Minggu, 31 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 1 Januari 2023, Maria Sang Bunda

Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Maria Sang Bunda.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE SUARA PAGI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RENUNGAN - RP. John Lewar SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Minggu 1 Januari 2023 dengan judul Maria Sang Bunda.. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Maria Sang Bunda.

RP. John Lewar menulis Renungan Harian Katolik merujuk bacaan pertama dari Kitab Bilangan 6: 22-27; Galatia 4: 4-7; dan bacaan Injil Lukas 2: 16-21; Hari Raya Santa Maria Bunda Allah..

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Minggu 1 Januari 2023 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Apa kiranya pertimbangan Gereja menempatkan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah, persis di awal tahun baru, tepatnya 1 Januari?

Entah apa pun alasannya, tahun baru selalu merupakan awal pengharapan bagi banyak orang, suatu moment khusus untuk membuat sebuah resolusi atau tekad baru, sebuah saat reflektif di mana orang memandang ke belakang, ke masa lalu sekaligus saat prospektif, ketika orang mengarahkan pandangan ke masa depan.

Orang Romawi sejak lama menyadarinya. Januari, yakni bulan pertama dalam tahun berasal dari nama dewa orang Romawi bernama janus atau januarius, seorang dewa yang dilukiskan mempunyai dua kepala dan masing-masing kepala mempunyai dua muka.

Kedua pasang mata selalu memandang ke arah yang berlainan sehingga dapat melihat keseluruhan.

Itulah sebabnya, bulan januari adalah bulan atau moment di mana orang melihat kedua arah sekaligus, ke arah masa lampau dan secara prospektif ke masa depan.

Rari raya Maria Bunda Allah ditempatkan Gereja persis pada titik awal yang baru dalam setiap pergantian tahun.

Maria sendiri pun sebenarnya adalah titik awal baru dalam sejarah keselamatan umat manusia, sebab dengan fiatnya (Lukas 1: 38), maka
mulailah perwujudan rencana keselamatan Allah.

Maria adalah satu-satunya manusia yang secara personal menyambut tawaran kerjasama Allah untuk membangun mega proyek menyelamatkan manusia yang terbelenggu dosa.

Dalam karya penciptaan yang gagal karena kesombongan manusia, Allah bekerja sendirian menciptakan segalanya, namun sekarang Allah ingin bekerjasama dengan manusia, agar manusia pun ikut terlibat.

Reaksi positif Maria-lah yang menyempurnakan karya penciptaan menjadi karya penebusan, dan Adam yang baru tidak lagi dibentuk dalam taman dan dari tanah liat, tetapi dalam rahim Maria.

Hadirnya Anak Allah dalam rahim Marialah yang membuatnya menjadi Bunda Allah dan sejak saat itu manusia kembali memiliki masa depan.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved