Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Selasa 24 Januari 2023, Siapa Saudara dan IbuKu?
Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Siapa Saudara dan IbuKu?
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Siapa Saudara dan IbuKu?
RP. Markus Tulu menulis Renungan Harian Katolik ini merujuk bacaan pertama dari Surat kepada Orang Ibrani 10: 1-10; dan bacaan Injil Markus 3: 31-35.
Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Selasa 24 Januari 2023 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.
Pada hari Peringatan Santo Fransiskus dari Sales, Uskup dan Pujangga Gereja, kita para pengikut Yesus diajak untuk mendalami permenungan Santo Fransiskus dari Sales demikian, "Jangan ingin menjadi apa pun selain dirimu apa adanya, dan cobalah menjadi yang sempurna."
Permenungan tersebut sesungguhnya hendak mengajak kita untuk membangun hidup yang asli. Hidup yang asli adalah hidup yang apa adanya.
Hidup yang tidak berpura-pura dan tidak meng-copy hidup orang lain. Hidupi saja apa adanya kita sambil terus setia mengusahakan kesempurnaan.
Hal yang penting diperhatikan di sini bahwa kesempurnaan itu adalah cita-cita. Siapa pun yang namanya manusia tidak pernah dia sempurna.
Karena kesempurnaan manusia terletak pada ketidaksempurnaan itu.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 23 Januari 2023, Berlomba Mengejar Keselamatan dari Allah
Di sini kita terus berada dalam kesetiaan menuju kesempurnaan itu.
Meskipun kita tidak pernah akan sampai pada kesempurnaan itu, usaha untuk sampai ke sana mesti tetap berjalan.
Karena setiap kita dipanggil untuk menjadi sempurna seperti Bapa di surga sempurna adanya.
Tuhan memanggil kita untuk bertobat dan hidup dengan sikap batin yang terus diperbarui.
Tapi Tuhan tidak menghendaki persembahan. Kurban bakaran dan kurban penghapus dosa tidak Tuhan kehendaki.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 23 Januari 2023, Yesus Vs Beelzebul
Hal yang Tuhan kehendaki adalah "melakukan kehendak Allah." Itulah yang benar dan mulia.
Meskipun dalam melakukan kehendak Allah itu kita disalah-mengerti, baik oleh orang-orang dekat kita maupun siapa saja yang adalah sesama kita. Tetaplah menjadi setia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Markus-Tulu-SVD-RP_056.jpg)