Berita Kota Kupang
Stunting di Kota Kupang Ditargetkan Turun 14 Persen
Saat ini atau di tahun 2022, Kota Kupang memiliki persentase angka stunting sebesar 21,5 persen. Angka ini tergolong tinggi dari Kabupaten/Kota di NTT
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Angka stunting di Kota Kupang ditargetkan turun hingga 14 persen dalam tahun ini.
Saat ini atau di tahun 2022, Kota Kupang memiliki persentase angka stunting sebesar 21,5 persen. Angka ini tergolong tinggi dari Kabupaten/Kota di NTT.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang Ewalde Taek meminta agar penggunaan dana spesifik grand untuk penanganan stunting di Kota Kupang, khususnya di Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB).
Baca juga: Begini Harapan Juru Parkir di Kota Kupang
Ewalde Taek mengatakan, Dinas P2KB ini menjadi bagian hulu atau pencegahan stunting, sementara Dinas Kesehatan untuk penanganannya atau hilir.
"Jadi harus dibedakan antara peran dua dinas ini, sementara yang paling berperan penting adalah Dinas P2KB, karena mengintervensi mulai dari calon ibu, maupun calon ayah, pemahaman ini harus diketahui oleh laki-laki dan perempuan," katanya, Kamis 12 Januari 2023.
Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Kupang ini juga mengapresiasi upaya pemerintah untuk pencegahan stunting, sudah ada konseling pra nikah bekerja sama dengan lembaga agama, upaya yang dilakukan P2KB ini sangat diapresiasi.
"Bahkan sudah ada upaya sampai ke masyarakat yaitu tim pendamping keluarga, yang selalu membantu, anggarannya tentu dari APBN yang masuk dalam DAK di P2KB," ujarnya.
Dia berharap tim pendamping keluarga ini terus bersinergi dengan pemerintah di kelurahan dan kecamatan, bahkan sampai ke tingkat RT, sehingga data riil bisa diketahui secara pasti. 5.000 lebih stunting ini apakah benar data yang ada di lapangan.
Baca juga: DPRD Kota Kupang Sepakat Pengelolaan Parkir Langsung ke Juru Parkir
"Jadi ketika mendekati bulan timbang ini diharapkan menjadi momen yang tepat untuk mengetahui secara riil data dari anak-anak yang ada di Kota Kupang," sebut dia.
Walde Taek mengatakan, berbicara tentang Dinas Kesehatan tahun 2023 ini mendapatkan anggaran spesifik grand sebesar Rp 50 miliar. Diharapkan anggaran miliaran rupiah ini jangan hanya habis dipakai untuk kegiatan seremoni dan rapat saja.
Ia mendorong penanganan stunting tidak sekedar memberikan PMT. Lebih dari itu harus perlu juga memaksimalkan petugas gizi di faskes yang ada. Dia bermaksud agar petugas gizi memberi sosialisasi bagi imbu hamil hingga orangtua.
Baca juga: Sampah di Belakang Betamart Kelurahan Oepura Kota Kupang Mengganggu Warga
Tujuannya agar petugas gizi maupun masyarakat bisa mengolah makanan yang bernilai gizi tetapi terjangkau. Tahun 2023 anggaran untuk kader Posyandu juga ditambah, diharapkan kerja samanya untuk lebih fokus dalam penanganan stunting.
Dia meminta agar dinas juga mencairkan anggaran untuk kader Posyandu setiap bulan, jangan diberikan enam bulan sekaligus, karena tentunya akan merepotkan para kader posyandu.
Penjabat Wali Kota Kupang George Hadjoh mengatakan, pendataan untuk bulan penimbangan, harus dimulai dari sekarang dan dimulai di tingkat RT agar datanya benar benar akurat.
"Kita targetkan stunting harus turun 1 digit, Karena sekarang kita berada pada angka 21,5 persen, kita berharap tahun 2023 dengan segala upaya dan pola yang dibangun, maka harus mampu kita turunkan sampai angka 14 persen dan bahkan bisa 9 persen," tandasnya. (Fan)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.