KKB Papua

KKB Papua - Lukas Enembe Bisa Dijerat Hukuman Seumur Hidup Jika Terbukti Kucur Dana ke OPM

Gubernur Papua nonaktif, Lukas Enembe bisa dijerat hukuman seumur hidup jika terbukti mengucurkan dana kepada OPM atau KKB Papua.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
DIDUGA TERLIBAT - Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe diduga menyalurkan dana untuk KKB Papua. Pengamat Intelijen dan Terorisme, Ridlwan Habib mengatakan, jika Lukas Enembe terbukti mensupport dana untuk OPM maka bisa dijerat hukuman seumur hidup. 

POS-KUPANG.COM - Pengamat Intelijen dan Terorisme, Ridlwan Habib mengatakan, Gubernur Papua nonaktif, Lukas Enembe bisa dijerat hukuman seumur hidup jika terbukti mengucurkan dana kepada Organisasi Papua Merdeka ( OPM ) atau Kelompok Kriminal Bersenjata Papua.

Lukas Enembe telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diduga menerima  gratifikasi Rp 1 miliar.

Ridlwan Habib yang juga Direktur The Indonesian Institute mengatakan hukuman pidana seumur hidup itu jika Lukas Enembe terlibat mensupport dana untuk KKB Papua.

Selain kasus korupsi, kata Ridlwan Habib, hal ini termasuk pula dugaan tindak pidana terorisme, sehingga dua kasus tersebut dapat diproses terpisah.

“Jangan kemudian seolah-olah, bahwa Lukas Enembe hanya dijerat dengan kasus korupsi,” kata Ridlwan Habib dalam seminar nasional bertajuk Proyeksi Situasi Keamanan Indonesia 2023 yang digelar di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2023)

“Maksud saya buka juga celah penyelidikan terhadap Lukas Enembe dan kelompoknya jika memang terkait dengan seperatisme,” lanjut dia.

Baca juga: KPK Pastikan Lukas Enembe Sehat: Bisa Duduk, Baca Tabloid, dan Berjalan

Ridlwan Habib mengatakan aparat bisa menggunakan UU Terorisme dalam menelusuri aliran dana Lukas Enembe ke OPM.

Sebab, OPM sudah masuk dalam kategori teroris sebagai pengertian yang tercantum dalam UU Terorisme, yakni menimbulkan ketakutan meluas dengan senjata dan menciptakan korban di masyarakat.

“Kalau memang ada indikasi bahwa Lukas Enembe ini terlibat atua setidak-tidaknya orangnya pernah terlibat dalam kegiatan OKB harus diusut tuntas dengan penyidik yang baru, bukan KPK tentunya, pasti kepolisian yah,” tuturnya.

Berbicara sanksi, Ridlwan Habib menyebut Enembe dapat dijatuhkan hukuman paling minimal 4 tahun hingga maksimal penjara seumur hidup, jika mengacu pada Undang-Undang Terorisme.

“Sanksinya kalau terorisme bisa 4 tahun sampai seumur hidup. Kalau kita mengaju pada pasal 12 huruf a UU Terorisme, barang Siapa terlibat dalam kegiatan terorisme, mulai persiapan hingga melakukan itu, bisa sampai hukum seumur hidup,” tuturnya.

Ridlwan Habib pun mengapresiasi dan mendukung aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan keterlibatan Lukas Enembe atau kelompoknya dalam operasi gerakan separatisme di Papua.

DIPERIKSA KPK – Istri Lukas Enembe, Yulce Wenda kini mulai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi. KPK juga mendalami dugaan aliran dana ke Organisasi Papua Merdeka, organisasi yang selama ini memayungi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Bahkan Yulce Wenda kini dikait-kaitkan dengan Benny Wenda, tokoh berpengaruh OPM di Inggris.
DIPERIKSA KPK – Istri Lukas Enembe, Yulce Wenda kini mulai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi. KPK juga mendalami dugaan aliran dana ke Organisasi Papua Merdeka, organisasi yang selama ini memayungi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Bahkan Yulce Wenda kini dikait-kaitkan dengan Benny Wenda, tokoh berpengaruh OPM di Inggris. (POS-KUPANG.COM)

Lukas Enembe kini mendekam di balik jeruji besi setelah sempat menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri mengatakan, berdasarkan laporan dari tim medis, Lukas Enembe dinyatakan telah pulih.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved