Cuaca Ekstrem
BREAKING NEWS: ASDP Kupang Batalkan Pelayaran Kapal Ferry Akibat Cuaca Ekstrem
Manajemen PT ASDP Kupang membatalkan pelayaran kapal ferry di wilayah NTT akibat cuaca ekstrem, Minggu 25 Desember 2022.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Manajemen PT ASDP Kupang membatalkan pelayaran kapal ferry di wilayah NTT akibat cuaca ekstrem, Minggu 25 Desember 2022.
Pelayaran kapal ferry dari Pelabuhan Bolok Kupang ke sejumlah tujuan terpaksa dibatalkan sementara.
Setidaknya ada empat lintasan pelayaran kapal ferry yang dibatalkan, yakni Kupang - Hansisi, Kupang - Rote dan Kupang - Larantuka.
Petugas ASPD Kupang mengumumkan informasi pembatalan itu merujuk pada laporan BMKG Stasiun Maritim Tenau Kupang bahwa tinggi gelombang di perairan NTT berkisar 2-4 meter.
Pihak ASDP Cabang Kupang yang dikonfirmasi melalui Manager Usaha Hermin Welkis belum memberikan tanggapan terhadap pesan WhatsApp dan panggilan seluler POS-KUPANG.COM.
Sementara dari laporan BMKG menyebutkan kondisi gelombang 2- 4 meter terjadi di selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Samudera Hindia Selatan Sumba, Selat Ombak, Perairan Utara Kupang - Rote - Sabu.
Sedangkan tinggi gelombang 1-2,5 meter terjadi di Perairan Utara Flores, Selat Sape, Selat Flores - Lamakera, Selat Alor - Pantar, Perairan Selatan Kupang - Rote, Samudera Hindia Selatan Kupang - Rote dan Selat Wetar.
Baca juga: Cuaca NTT Hari Ini, Gelombang Terjang Nangahale Sikka, Turap Ambruk Rumah Warga Rusak
Baca juga: Cuaca NTT Hari Ini, BPBD NTT Imbau Waspada Cuaca Ekstrem
"Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," ujar Kepala Stasiun Maritim Tenau Kupang, Syaeful Hadi
Selain itu, banjir rob atau pesisir juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di NTT diantaranya Pesisir Pulau Rote - Timor, pesisir pulau Sumba, dan pesisir pulau Sabu - Raijua.
Kondisi itu berlangsung 26-28 Desember 2022. Masyarakat pesisir pantai dihimbau untuk waspada adanya potensi fenomena banjir pesisir atau Rob.
Akibat adanya banjir rob ini berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar di pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam, dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di Pelabuhan.
"Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari banjir pesisir, serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG," katanya. (fan)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS