Pilkada Serentak 2024

Jonas Salean Pinang Alo Sukardan Maju Pilkada Wali Kota Kupang 2024

Dengan pertemuan kedua keluaraga besar ini maka Jonas dan Alo menjadi pasangan bakal calon Wali dan Wakil Wali Kota Kupang periode 2024-2029 nanti

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
PEMINANGAN - Jonas Salean saat meminang Alo Sukardan sebagai pasangan Calon Wakil Wali Kota Kupang yang akan bertarung pada Pilkada di Kota Kupang tahun 2024 mendatang pada Sabtu 17 Desember 2022 malam.   

Ia menjelaskan, Golkar telah memulai proses sejak tahun 2021 dan dilanjutkan dengan proses survei. Penentuan calon kepala daerah dan wakilnya juga telah melalui berbagai tahapan, selain ada faktor lain yang menjadi pertimbangan. 

Baca juga: Jonas Salean Aklamasi Ketua DPD Golkar Kota Kupang, Melki Laka Lena: Kembalikan Kejayaan Golkar 

Mantan Bupati Alor itu menegaskan pasca dilakukan acara penyatuan ini, maka semua pihak harus mulai bekerja. Dia menyebut, hasil pemilu di bulan Februari 2024 menjadi acuan untuk Pilkada di bulan November 2024. 

Dengan memenangkan Golkar, maka pasangan ini tidak perlu berkoalisi dengan partai lain. Dia berharap agar keduanya bisa menjadi pasangan yang bisa ikut memenangkan partai Golkar di Kota Kupang. 

Kedua pasangan, menurut dia, punya rekam jejak yang sangat baik. Penyatuan kedua etnis adat ini sangat menjadi kekuatan dalam proses memenangkan pasangan ini. 

"Tidak ada yang tidak mungkin, kalau kita alas dengan iman, hubungan kekerabatan, budaya, adat istiadat, kekeluargaan untuk kita memulai," katanya. 

Menurut dia, kalau semua kekuatan itu telah disatukan lewat pertemuan ini, maka kekuatan untuk pasangan ini bisa dilihat dari jauh sebelumnya. Sehingga Ans mengajak semuanya bergandengan tangan membantu menenangkan Golkar dalam mengantar pasangan ini ke pilkada nanti. 

Mewakili keluarga Manggarai, Frans Tulung menyebut pertemuan itu bukan kebetulan. Dia mengakui bahwa ada kesadaran dari keluarga besar Manggarai, yang terinspirasi dari jejak politik orang Manggarai, seperti dr. Herman Man. 

Dia mengatakan bahwa kesepakatan keluarga Manggarai menyodorkan nama Alo Sukardan, sedang tidak ujug-ujug tetapi melewati proses panjang atau tujuh kali pertemuan. 

Baca juga: Pemilu 2024, Golkar Kota Kupang Targetkan Delapan Kursi

"Bukan karena dia ketua keluarga Manggarai, bukan. Tapi ada kajian berdasarkan beberapa variabel yang dilakukan tertentu," sebutnya. 

Perbedaan pendapat dalam pertemuan melahirkan nama Alo Sukardan, merupakan lumrah. Secara demokratis orang Manggarai tidak sekadar menunjuk Alo Sukardan

Orang Manggarai, kata dia, tahu diri sehingga hanya mengajukan Alo Sukardan sebagai calon Wakil Wali Kota. Akan tidak mungkin menjadi orang nomor satu, yang mengharuskan orang Manggarai hanya berada pada titik itu.  

Memang ada berbagai etnis yang tumbuh kembang d Kota Kupang. Meski orang yang mendampingi Jonas Salean berasal dari Manggarai, bukan berarti etnis hanya melekatkan orang Manggarai semata, tetapi ingin merangkul semua yang ada. 

Menurutnya pasangan ini belum definitif. Semua itu ditentukan oleh hasil konstelasi politik. Semua kemungkinan bisa terjadi, sehingga semua pihak harus terlibat aktif dalam menjaga dan memenangkan. 

Frans menerangkan, perjalanan politik seringkali diterap dengan berbagai hal, terutama instrumen hukum. Namun, dia mengajak keluarga dari Jonas Salean dan Alo Sukardan untuk sama-sama berada di belakang kedua pasangan ini. 

"Kita sama-sama. Membangun satu barisan. Kita memang harus siaga terus. Angin ini dari depan, belakang. Dalam politik itu biasa. Hanya tinggal kita menyiasati, kita mesti tegar," imbuhnya. 

Dia mengaku orang Manggarai sangat menaruh hormat atas pertemuan ini, sekaligus komitmen politik dan moral dalam sebuah perjuangan dan membutuhkan kebersamaan. (Fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved