Berita NTT
Kelompok Tani Binaan Mabes Polri di Kupang Ajak Kapolda NTT Panen Jagung
Panen jagung jenis Hibrida Hibrida R7 yang ditanam pada lahan percontohan seluas 30 hektare Program Binmas Mabes Polri dengan metode irigasi tetes.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Masyarakat Kelompok Tani mengajak Kapolda NTT Irjen Pol Johni Asadoma melakukan panen jagung perdana di lahan tidur yang disulap jadi lahan produktif yang terletak di Desa Kuanheum, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Jumat 6 Januari 2023 petang.
Panen jagung jenis Hibrida Hibrida R7 yang ditanam pada lahan percontohan seluas 30 hektare Program Binmas Mabes Polri dengan metode irigasi tetes.
Selain memanen jagung, Kapolda NTT Irjen Pol Johni Asadoma juga melakukan penanaman secara simbolis bibit jagung pada lahan yang telah tersedia saluran selang menerapkan irigasi tetes.
Baca juga: Biddokkes Polda NTT Buka Posko Bencana di Wilayah Terdampak Banjir
Kapolda NTT Irjen Pol Johni Asadoma juga memantau proses pembuatan pupuk kompos dengan memanfaatkan kotoran dari ternak sapi, dan kambing, serta tongkol jagung.
Dalam kesempatan itu, Kapolda NTT, Irjen Pol Johni Asadoma mengatakan bahwa program ini sangat baik bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah Desa Kuanheum.
Baginya program menanam jagung sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus melaksanakan program pemberdayaan masyarakat.
"Kami sangat mendukung pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif sangat positif karena memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama mewujudkan ketahanan pangan, menekan inflasi sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat dan semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat," tambah Kapolda Asadoma.
Baca juga: Polda NTT Tuntaskan 25 Kasus Korupsi, Kerugian Negara Rp 44 Miliar
Pihaknya menekankan kepada semua Kapolres jajaran di wilayah hukumnya untuk mendorong masyarakat memanfaatkan lahan tidur dengan mengolahnya menjadi lahan produktif.
"Kami berharap semua masyarakat merubah cara berpikir dan mulai mengoptimalkan lahan tidur menjadi lahan produktif sehingga semua daerah mampu mewujudkan ketahanan pangan, sekaligus mendukung pemerintah menekan inflasi," pungkasnya.
Pendamping teknis pertanian dan peternakan bagi Kelompok Tani Desa Kuanheum, Okto Amnifu mengatakan bahwa lahan yang dikelola dalam program pendampingan dari Mabes Polri seluas 30 hektare.
Pada lahan percontohan tersebut dikelola oleh tiga kelompok tani antara lain Kol ana berjumlah 32 orang, Poktan Taleko Amonit berjumlah 32 orang, serta Poktan Amnela berjumlah 40 orang.
Pertanian pada lahan tidak produktif tersebut menggunakan sistem irigasi tetes dengan memanfaatkan air sumur bor dengan kedalaman 60 meter dengan debit air 3 liter per detik.
Terkait fasilitas dan pendanaan bersumber dari Mabes Polri, dan hasilnya untuk masyarakat yang telah mendapatkan hasil berupa hasil produksi jagung yang telah dipilah dengan harga jual Rp 5.000 per kilogram untuk pakan ternak.
"Masyarakat kelompok tani setempat telah merasakan hasil dari program tanam jagung, dan yang terpenting masyarakat mau bekerja dan merubah cara berpikir untuk maju, dan mau bekerja keras untuk pengembangan diri sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga," ungkap Amnifu.
Baca juga: Polda NTT Pecat 18 Personel Polri dan ASN Selama Tahun 2022, Dominasi Kasus Asusila dan Disersi
Kepala Desa Kuanheum, Semi Polin mengaku sangat senang dan mengucapkan terima kasih kepada Mabes Polri yang telah bersedia memperhatikan masyarakat Kuanheum.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.