Jumat, 5 Juni 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 1 Januari 2023, Menyimpan Segala Perkara dalam Hatinya

Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul Menyimpan Segala Perkara dalam Hatinya.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RENUNGAN - Bruder Pio Hayon SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Minggu 1 Januari 2023 dengan judul Menyimpan Segala Perkara dalam Hatinya. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul Menyimpan Segala Perkara dalam Hatinya.

Bruder Pio Hayon menulis Renungan Harian Katolik ini merujuk bacaan pertama dari Kitab Bilangan 6: 22-27, bacaan kedua Galatia 4: 4-7; dan bacaan Injil Lukas 2: 16-21; Hari Raya Santa Maria Bunda Allah.

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Minggu 1 Januari 2023 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

 

Ibu Bapak, saudari/a terkasih dalam Kristus.

Hari pertama di tahun yang baru ini kita diberi kesempatan oleh Tuhan untuk merayakan hari baru ini pada hari Minggu, hari Tuhan dan sekaligus merayakan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah.

Gereja secara sengaja menempatkan hari raya Santa Maria Bunda Allah di awal tahun sebagai yang membuka lembaran baru kehidupan kita di tahun yang baru.

Bukan sebuah kebetulan Gereja menempatkan Maria sebagai Bunda Allah di awal tahun yang baru.

Tapi ini sebuah kebenaran Iman bahwa Gereja selalu menempatkan Maria pada posisi sempurna sebagai Bunda Allah yang telah menerima Sabda yang menjadi Manusi aitu di dalam dirinya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 1 Januari 2023, Kita Dipanggil untuk Mewartakan Yesus

Dalam bacaan-bacaan suci hari ini terlihat jelas Maria sebagai sentral pemberitaan kabar sukacita ini.

Dalam Injil secara khusus menempatkan Maria sebagai sentral ketika Sang Juruselamat itu lahir. Dan para gembala memberikan kesaksian tentang apa yang dikabarkan oleh Malaikat kepada mereka tentang bayi itu.

Maria sebagai orang yang merasakan kegetiran dan kegeliasahan saat harus melahirkan anaknya di tengah malam dalam kandang itu hanya mengisahkan sebuah tanda tanya besar dalam dirinya.

Semua perkara yang dia alami bersama dengan Yusuf dan Bayinya itu menjadi sebuah perkara yang tak bisa dia pecahkan secara akal manusiawinya. Apalagi ketika berita itu dikabarkan sendiri oleh para gembala.

Para gembala sebenarnya orang pinggiran yang hidup mereka dianggap sebagai orang kelas rendah dan sangat tidak diperhitungkan.

Namun merekalah yang datang dan memberitakan tentang kabar Malaikat itu kepada Maria dan Yusuf.

Semua yang Maria dan Yosef dengar dan saksikan itu menjadi perkara yang tak bisa terpecahkan dalam hitungan detik di malam kelahiran Yesus itu.

Dan reaksi Maria sebagai seorang Ibu muda pada waktu itu yang dicatat oleh Kitab Suci adalah “Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya”.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 1 Januari 2023, Maria Sang Bunda

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus.

Hari ini kita merayakan secara istimewa Hari Raya Santa Maria Bunda Allah di hari baru, hari pertama di tahun baru.

Menjadi menarik karena bacaan suci menyentuh esensi dari keterlibatan Maria sebagai orang yang dipilih Tuhan untuk mengandung dan melahirkan Yesus Putera Allah.

Ketika bicara tentang Maria dengan semua hal yang dia alami, kita akan juga mengalami situasi yang sulit.

Sulit karena semua berada di luar nalar manusia. Sejak Maria menerima kabar sampai pada kelahiran puteranya, Maria tidak berbuat banyak, hanya seperti mengalir begitu saja dan pasrah akan apa yang harus terjadi dalam dirinya.

Maria mungkin menerima itu tapi dengan pertanyaan besar dalam dirinya. Namun dari semua cerita tentang Maria dalam Kitab Suci, kita hanya dapat mengenalnya dengan beberapa kejadian utama dalam hidupnya secara khusus ketika Maria melahirkan anaknya.

Maria pasti mengalami stress atau bingung dan banyak hal secara manusiawi lainnya yang tak masuk diakal.

Namun dalam kitab suci kita baca bahwa Maria sebagai seorang manusia tercatat sebagai seorang pendiam yang “menyimpan” semua perkara dan “merenungkan” semuanya dalam hatinya.

Sikap discernment yang sangat aktif kontemplatif terhadap semua yang dia alami.

Menyimpan dan merenungkan. Kedua sikap batin inilah yang membuat Maria menjadi besar dan layak mendapatkan gelar Bunda Allah.

Kita pun pasti banyak alami masalah dan tantangan atau kesulitan dalam hidup, secara khusus para ibu.

Ada banyak ibu yang tak sanggup menahan beban hidup atau tantangan atau kesuslitan dalam hidup lalu menjadi kalah dan masuk dalam dunia gelap.

Tapi juga ada banyak ibu yang dengan sangat setia menjalani semua dengan tabah dan sabar dalam menanggung kesukaran dalam hidup
mereka.

Dan Maria menunjukkan sikap aktif kontemplati yang tepat dalam menghadapi situasi-situasi batas dalam hidupnya.

Menyimpan dan merenungkan untuk melihat lebih jelas apa yang sebenarnya yang terjadi dalam dirinya dan melihat kehendak Tuhan dalam semua peristiwa hidupnya.

Ada banyak dari kita yang tak tahu harus berbuat apa, tak tahu menyimpan apalagi menerungkan, merefleksikan apa yang tengah terjadi dalam hidup kita.

Maka hari ini kita belajar dari Maria untuk bisa hidup aktif kontemplatif, menyimpan dan merenungkan untuk melihat kehendak Tuhan dalam diri kita.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 31 Desember 2022, Dia yang Memulai, Dia Pula yang Menyelesaikannya

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus.

Kita dapat belajar pertama: semua kita dipanggil oleh Tuhan untuk melaksanakan sebuah misiNya dalam hidup kita.

Kedua, Maria telah dipanggil menjadi Bunda Allah dengan satu pola hidup yang aktif kontemplatif “Menyimpan dan Merenungkan”.

Ketiga, kita butuh waktu untuk discernment yang tepat agar mampu mengenal kehendak Tuhan lewat cara menyimpan dan merenungkan semua hidup dan karya dalam terang Firman Tuhan sendiri.

Teks Lengkap Bacaan Minggu 1 Januari 2023

BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Minggu 1 Januari 2023.
BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Minggu 1 Januari 2023. (Tokopedia)

 

Bacaan Pertama: Bilangan 6:22-27

"Mereka harus meletakkan nama-Ku atas orang Israel: maka Aku akan memberkati mereka."

Bacaan dari Kitab Bilangan:

Sekali peristiwa Tuhan berfirman kepada Musa, "Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel,

katakanlah kepada mereka: Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 67:2-3.5.6.8; 2/4

Refr. Berbelaskasihlah Tuhan dan adil Allah kami adalah rahim.

1. Kiranya Allah mengasihani dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya. Kiranya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.

2. Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku di atas bumi.

3. Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takwa kepada-Nya!

Bacaan Kedua Galatia 4:4-7

"Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan."

Bacaan dari Surat Santo Paulus kepada Jemaat di Galatia:

Saudara-saudara, setelah genap waktunya, Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.

Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli waris-ahli waris, oleh karena Allah.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Syukur Kepada Allah.

Bait Pengantar Injil Ibrani 1:1-2

Refr. Alleluya, alleluya, alleluya.

Dahulu Allah berkata kepada leluhur kita dengan perantaraan para nabi; kini Ia bersabda kepada kita dengan perantaraan Putra-Nya.

Bacaan Injil Lukas 2:16-21

"Mereka mendapati Maria, Yusuf, dan si Bayi. Pada hari kedelapan Ia diberi nama Yesus."

Inilah Injil suci menurut Lukas:

Setelah mendengar berita kelahiran penyelamat dunia, para gembala cepat-cepat berangkat ke Betlehem, dan mendampati Maria dan Yusuf serta Bayi yang terbaring di dalam palungan.

Ketika melihat Bayi itu, para gembala memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu.

Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu dalam hati dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Ketika genap delapan hari umurnya, Anak itu disunatkan, dan Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik lainnya

Ikuti berita Pos-Kupang.com di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved