Unwira Kupang
Unwira Kupang, Melalui MBKM Mahasiswa Mengalami Hasil Transformasi Pendidikan
pengajar karena waktu itu masih kekurangan staf pengajar jadi kebetulan ada lowongan kita melamar dan sampai sekarang kita mengabdi di Unwira
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
E : Pasti ada. Dalam proses perkuliahan itu kita tidak hanya melihat satu aspek saja. Sebenarnya berdasarkan kurikulum itu ada empat capaian pembelajaran yang kita ingin supaya lulusan kita itu miliki.
Pertama itu sikap, pengetahuan, keterampilan umum, keterampilan khusus. Kalau pengetahuan itu mungkin mudah.
Kita bisa mengukurnya dengan memberikan kuis - kuis tetapi sikap ataupun keterampilan, dengan kita tatap muka secara online itu terkadang kita tidak bisa memantau secara komperhensif apa yang dilakukan oleh siswa, sikapnya seperti apa, bagaimana dia bertingkah laku saat berkuliah itu kan kita tidak bisa memantau secara utuh.
Oleh karena itu kita berharap, boleh lah sesekali kita pakai perkuliahan secara online tetapi persentase ertemuan secara offline itu seharusnya lebih tinggi sehingga kita bisa berinteraksi langsung, mengamati secara langsung bagaimana perkembangan mahasiswa.
E : Lulusan Pendidikan Bahasa Inggris Unwira sendiri sudah berapa banyak dan tersebar di bidang apa saja?
E : Saya boleh katakan sudah lebih dari seribu. Sudah banyak sekali yang tersebar bukan hanya di NTT tetapi di luar NTT dengan profesi yang utamanya pasti guru, tapi juga ada bidang - bidang kerja lain, ada yang bekerja di bidang pariwisata, ada yang bekerja di LSM ada yang bekerja di perbankan malah.
Jadi bervariasi meskipun core kita itu adalah pendidikan Bahasa Inggris tapi kita tidak bisa memungkiri kenyataan bahwa di luar sana mereka yang memutuskan apa yang harus mereka lakukan itu diluar kendali kita.
Tugas kita adalah mempersiapkan mereka jadi kalau kita sudah melihah fenomena di luar seperti itu bagaimana response kita di Prodi?
Apa yang harus kita lakukan untuk menjawabi misalnya kalau dia (lulusan) keluar itu tidak jadi guru. Itu jawabannya ada di kurikulum.
E : Terkait penerapan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk prodi Bahasa Inggris Unwira sendiri sudah sejauh mana?
E : Jadi, kegiatan MBKM, setelah dicetuskan tahun 2020 berdasarkan Permendikbud nomor 3 tahun 2020, Unwira sendiri sudah mulai melaksanakan kegiatan MBKM dari awal, misalnya ada mahasiswa kami ada yang mengambil mata kuliah kami di luar Unwira. Setelah itu dalam perjalanan waktu kita juga dituntut oleh sistem maka kita harus merevisi kurikulum kita.
Sebelumnya kan kita menggunakan kurikulum KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) sekarang memang tidak ada banyak perubahan tetapi kita menyesuaikan dengan tuntutan sekarang.
Kita merevisi berdasarkan KKNI juga jadi ada mata kuliah - mata kuliah yang lama kita masih pertahankan, menambah beberapa mata kuliah baru dan juga sekarang dengan adanya MBKM ini banyak mahasiswa kita mengalami hasil transformasi pendidikan kita ini, bisa belajar di luar kampus, bisa mengikuti banyak kegiatan di luar kampus dan setelah itu kita mengakui apa yang mereka lakukan.
E : Sudah berapa banyak mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Unwira yang mengikuti kegiatan MBKM ini?
E : Seingat saya sudah sekitar lima orang itu mengambil mata kuliah di satu perguruan tinggi di Jawa dan kita mengakui mata kuliah - mata kuliah yang mereka ambil.