Berita Kota Kupang

Mahasiswa IAKN Kupang Berempati Dengan Anak Panti Asuhan Syalom Sikumana

Kehadiran para mahasiswa dan dosen ini selain sebagai bagian dari kegiatan kampus untuk mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar

Penulis: Edi Hayong | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/EDI HAYONG
SIMBOLIS- Dosen Ilmu Sosial Budaya Dasar  IAKN  Febriana Fransiska Manubulu, S.Pd., M.Pd secara simbolis memberikan bantuan Kasih  yang di terima Ketua Yayasan Panti Asuhan Syalom, Yuliana  Wulla Bulu. 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Edi Hayong 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sebanyak 27 mahasiswa dari Jurusan Psikologi Institut Agama Kristen Negeri ( IAKN) Kupang bersama dosen pembimbing, Frebriana Fransiska Manubulu, S.Pd., M.Pd berempati dengan mendatangi Panti Asuhan Syalom ( PAS) di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa Kota Kupang.

Kehadiran para mahasiswa dan dosen ini selain sebagai bagian dari kegiatan kampus untuk mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar, juga membantu meringankan beban hidup penghuni panti dengan saling berbagi.

Dosen Pembimbing Ilmu Sosial Budaya Dasar, Frebriana Fransiska. Manubulu, S.Pd., M.Pd saat ditemui di sela-sela kegiatan Sabtu 10 Desember 2022 menceritakan alasan utama kehadiran mereka di Panti Asuhan yang  terletak di Jalan H.R Koroh Kelurahan Sikumana itu.

Menurut Fransiska yang baru setahun mengajar di IAKN Kupang ini bahwa ia bersama mahasiswa lakukan ini tidak cuma sebatas menunaikan tugas mata kuliah.

Namun lebih dari itu, lanjutnya, sebagai bentuk tanggung jawab moril terhadap nasib anak-anak yang hidup jauh dari orangtua kandungnya.

Apa yang diberikan ini, kata Fransiska, merupakan bagian dari sedikit rejeki yang diperoleh dari patungan mahasiswa juga dirinya berupa sembako.

Baca juga: Wujud Cinta Sesama, OMK St. Kristoforus Baa Berbagi Kasih kepada Anak-Anak Panti Asuhan

"Kebetulan saya mengasuh Mata Kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar di IAKN. Saya berfikir apalah artinya mahasiswa cuma ikut kuliah tapi tidak ada impactnya. Makanya saya usulkan agar mahasiswa perlu bersosialisasi dengan kehidupan sosial dan budaya," beber Fransiska.

Terkait pemilihan Panti Asuhan Syalom, wanita murah senyum ini menyampaikan kalau didahului dengan survei yang dilakukan para mahasiwa.

"Mereka survei dulu kira-kira panti asuhan mana yang pas. Dari sekian titik yang mereka survei ternyata Panti Asuhan Syalom yang dipilih. Dari laporan mahasiswa bahwa anak-anak panti ini serba kekurangan. Saya juga 2 kali turun ke panti ini dan memang saya dapati kondisi panti sangat memprihatinkan," katanya.

Bahkan dirinya sendiri sempat konseling dengan anak-anak panti dan mereka menyampaikan persoalan yang dihadapi sebelum memutuskan tinggal di Panti Asuhan Syalom.

"Saya bersama mahasiswa bercerita dengan mereka. Karena jalan cerita keberadaan anak panti yang begitu menyedihkan, mahasiswa saya bahkan sampai menangis. Itu yang buat mereka tersentuh dan memilih untuk berbagi di Panti Asuhan Syalom," jelas Fransiska. 

Secara terpisah Ketua Panti Asuhan Syalom, Yuliana Wulla Bulu menyampaikan bahwa ia mengelola panti ini sejak tahun 1996. Ketika itu anak panti hanya berjumlah 36 anak yang berasal dari berbagai daerah.

POSE BERSAMA - Dosen dan Mahasiswa IAKN pose bersama dengan Ketua Yayasan dan anak-anak Panti Asuhan Syalom Sikumana Kupang.
POSE BERSAMA - Dosen dan Mahasiswa IAKN pose bersama dengan Ketua Yayasan dan anak-anak Panti Asuhan Syalom Sikumana Kupang. (POS-KUPANG.COM/EDI HAYONG)

 
Dijelaskannya, dengan segala keterbatasan mereka terus menjaga dan merawat anak panti dengan sangat disiplin. Saat ini jumlah penghuni panti sebanyak 73 orang diasuh 9 orang pengasuh.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved