Berita Manggarai Barat

Komitmen La Moringa Labuan Bajo Tangani Stunting di Manggarai Barat Melalui Program CSR

pemberian 1000 biskuit kelor untuk Balita, dan juga pemeriksaan kesehatan serta edukasi stunting kepada ibu hamil.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/BERTO KALU
PERIKSA - Petugas kesehatan saat melakukan pemeriksaan terhadap Balita dalam kegiatan La Moringa Fight Stunting yang diselenggarakan oleh Restoran La Moringa Labuan Bajo, Jumat 16 Desember 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Restoran La Moringa Labuan Bajo menjalankan program Corporate Socialist Responsibility atau CSR. Salah satunya melalui gerakan La Moringa Fight Stunting.

Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan komitmen La Moringa Labuan Bajo dalam membantu pemerintah mengentaskan persoalan stunting di Provinsi NTT khususnya Kabupaten Manggarai Barat.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat 16 Desember 2022 bertempat di Restoran La Moringa Labuan Bajo ini diikuti puluhan ibu-ibu yang membawa serta anak mereka untuk diperiksa.

Baca juga: Pelaku UMKM di Labuan Bajo Dapat Banyak Ilmu Dari Floratama Academy 2022 BPOLBF

Gerakan La Moringa Fight Stunting sendiri merupakan inisiasi dari CEO La Moringa Indonesia dr. Andree Hartanto dengan pemberian 1000 biskuit kelor untuk Balita, dan juga pemeriksaan kesehatan serta edukasi stunting kepada ibu hamil.

Sehingga diharapkan dapat dilakukan perbaikan asupan gizi anak sejak dari dalam kandungan untuk mencegah stunting. Semua pemeriksaan ini dilakukan secara gratis.

Menurutnya dr. Andre, kecendrungan anak di NTT untuk mau mengkonsumsi daun Kelor secara langsung masih tergolong rendah, karena itu ia berinisiatif untuk mengolah daun Kelor menjadi berbagai makanan menarik seperti biskuit kelor, es krim kelor, nasi kelor dan lainnya sehingga diminati anak.

Sebagaimana diketahui, Daun Kelor memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan salah satunya untuk mengatasi masalah stunting. Dalam kegiatan La Moringa Fight Stunting ini para ibu hamil juga diberikan edukasi tentang bagaimana mengolah daun Kelor menjadi berbagai jenis makanan menarik.

"Kita ajarkan ibu-ibu untuk buat puding kelor saya yakin pasti anak mau makan, atau membuat makanan lain yang menarik supaya anak mau makan. Tapi yang pasti dengan bahan utama daun Kelor yang manfaatnya sangat besar untuk pertumbuhan dan kesehatan anak," kata dr. Andre.

Baca juga: Ditentang Sejumlah Warga, Pemerintah Pastikan Proyek Geothermal di Manggarai Barat Tetap Berjalan

Lebih lanjut dikatakan, gerakan La Moringa Fight Stunting tidak hanya dilakukan di Labuan Bajo. Ia berencana akan melakukan kegiatan serupa di pulau-pulau lain di Kabupaten Manggarai Barat.

"Kami berencana untuk menggerakkan La Moringa Fight Stunting di Pulau Komodo dan pulau-pulau lain yang angka stunting nya tinggi, karena di balik keindahan Labuan Bajo masih banyak kasus gizi buruk yang terjadi pada anak-anak," ujarnya.

"Saya sebagai anak NTT merasa terpanggil untuk melakukan apa yang bisa saya lakukan dalam membantu mengentaskan stunting di NTT yang angkanya masih tinggi," tambahnya.

Dokter Andree berharap, kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat NTT, khususnya masyarakat Manggarai Barat. Selain itu diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Manggarai Barat.

Lini Hamu, salah satu masyarakat yang ikut dalam kegiatan tersebut mengaku senang. Menurutnya lewat gerakan La Moringa Fight Stunting ia mendapatkan edukasi tentang bagaimana cara menjaga asupan makanan bagi anak sehingga tidak terjadi stunting. (uka)

"Semoga tahun depan ada lagi kegiatan seperti ini dan terus berlanjut," pintanya.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved