Berita NTT
Mengapa Rilisan Fisik Layak Digemari?
Setahun kemudian, RSD pertama dihelat dan lalu 'menular' ke seluruh dunia hingga hari ini.
Kedua, beli satu, dapat banyak. Selain mendapatkan rilisan fisik, membeli CD misalnya, berarti sekaligus mendapatkan format digital dari rilisan.
Juga, agar lebih menarik pembeli, kadang rilisan juga disertai dengan bundle seperti boxset yang isinya macam-macam: sticker, t-shirt, totebag, poster, photobook, lirik dan lain-lain yang tentu saja ekslusif.
Band NTRL, melalui Beli Album Fisik (belialbumfisik.com) –sebuah e-commerce website– merilis album 25 Tahun Berkarya (XXV) dalam boxset berisi 1 keping CD bermuatan 26 lagu; 1 keping DVD berisi film dokumenter XXV; 1 buah t-shirt XXV NTRL juga sertifikat kepemilikan boxset.
Selain NTRL, ada Didi Kempot yang merilis lagu-lagu terbaiknya dalam boxset berjudul Sadbox Boxset, berisi notebook spiral isi 6 VCD dan 1 CD, kartu member Beli Album Fisik edisi Didi Kempot, t-shirt eksklusif, ikat kepala hitam dengan sentuhan artwork Didi Kempot juga sertifikat kepemilikan. Wah, bisa jadi koleksi juga nih!
Ketiga, selain dirasa memiliki kualitas suara yang lebih baik, mendengarkan lagu dari rilisan fisik dianggap merupakan sebuah 'ritual' memasang rilisan pada player, membersihkan dan merawat juga menyusun serta mengorganisasikan rilisan pada rak membuat kegiatan mendengarkan musik menjadi kian bermakna atau yang The Manual sebut dengan "music as the activity, not as the backdrop." (John, 4 Januari, 2022).
Atlas Records dalam sebuah interview berjudul Record Store Day Indonesia 2022 (Interview) Kuningan City Jakarta yang diunggah ke youtube pada 6 Mei 2022, menayangkan sejumlah alasan mengoleksi rilisan fisik dari para pengunjung Record Store Day Indonesia, tahun 2022.
Seorang pengunjung mengungkapkan bahwa selain mendengarkan lagu, membaca lirik, liner notes (thanks-to) dari sebuah karya adalah hal menyenangkan yang membuat ia tetap membeli rilisan fisik.
Hal ini senada dengan Charlie Randall, CEO dari McIntosh Lab, dalam wawancara dengan The Manual yang menyebut aktivitas tersebut, romantis:
" there is something romantic about records, something satisfying about opening the album jacket, seeing the fantastic artwork and studying the liner notes while listening to the album." (John, 4 Januari, 2022).
Di Kota Kupang sendiri, rilisan fisik juga digemari, Harce Bengu salah satunya.
Bagi Harce, membeli rilisan fisik adalah cara ia menghargai suatu karya. Harce sendiri mengoleksi banyak CD diantaranya Incubus, Radiohead, Linkin Park, Slank juga Hindia.
Lain dengan Harce, 200 lebih koleksi Joseph Takake adalah kaset pita. Joseph mulai membeli kaset pita karena kesukaannya mendengarkan lagu.
Bagi Joseph, mendengarkan kaset pita pada player menyelipkan keseruan-keseruan, salah satunya adalah karena cassette player tidak memiliki fitur untuk melompati atau memilih lagu mana yang akan didengarkan lebih dulu.
Koleksi kaset pita yang belakangan ini sering ia dengarkan adalah Margie Segers, Ermy Kullit, Ten2Five, Bee Gees, Rod Stewart, Pesta Rap dan Sheila on 7.
Selain Harce dan Joseph, ada Tarwis Lifani Haning atau SHAGAH, seorang musisi ambient-post-rock dari Kota Kupang.
Telkomsel, Wajah Baru Gaya Inovatif yang Menghipnotis |
![]() |
---|
Sejarah Baru, Atlet Gymnastik Pertama dari NTT Langsung Naik Podium Juara di Jakarta |
![]() |
---|
Pengamat Undana Nilai Hakim MK Tidak Berprinsip Hapus Parlemen Threshold |
![]() |
---|
Pj Bupati Kupang Ajak Pemuda Katolik NTT Sinergi dengan Pemerintah Daerah |
![]() |
---|
Mantan Gubernur NTT, Herman Musakabe Minta Warga NTT Eratkan Rasa Persatuan dan Persaudaraan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.