Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 29 Januari 2023, Berbahagialah
Renungan Harian Katolik ini disiapkan oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul Berbahagialah.
Di sini kita tidak membahasnya secara detail tentang semua Sabda Bahagia tersebut.
Dan kita fokus saja pada Sabda Bahagia pertama, “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah karena merekalah yang empunya kerajaan Allah”.
Dalam versi Bahasa Inggrisnya : “ Blessed are the poor in spirit, for theirs is the kingdom of heaven”.
Dalam versi bahasa Inggrisnya ini menyatakan tentang “berbahagialah orang yang miskin dalam Roh karena merekalah yang empunya kerajaan Surga.”
Maka yang dimaksudkan Yesus dalam Sabda Bahagia ini, Yesus mau menempatkan pada posisi paling pertama tentang hal yang utama. Jika kita melihat secara kasat mata saja, ucapan Bahagia yang pertama ini akan terlihat seperti kerajaan Allah itu hanya milik orang yang miskin secara material.
Nah, kalau kita mau melihatnya lebih mendalam tentang sabda ini, maka jelaslah bahwa Yesus tidak bermaksud bahwa yang berbahagia itu orang yang miskin secara harta.
Tapi Yesus lebih memberi tekanan utama dalam sabda Bahagia pertama ini adalah yang sesuai dengan teks dalam Bahasa Inggrisnya: Miskin dalam Roh dalam versi bahasa Indonesianya : Miskin di hadapan Allah.
Yesus mau menekankan aspek pengosongan diri dan penyerahan diri secara total kepada Allah.
Miskin dalam Roh atau Miskin di hadapan Allah berarti tergantung sepenuhnya dalam bimbingan Roh Tuhan atau menyerahkan diri atau berpasrah di hapadan Tuhan.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 29 Januari 2023, Bermegah dalam Tuhan
Sebenarnya Yesus secara sengaja menempatkan ini pada ucapan Bahagia yang pertama untuk memberi tekanan utama pada pemberian diri secara utuh kepada Allah itu lah yang utama.
Penyerahan diri secara total kepada Allah itulah yang membuat kita layak berbahagia di hadapan Allah. Karena hanya orang yang dipenuhi oleh Roh Tuhanlah yang akan disebut yang berbahagia dan yang telah menyerahkan diri sepenuhnya di hadapan Allah.
Maka kita diajak oleh Yesus hari ini untuk memberikan diri secara utuh kepada Tuhan dan selalu menggantungkan diri pada karya Roh dalam diri kita.
Biarkan diri kita dikuasai dan diatur oleh Roh Tuhan sendiri agar kita mampu mengenal dan menjalankan kehendak Tuhan sendiri dan bukan kehendak kita.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus.
Pesan untuk kita, pertama: Yahwe selalu setia kepada semua orang yang rendah hati di hadapan Allah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pio-Hayon-SVD-Bruder_01.jpg)