Berita Sikka
Kaki Lumpuh Tak Halangi Bernadus Tekuni Pemecah Batu Hidupi Keluarga
Saya belajar pecahkan batu jadi kerikil ukuran 2x3 dan 3x5. Sudah lebih dari 20 tahun saya buat kerikil dijual
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Rosalina Woso
PENYAKIT lumpuh mendera dua kaki Bernadus Tana (59) sejak usianya sekitar 10 tahun. Berbagai usaha pengobatan dilakukan oleh kedua orangtuanya membantu Bernadus,meski usaha mereka seolah sia-sia.
Entahlah penyebab sakitnya, Bernadus tak mengetahuinya secara pasti hingga kondisinya saat ini. Yang masih diingatnya kemungkinan ada yang mengguna-gunainya. Keduanya kakinya mengalami lumpuh total.
Penderitaan itu membuat Bernadus tak leluasa beraktfitas seperti anak-anak sebayanya. Tak bisa bermain apalagi mengenyam pendidikan dasar. Sama sekali tidak dirasakanya.
Baca juga: BMKG Rilis 3 Peta Bahaya Tsunami di Maumere, Provinsi NTT, Begini Respon Pemda Sikka
Hidup terus berlanjut membawa Bernadus hingga usia dewasa. Warga Kampung Dokot, Desa Tilang, Kecamatan Nuta tidak ingin terus larut dengan penderitaan apalagi menggantung hidup kepada orang lain.
Tak punya ketrampilan apapun,tak menghalangi Bernadus untuk mengasilkan uang untuk kebutuhannya. Punya dua tangan yang masih kokoh menjadi andalan.
Setiap hari ia ‘merayap’ dengan kedua tanganya membawa tubuhnya dari rumah ke Kali Dokot. Jaraknya sekitar 300-an meter. Di bawah kali inilah, Bernadus menekuni usaha memecahkan batu kali menjadi kerikil.
“Saya belajar pecahkan batu jadi kerikil ukuran 2x3 dan 3x5. Sudah lebih dari 20 tahun saya buat kerikil dijual,” ujar Bernadus.
Ketika telah memiliki istri dan dua orang anak yang telah berusia dewasa, semangat memecahkan batu jadi kerikil tidak surut.
Baca juga: Korban Kebakaran Rumah di Nangahale Sikka Tidur di Tenda Darurat
Ia mampu menafkahi keluarga dari usahanya menjual batu kerikil. Sebulan bisa menghasilkan Rp 750.000-Rp 1 juta.
Meski menyandang Disabilitas,Bernadus selalu luput dari bantuan pemerintah. Ia bersyukur namanya diakomodir menerima kursi roda program tanggung jawab sosial lingkungan atau TJSL PT Pelindo Cabang Maumere.
“Epanggawang (terima kasih) untuk PT Pelindo mau bantu saya kursi roda. Saya rasa terhormat bisa menerima bantuan ini,” ujar Bernadus kepada POS-KUPANG.COMM, Selasa siang.
Penyerahan bantuan TJSL kursi roda bersamaan peluncuran bantuan elektrifkasi listrik grartis, bantuan sembako natal dan bantuan tunai kenaikan harga BBM kepada keluarga kurang mampu di Dusun Letet, Desa Tilang, Kecamatan Nita, Selasa 13 Desember 2022.
General Manajer PT Pelindo Maumere, Erry Ardiyanto, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, GM PT PLN Flores Bagian Timur, pimpinan PT Pos Giro menyerahkan bantuan tersebut disaksikan warga setempat. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/barnadus-tana-penyandang-disabilitas-saat-mendapat-kursi-roda.jpg)