Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 2 Februari 2023, Mempersembahkan Hidup kepada Allah
Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Mempersembahkan Hidup kepada Allah.
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Mempersembahkan Hidup kepada Allah.
RP. Markus Tulu menulis Renungan Harian Katolik ini merujuk bacaan pertama dari Kitab Nubuat Maleakhi 3: 1-4; dan bacaan Injil Lukas 2: 22-40.
Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Kamis 2 Februari 2023 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.
Pada Hari Pesta Yesus dipersembahkan di Bait Allah, kita para pengikut Kristus dituntun untuk boleh mengarahkan sikap hidup kita ke hal-hal yang benar dan bijaksana.
Tuhan memanggil dan mengutus para rasul dan nabi-nabi untuk menuntun dan mengarahkan kita para pengikut Yesus agar kita tidak salah arah dan apalagi tersesat.
Para utusan Allah itu dipakai Allah guna mempersiapkan jalan di hadapan-Nya. Hal ini dilakukan agar menolong kita para pengikut Yesus untuk mempersembahkan kurban yang benar kepada Allah.
Para utusan Allah itu akan duduk seperti orang yang memurnikan perak, dan mereka akan mentahirkan orang Lewi, dan menyucikan orang Lewi seperti emas dan seperti perak supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan kurban yang benar kepada Tuhan.
Di sini kita seakan diarahkan untuk hidup dengan terus-menerus membarui diri agar kita menjadi orang-orang yang berkenan kepada Allah.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 1 Februari 2023, Ditolak Bukan Berarti Menolak
Sebagai para pengikut Yesus, kita pun seharusnya sadar bahwa kita memiliki panggilan dan perutusan yang sama. Yakni mempersembahkan hidup kita dengan hati yang murni agar sekian banyak orang menjadi tertuntun hidupnya kepada kebijaksanaan Allah yang menyelamatkan.
Sebagai para pengikut Yesus, kita hendaknya meneladani hidup Maria dan Yosef yang telah menunjukkan kesetiaan dan ketaatan yang sempurna kepada Allah dengan menjadi rela mempersembahkan buah sulung mereka di Bait Allah untuk dikuduskan bagi Allah sebagaimana tertulis di dalam hukum Tuhan.
Menariknya pada peristiwa Yesus dipersembahkan di Bait Allah, hadir juga Simeon yang adalah seorang yang benar dan saleh hidupnya.
Simeon hadir di sana atas dorongan Roh Kudus. Kehadiran Simeon pada peristiwa tersebut itulah yang menjadi terpenuhinya apa yang dinyatakan oleh Roh Kudus bahwa, "Ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan."
Dan pada saat inilah setelah menyambut Anak itu, dan menatang-Nya sambil memuji Allah katanya, "Sekarang Tuhan biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan Firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu.
Demikian halnya Hana, seorang nabi perempuan juga datang ke Bait Allah saat Anak Yesus dipersembahkan di Bait Allah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Markus-Tulu-SVD-RP_003.jpg)