagai orang kepercayaan Jokowi.
Baca juga: Sadarestuwati Merespon Harapan Surya Paloh: PDIP Welcome Kok, Tak Ingin Putus Silaturahmi
Karena faktor itulah sehingga Luhut diberi gelar sebagai ‘Sang Pemadam’. Dan. atas posisi strategis itulah Surya Paloh pun datang padanya.
Belakangan ini Surya Paloh seakan terjepit sebagai akibat dari putusan politiknya, mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden dari Partai NasDem.

Untuk mencairkan hubungan, Surya Paloh pun melakukan manuver dengan menemui Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.
Pasca bertemu Airlangga Hartarto, kini kabar terbaru menyebutkan bahwa Surya Paloh menemui Luhut Binsar Panjaitan sambil makan siang bersama.
Dilansir Pos-Kupang.Com dari Tribunnews.com, Surya Paloh makan siang bersama Luhut sambil membicarakan hal penting.
Ketika dikonfirmasi soal pertemuan itu, Ketua DPP NasDem Sugeng Suparwoto membenarkan keduanya bertemu.
Namun, Sugeng tidak mengetahui apa saja yang dibicarakan Surya Paloh dan Luhut.
"Saya tidak tahu (apa yang dibahas) karena saya tidak bersama beliau. Yang saya dengar memang demikian diundang makan siang bersama," kata Sugeng di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat 3 Februari 2023.
Sugeng menuturkan bahwa pihaknya tak masalah ketika pertemuan kedua tokoh tersebut diintepretasikan dengan politik.
Baca juga: Agung Baskoro: Manuver Surya Paloh ke Golkar Untuk Percepat Deklarasi Anies Baswedan
"Bahwa di situ bisa diinterpretasikan politik dan sebagainya itu sah-sah aja, tapi saya tidak bersama beliau (Surya Paloh)," ujarnya.
Wakil Ketua Dewan Pakar NasDem Peter F Gontha lewat akun instagramnya mengunggah foto Surya Paloh dan Luhut sedang makan siang.
Dalam foto itu, tampak Luhut menggunakan kemeja putih lengan pendek, lalu Surya Paloh jas berwarna hitam.
Seperti diketahui, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh juga sempat bertemu Luhut pada Desember 2022 lalu di Eropa.
Pertemuan dengan Airlangga
Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh bertemu Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly Murni, Jakarta Barat.
Adapun pada kesempatan yang sama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh ceritkan perjalanan kariernya 43 tahun di Partai Golkar.
Menurut cerita Ketua Umum Partai NasDem itu dirinya sudah berada di Golkar sejak umur 16 tahun.
"Ada satu romantisme, ada satu perjalanan sejarah perjalanan kehidupan saya pribadi dalam usia yang saya capai sampai saat ini," kata Surya Paloh di Kantor DPP Partai Golkar, Rabu 1 Februari 2023.
"Jenjang politik Saya yang saya capai hari ini, saya harus jujur menyatakan kepada saudara-saudara semuanya. 16 tahun usia saya sudah berada di barisan Golkar ditambah 43 tahun cukup lama itu, lebih setengah abad rasanya," sambungnya.
Surya Paloh melanjutkan bahwa dirinya sudah 43 tahun menjadi kader Partai Golkar. Jadi tidak salah jika dirinya disebut alumni partai berlogo pohon beringin tersebut.
"Jadi di Golkar sendiri 43 tahun baru kemudian ada Nasdem. Jadi terlepas apapun juga kekurangan satu sama lain tapi modal kebersamaan, catatan sejarah saling pemahaman jadi nggak salah dibilang alumni Golkar, ya itu memang benar adanya," tegasnya.
Momen Bertemu Jokowi
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh mengklaim dirinya masih diterima dengan baik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat bertemu Istana Negara pada Kamis (26/1/2023) lalu.
Surya Paloh mengaku bertemu dengan Jokowi selama 1 jam 20 menit. Jumlah waktu itu menurut Surya Paloh merupakan waktu yang lama yang diluangkan oleh seorang Presiden.
"Pertemuan dengan Bapak Presiden Jokowi itu ada. Dalam waktu yang relatif seperti biasanya, cukup panjang bagi saya untuk waktu seorang Bapak Presiden ya. Lebih dari 1 jam 20 menit," ucap Paloh saat bertandang ke kantor DPP Partai Golkar, Rabu 1 Februari 2023.
Pertemuan antara Paloh dan Jokowi disebut-sebut karena NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan yang disebut sosok antitesa Jokowi sebagai bacapres di Pilpres 2024.
Paloh menegaskan baik Jokowi dan koalisi pemerintahan baik-baik saja.
Selama pertemuan dengan Jokowi, Paloh mengaku tak ada perubahan sikap Presiden kepada dirinya.
Dia mengaku masih diterima baik oleh Jokowi dan tak ada perubahan seperti komunikasi ia dengan Presiden sebelumnya.
"Saya tidak melihat ada perubahan, suasana penerimaan baik dalam apa saja yang saya pahami," kata Paloh.
Perbaikan Komunikasi Politik
Pengamat Politik Adi Prayitno menyebut pertemuan Surya Paloh dan Airlangga Hartarto merupakan perbaikan komunikasi politik.
Adi mengatakan pertemuan Ketua Umum Partai NasDem itu dengan Airlangga Hartaro merupakan lanjutan kronologis dari pertemuan Surya dengan beberapa tokoh.
"Kalau kita membaca secara kronologis tidak terlepas dengan pertemuan Luhut Binsar Panjaitan dengan Surya Paloh di luar negeri. Lalu pertemuan Surya dengan Jokowi di Istana," kata Adi, saat dihubungi, Jumat 3 Februari 2023.
"Setelah itu kita juga melihat betapa Surya Paloh mendatangi Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan yang terakhir Airlangga Hartarto," sambungnya.
Menurut Adi, rentetan peristiwa politik itu merupakan upaya Surya Paloh untuk merajut kembali komunikasi politik, khususnya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Bahkan, untuk bertemu dengan Surya Paloh, kata Adi, Partai Gerindra, PKB dan Golkar bisa jadi melakukan pemberitahuan terlebih dahulu kepada RI 1.
"Karena apapun judulnya NasDem ini kan diproyeksikan sebagai partai politik yang sudah ingin pisah jalan (dengan partai pendukung Pemerintah) dan dalam banyak hal sudah sering dikucilkan," jelasnya.
"Makanya mereka jika ingin bertemu dengan NasDem, dengan tanda kutip harus kulun nuwon dulu ke Presiden," sambung Adi.
Oleh karena itu, Adi menilai, kunjungan Surya ke sejumlah partai politik itu sebagai upaya perbaikan komunikasi.
"Dalam konteks itulah saya baca bahwa pertemuan Surya Paloh dengan Golkar, Gerindra, PKB sebelumnya, sebagai upaya perbaikan komunikasi politik," ujarnya. (*)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.