Breaking News
Jumat, 15 Mei 2026

Opini

Opini: Meditasi dan Kontemplasi Dalam Karya Santo Yohanes dari Salib

Meditasi berarti latihan atau persiapan spiritual untuk menerima karunia ‘doa murni’ dan ‘doa hati’ yang dapat merawat tubuh-diri.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/HO-P ABDUL OCD
P Abdul Ocd, menulis Opini: Meditasi dan Kontemplasi Dalam Karya Santo Yohanes dari Salib. 

Oleh P Abdul Ocd

POS-KUPANG.COM - Meditasi, entah di dalam agama samawi (Islam, Kristen dan Yahudi) maupun aliran Ardhi (agama yang berkembang berdasarkan budaya, daerah, pemikiran seseorang yang diterima secara global) telah menjadi praktik kerohanian popular baik secara kolektif maupun individual.

Motif umum dari praktik meditasi popular ini, selain karena adanya sensasi pencarian akan nilai keberadaan diri, juga bertujuan untuk melepaskan atau mengontrol pikiran yang mengganggu identitas tubuh-pikiran-rasa.

Tidak heran, meditasi digandrungi di seantero dunia karena tidak melulu soal ritual-religi yang menjamin keheningan batin (semedhi), melainkan sekaligus pengendalian fisik dan pengontrolan siklus indera-indera eksterior (penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan dan pengecapan), yang lazim dikenal sebagai meditasi movement.

Meditasi itu sendiri, berdasarkan sejarah dan penjelasannya dapat ditemukan di dalam teks-teks tradisional seperti: Advaita Vedanta (Dvaita dan Vishishtadvaita, filsafat Hindu), helenisme (Yunani-Mesir), Pythagoreanisme, Stoisisme, Neoplatonisme, mistisisme yahudi (filotheisme Alexandria) dan Kabbalah yang memusatkan meditasi mereka pada Yang Absolut. Eksistensi Yang Absolut mendapat tempat terhormat di pikiran, hati dan rasa.

Baca juga: Opini: Mencari Tuhan di Qatar

Meditasi dalam aliran-aliran terebut dijalankan secara regular dan seutuhnya bagi Yang Absolut untuk membangun relasi intens dengan dinamika tubuh-diri manusia. Dengan tuntutan normatifnya, Yang Absolut harus dihormati dan dikuduskan oleh manusia.

Doktrin kehadiran Yang Absolut di dalam diri manusia melalui meditasi diteruskan oleh para penulis rohani Kristen lainnya seperti Gregorius dari Nyssa, St. Yohanes Kasianus, Dionysius Areopagita, Meister Echart, Nicholas dari Cusa, Santa Teresa dari Avila dan Santo Yohanes dari Salib.

Gaya menulis mereka di satu sisi mempertahankan aspek pedagogi doa tradisional, di lain pihak mereka mengembangkannya dengan gaya khas refleksi doktrinal (sesuatu yang tidak melulu pada catatan harian tentang perasaan mereka, tetapi sebuah katakese tentang teologi, spiritualitas dan filsafat). Kemudian, gagasan mereka itu dirangkum dalam disiplin Teologi Mistik.

Sekilas arti meditasi dan kontemplasi

Akar kata meditasi berasal dari Bahasa Yunani meletē yang artinya peduli, belajar, latihan. Sedangkan akar Bahasa Latinnya mengandung makna persiapan dan latihan.

Akar kata med- dalam Bahasa Latin terdapat dalam banyak kata, termasuk ilmu kedokteran seperti kata medicīnus-medeor atau medicine (Inggris) yang menunjukkan penyembuhan dan perawatan.

Maka, Meditasi berarti latihan atau persiapan spiritual untuk menerima karunia ‘doa murni’ dan ‘doa hati’ yang dapat menyembuhan dan merawat tubuh-diri.

Sedangkan kata kontemplasi berasal dari Bahasa Latin templum: bentuk kecil dari tempus. Secara umum diterjemahkan sebagai waktu, pembagian atau bagian waktu.

Baca juga: Opini : Jalan Beriringan Pembelajaran dan Assesmen

Di antara orang Romawi, templum adalah ruang di langit atau di kereta yang dipotong untuk Para augur (pendeta romawi kuno) untuk membaca pertanda. Dengan demikian kata kontemplasi itu merujuk kepada ruangan suci untuk membaca tanda-tanda dari langit.

Dengan kata lain, kontemplasi tidak hanya menunjuk pada tempat tetapi melihat yang sebenarnya ke dalam realitas. Dalam tradisi Yunani, kata yang mendekati kata Latin contemplatio adalah theōria dari kata kerja theorein, yang berarti melihat sesuatu dengan seksama dan untuk suatu tujuan menemukan jejak Tuhan dalam benda-benda ciptaan (kontemplasi alamiah).

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved