Kamis, 16 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 21 Januari 2023, Hal Kerajaan Surga Seumpama Harta dan Mutiara

Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RD. Ambros Ladjar dengan judul Hal Kerajaan Surga Seumpama Harta dan Mutiara.

Editor: Agustinus Sape
FOTO PRIBADI
RENUNGAN - RD. Ambros Ladjar menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Sabtu 21 Januari 2023 dengan judul Hal Kerajaan Surga Seumpama Harta dan Mutiara. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RD. Ambros Ladjar dengan judul Hal Kerajaan Surga Seumpama Harta dan Mutiara.

RD. Ambros Ladjar menulis Renungan Harian Katolik ini merujuk bacaan pertama dari 1 Korintus 1:26-31, dan bacaan Injil Matius 1344-46, Peringatan Santa Agnes Perawan dan Martir (291-304).

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan teks lengkap bacaan misa harian Sabtu 21 Januari 2023 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

James Robert Collier seorang aktor muda Inggris pernah berkata, "Sukses adalah jumlah upaya kecil yang berulang, hari demi hari".

Tentu beralasan karena kita sudah biasa terpola dengan pengalaman, maka yang kecil kita anggap lemah. Tak heran jika seringkali yang kecil itu kita abaikan atau lupakan karena tak memberi kontribusi. Padahal kekuatan dan kemampuan tak dapat diukur secara kasat mata.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 21 Januari 2023, Jadi Berkat bagi Sesama

Santa Agnes yang lahir pada akhir abad ketiga termasuk martir gereja yang sangat muda usianya.

Ketika berumur duabelas tahun terjadi penganiayaan hebat terhadap gereja. Banyak orang meninggalkan imannya dan sangat menyedihkan gereja Roma saat itu.

Dalam pergolakan itu Agnes kecil tetap setia beriman kepada Kristus yang dicintai-Nya. Akibatnya dia menanggung derita dan aniaya sampai dipenggal kepalanya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 21 Januari 2023, Ia Tidak Waras Lagi

Menurut rasul Paulus, yang bodoh di mata dunia dipilih Allah untuk memalukan orang yang berhikmat. Mereka yang tak terpandang, yang hina dan tak berarti dipilih Allah untuk meniadakan yang berarti agar jangan ada orang bermegah di hadapan Allah.

Setiap waktu iman kita pun diuji lewat berbagai cara dan peristiwa. Tak boleh kita lupa karena setiap hati Kristus berbicara kepada kita dan menuntun kita.

Tak semua orang mampu memahami pokok ajaran Yesus tentang Kerajaan Sorga. Mungkin saja cuma orang yang menggali untuk mengerti arti yang sebenarnya.

Mereka itu tak jauh berbeda dengan para investor. Sebab tahu membaca peluang guna mendapatkan keuntungan yang besar.

Karena itu mereka dapat menjual harta lalu membeli mutiara atau juga sebaliknya menjual mutiara dan membeli harta.

Begitu pun halnya dengan pemahaman kita tentang Kerajaan Allah. Karena pentingnya tuntutan nilai Kerajaan Allah, maka orang harus jual segala kepemilikan apa pun.

Harta benda itu tak sebanding dengan tuntutan Yesus. Orang harus hidup sesuai ajakan Firman yang membutuh pengorbanan. Sebab terkadang banyak yang tak rela berkorban demi tuntutan kehidupan yang langgeng itu.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved