Cuaca Ekstrem

Cegah Cuaca Ekstrem, 5.600 Kilogram Garam Disemai di Langit Jakarta dan Jawa Barat

TNI AU mengerahkan dua pesawat Cassa untuk melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai upaya antisipasi Cuaca Ekstrem.

Editor: Alfons Nedabang
KOMPAS.COM/HO-BPBD DKI JAKARTA
Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji berkoordinasi dengan pihak Wings Udara 1 Skuadron 2 TNI AU, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terkait rencana pelaksanaan modifikasi cuaca di langit Jakarta di Halim Perdana Kusuma, Selasa 27 Desember 2022. 

Namun tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan sorti jika masih ada potensi hujan sangat lebat di wilayah Jabodetabek.

"1 kali sorti penyemaian kapasitas angkutnya 800 kg. Hari ini 6 kali sorti, tapi menyesuaikan (jika perlu tambahan sorti)," tutur Budi.

Kendati demikian, Budi kembali menekankan bahwa fungsi TMC adalah memodifikasi cuaca, yakni mengurangi intensitas hujan atau memunculkan potensi awan yang akan menghasilkan hujan.

Teknologi ini tidak bisa menghilangkan potensi hujan yang ada saat ini, hanya meminimalisir intensitasnya agar tidak memicu terjadinya banjir.

"Kita tidak bida menghilangkan, tapi bisa mengurangi intensitas (hujan)," pungkas Budi.

Terbitkan Warning

Terpisah, Kepolisian RI mengantisipasi adanya cuaca ekstrem saat libur natal dan tahun baru (Nataru). Khususnya, potensi adanya bencana alam akibat cuaca ekstrem tersebut.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyatakan bahwa mitigasi potensi bencana alam sudah mulai dilakukan dari tingkat Mabes Polri hingga Polres di daerah.

Baca juga: BMKG:Waspada! Bibit Siklon Tropis 95W di Samudera Pasifik Picu Cuaca Ekstrem di NTT Sepekan Kedepan 

"Kita antisipasi tentu baik Mabes Polri maupun jajaran sudah mengantisipasi. Kita juga mengikuti kondisi seperti kita ketahui saat ini di musim penghujan tentu kita akan antisipasi hal tersebut. Mengantisipasi cuaca ekstrem mengantisipasi kemungkinan ada potensi bencana banjir misalnya kita akan kerahkan," kata Ramadhan.

Ramadhan menjelaskan bahwa pihaknya meminta masyarakat memantau Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait antisipasi cuaca ekstrem setiap harinya. Nantinya, kata dia, pihaknya juga akan memberikan peringatan atau warning terkait daerah yang berpotensi terkena bencana.

"Kita selain mengikuti pantauan BMKG kita juga memberi warning. Seperti kita bekerjasama beberapa waktu yang lalu misal di penyeberangan Merak Bakauheni sempat terjadi beberapa jam cuaca ekstrem sehingga sempat berhenti penyeberangan hanya beberapa jam," jelasnya.

Lebih lanjut, Ramadhan menambahkan pihaknya juga meminta pengguna jalan agar tak melanjutkan perjalanan jika mendapatkan informasi cuaca buruk.

"Tentu mengikuti itu kita mengimbau pengguna jalan untuk tidak melanjutkan. Namun ketika kita mendapat informasi cuaca sudah baik baik lagi, maka kita bisa menyampaikan memberikan informasi para pengguna jalan untuk melintas, itu sebelum natal waktu itu di penyeberangan Merak Bakauheni," pungkasnya. (tribun network/dan/fit/igm/wly)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved