Pilkada Serentak 2024

Jonas Salean Pinang Alo Sukardan Maju Pilkada Wali Kota Kupang 2024

Dengan pertemuan kedua keluaraga besar ini maka Jonas dan Alo menjadi pasangan bakal calon Wali dan Wakil Wali Kota Kupang periode 2024-2029 nanti

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
PEMINANGAN - Jonas Salean saat meminang Alo Sukardan sebagai pasangan Calon Wakil Wali Kota Kupang yang akan bertarung pada Pilkada di Kota Kupang tahun 2024 mendatang pada Sabtu 17 Desember 2022 malam.   

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Mantan Wali Kota Kupang, Jonas Salean secara resmi telah meminang Alo Sukardan untuk mendampinginya sebagai bakal calon Wakil Walikota Kupang untuk bertarung pada Pemilihan Wali Kota atau Pilwalkot Kupang tahun 2024 nanti. 

Keduanya memulai dengan acara temu keluaraga yang dilaksanakan Sabtu 17 Desember 2022 di rumah keluarga besar Alo Sukardan, Kelurahan Maulafa Kota Kupang. 

Dengan pertemuan kedua keluarga besar ini, maka Jonas dan Alo menjadi pasangan bakal calon Wali dan Wakil Wali Kota Kupang periode 2024-2029 nanti. 

Jonas dalam sambutannya mengatakan, kesempatan ini merupakan yang kedua kalinya ia meminang orang Manggarai, setelah sebelumnya ia sempat menggandeng dr Herman Man sebagai paket dalam kontestasi politik tahun 2012 lalu lewat jalur independen. 

Politisi Golkar itu menuturkan awal perjumpaan ia dengan Alo Sukardan. Saat itu keduanya dipertemukan dalam sebuah hajatan. Dari sana, komunikasi saat itu kemudian direspons Jonas Salean untuk berkomitmen berpasangan dengan Alo Sukardan

Di samping itu, ia juga menentukan pasangannya itu melalui perenungan panjang. Menunjuk Alo Sukardan, sebut Jonas, memang tidak salah. Dengan ini maka pihaknya akan lebih siap dalam persiapan menjelang Pilkada tahun 2024. 

Bersatunya kedua keluaraga juga diharapkan agar menjadi kekuatan dalam memenangkan Partai Golkar.

Baca juga: Pengamat Sebut Jeriko Punya Nilai Tawar di Pilwalkot Kupang

Sebab, jika Partai Golkar menang di Kota Kupang, dalam Pemilu Februari 2024, maka pasangan Jonas dan Alo tidak akan berkoalisi dengan partai lain. 

"Tanggal 14 Februari 2024 semua bisa dengan Golkar sehingga kami bisa dapat 8 kursi di Kota Kupang. Supaya tidak koalisi lagi. Agar kami dua ini aman. Mohon dengan beribu maaf, kalau sayang kami dua," ujarnya. 

Dia menegaskan dirinya berpasangan dengan Alo Sukardan bukan tanpa alasan. Ia lewati dengan doa dan pergumulan. Memang, sebut Jonas, ada banyak orang yang mendekati, tetapi dirinya lebih memilih Alo Sukardan sebagai pasangannya di tahun politik nanti. 

Ia yakin pasangan ini akan sukses di 2024 dengan berbagai sumberdaya yang ada. Dia menyebut saat ini banyak calon yang 'takut' dengan keduanya.

Oleh karena itu, dua kekuatan yang sudah menyatu ini harusnya bisa membentengi dari segala macam ancaman yang hendak mengganggu. 

Jonas mengaku dirinya sempat beberapa kali berhadapan dengan masalah hukum. Baginya itu merupakan upaya untuk membuatnya lemah.

Dalam kepemimpinan, menurutnya, wajar dengan segala kekurangan, tetapi bukan harus menghalalkan berbagai cara yang tidak baik. 

Dikatakan Ketua Golkar Kota Kupang itu kembali mengajak agar keluarga Manggarai maksimal memberi dukungan bagi keduanya.

Baca juga: Diberi Kepercayaan Partai Golkar Maju Dalam Pilwalkot Kupang, Tellend Daud Nyatakan Siap

Jonas secara khusus meminta Alo Sukardan untuk bisa membantu dirinya menangkis kabar bohong yang diarahkan ke keduanya, terutama dirinya. 

Dia mengaku membangun Kota Kupang sebenarnya harus dilandasi dengan meletakkan program prioritas untuk kesejahteraan masyarakat.

Jonas juga menegaskan agar keluarga besar ini memenangkan Golkar di Kota Kupang agar tidak ada koalisi atau hanya Golkar yang mengusung paket ini. 

Sementara itu, Alo Sukardan dalam kesempatan itu mengaku sangat terhormat dengan kedatangan keluarga besar Golkar dan rombongan Jonas Salean.

Kedatangan rombongan itu turut diterima oleh para tokoh dari semua etnis yang ada di Kota Kupang memberi dukungan kepada keduanya. 

Alo menyebut, dirinya menerima tawaran itu lantaran sebagian besar hidupnya berada di Kota Kupang. 

"Oleh karena itu, sebagai orang percaya, bersyukur, saya punya kewajiban dan punya niat untuk berbuat lebih banyak lagi bagi Kota Kupang, Kota Kasih tercinta dalam jabatan sebagai wakil walikota," katanya. 

Dia mengaku sempat melirik juga calon lain. Jonas Salean, menurut Alo, merupakan calon yang paling komplit. Dia beralasan bahwa Jonas Salean merupakan mantan birokrat dan politisi yang punya rekam jejak mumpuni.

Baca juga: Jonas Salean Siap Maju Pilkada Kota Kupang 2024

Dengan ragam pengalaman ini, membuat Jonas Salean sering dihantam isu miring. Alo menyebut sebuah filosofi yang menerangkan bahwa 'pohon yang tinggi selalu diterpa angin kencang'.  

Alo menegaskan bahwa kepemimpinan seseorang tidak terlepas dari berbagai hal yang tidak baik. Kalaupun ada pemimpin yang sangat bersih, ujar Alo, sebaiknya menjadi malaikat dan bukan menjadi walikota Kupang. 

Ia yakin Jonas Salean bisa menjadi seorang pelaut ulung melewati laut yang ganas, dalam artian membawa Kota Kupang yang lebih baik. Alasan lain memilih Jonas, ketika namanya disebut dalam radar politik Golkar. 

"Saya memohon dukungan dari kita semua untuk bersama-sama mengawal, memenangkan pak Jonas dan saya di pemilu 2024. Saya kira dengan dukungan kita semua dan restu leluhur, Tuhan berkehendak, saya kira tidak ada yang mustahil," ujarnya. 

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi Golkar NTT Ans Takalapeta mengatakan, dirinya ditugaskan oleh Ketua DPD Golkar NTT, Melki Laka Lena untuk mendampingi Jonas Salean dalam acara ini. 

Dalam pesannya, Melki Laka Lena mengatakan, acara itu merupakan penyatuan dua kekuatan besar bersama Golkar dalam memenangkan pemilu 2024, khususnya memenangkan Jonas Salean dan Alo Sukardan

Ia menjelaskan, Golkar telah memulai proses sejak tahun 2021 dan dilanjutkan dengan proses survei. Penentuan calon kepala daerah dan wakilnya juga telah melalui berbagai tahapan, selain ada faktor lain yang menjadi pertimbangan. 

Baca juga: Jonas Salean Aklamasi Ketua DPD Golkar Kota Kupang, Melki Laka Lena: Kembalikan Kejayaan Golkar 

Mantan Bupati Alor itu menegaskan pasca dilakukan acara penyatuan ini, maka semua pihak harus mulai bekerja. Dia menyebut, hasil pemilu di bulan Februari 2024 menjadi acuan untuk Pilkada di bulan November 2024. 

Dengan memenangkan Golkar, maka pasangan ini tidak perlu berkoalisi dengan partai lain. Dia berharap agar keduanya bisa menjadi pasangan yang bisa ikut memenangkan partai Golkar di Kota Kupang. 

Kedua pasangan, menurut dia, punya rekam jejak yang sangat baik. Penyatuan kedua etnis adat ini sangat menjadi kekuatan dalam proses memenangkan pasangan ini. 

"Tidak ada yang tidak mungkin, kalau kita alas dengan iman, hubungan kekerabatan, budaya, adat istiadat, kekeluargaan untuk kita memulai," katanya. 

Menurut dia, kalau semua kekuatan itu telah disatukan lewat pertemuan ini, maka kekuatan untuk pasangan ini bisa dilihat dari jauh sebelumnya. Sehingga Ans mengajak semuanya bergandengan tangan membantu menenangkan Golkar dalam mengantar pasangan ini ke pilkada nanti. 

Mewakili keluarga Manggarai, Frans Tulung menyebut pertemuan itu bukan kebetulan. Dia mengakui bahwa ada kesadaran dari keluarga besar Manggarai, yang terinspirasi dari jejak politik orang Manggarai, seperti dr. Herman Man. 

Dia mengatakan bahwa kesepakatan keluarga Manggarai menyodorkan nama Alo Sukardan, sedang tidak ujug-ujug tetapi melewati proses panjang atau tujuh kali pertemuan. 

Baca juga: Pemilu 2024, Golkar Kota Kupang Targetkan Delapan Kursi

"Bukan karena dia ketua keluarga Manggarai, bukan. Tapi ada kajian berdasarkan beberapa variabel yang dilakukan tertentu," sebutnya. 

Perbedaan pendapat dalam pertemuan melahirkan nama Alo Sukardan, merupakan lumrah. Secara demokratis orang Manggarai tidak sekadar menunjuk Alo Sukardan

Orang Manggarai, kata dia, tahu diri sehingga hanya mengajukan Alo Sukardan sebagai calon Wakil Wali Kota. Akan tidak mungkin menjadi orang nomor satu, yang mengharuskan orang Manggarai hanya berada pada titik itu.  

Memang ada berbagai etnis yang tumbuh kembang d Kota Kupang. Meski orang yang mendampingi Jonas Salean berasal dari Manggarai, bukan berarti etnis hanya melekatkan orang Manggarai semata, tetapi ingin merangkul semua yang ada. 

Menurutnya pasangan ini belum definitif. Semua itu ditentukan oleh hasil konstelasi politik. Semua kemungkinan bisa terjadi, sehingga semua pihak harus terlibat aktif dalam menjaga dan memenangkan. 

Frans menerangkan, perjalanan politik seringkali diterap dengan berbagai hal, terutama instrumen hukum. Namun, dia mengajak keluarga dari Jonas Salean dan Alo Sukardan untuk sama-sama berada di belakang kedua pasangan ini. 

"Kita sama-sama. Membangun satu barisan. Kita memang harus siaga terus. Angin ini dari depan, belakang. Dalam politik itu biasa. Hanya tinggal kita menyiasati, kita mesti tegar," imbuhnya. 

Dia mengaku orang Manggarai sangat menaruh hormat atas pertemuan ini, sekaligus komitmen politik dan moral dalam sebuah perjuangan dan membutuhkan kebersamaan. (Fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved