Pemilu 2024
Djayadi Hanan Ungkap Fakta: Elektabilitas PDI Perjuangan Kalahkan Partai Gerindra Hingga Golkar
Djayadi Hanan Direktur Eksekutif LSI memaparkan fakta terbaru tentang hasil survei yang dilakukan lembaga yang dinakhodainya. Disebutkan PDIP teratas.
POS-KUPANG.COM - Djayadi Hanan, Direktur Eksekutif LSI ( Lembaga Survei Indonesia ) memaparkan fakta terbaru tentang hasil survei yang dilakukan lembaga yang dinakhodainya.
Dari survei yang dilakukannya tentang elektabilitas partai politik jelang Pemilu 2024, terungkap fakta bahwa elektabilitas PDI Perjuangan mencapai angka 22 persen.
Elektabilitas PDI Perjuangan tersebut mampu mengalahkan partai-partai politik yang lain, seperti Gerindra, Demokrat, NasDem dan Partai Golkar.
Survei itu baru dilaksanakan pada 7-11 Januari 2023 dan hasilnya PDI Perjuangan dengan elektabilitas tertinggi.
Dari hasil survei itu diketahui pula bahwa Partai Gerindra berada pada urutan kedua dengan 12,1 persen.
Baca juga: HUT ke 50 PDIP, Bupati Malaka Sebut PDI Perjuangan Memiliki Semangat Marhaenis
Sedangkan Partai Demokrat di posisi ketiga dengan 7,1 persen, Partai Golkar 6,7 persen, dan Partai NasDem 5,0 persen.
Djayadi Hanan juga mengatakan bahwa dalam survei tersebut, pertanyaan yang diajukan, adalah "Jika pemilihan anggota DPR diadakan sekarang ini, partai atau calon dari partai mana yang akan Ibu/Bapak pilih dari daftar partai berikut ini?".

"Dari survei ini diketahui PDIP didukung oleh 22 persen kalau pemilu legislatif diadakan sekarang," tutur Djayadi Hanan.
Ia mengungkapkan itu dalam Rilis Survei Nasional: "Kinerja Presiden, Pencabutan PPKM, Ketersediaan Bahan Pokok dan BBM, Serta Peta Politik Terkini" di kanal Youtube Lembaga Survei Indonesia LSI_Lembaga pada Minggu 22 Januari 2023.
Dikatakannya, setelah NasDem berada pada urutan ke-5 dengan elektabilitasnya 5,0 persen, maka di posisi berikutnya, adalah PKS 5,0 persen juga pada posisi yang sama.
Berikutnya, Perindo 4,8 persen, PKB 4,7 persen, PPP 2,2 persen, Garuda 1,3 persen, PAN 0,6 persen, Ummat 0,5 persen, Hanura 0,5 persen, Buruh 0,3 persen, PBB 0,3 persen, PSI 0,3 persen, Gelora 0,1 persen, dan PKN 0,0 persen.
Tapi, lanjut dia, yang menarik dari survei ini, adalah sebanyak 26,7 persen belum tentukan pilihan.
Banyaknya responden yang tak memilih, lanjut dia, biasanya dengan jumlah di bawah 20 persen.
"Mungkin karena awal tahun dan baru saja pengumuman partai-partai yang resmi menjadi peserta pemilu, sehingga masyarakat mungkin melakukan penilaian ulang," ujarnya.
"Tetapi secara umum, yang sudah melakukan penilaian tidak berbeda jauh dengan hasil-hasil yang kita peroleh selama ini," sambung dia.
Survei tersebut dilakukan pada 7 sampai 11 Januari 2023.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.