Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 10 Desember 2022, Di Tanah Kelahiran Kita Tidak Lagi Dikenal

Renungan Harian Katolik berikut disajikan oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Di Tanah Kelahiran, Kita Tidak Lagi Dikenal.

Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/SUARA PAGI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RENUNGAN - RP. John Lewar SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Minggu 27 November 2022 dengan judul Di Tanah Kelahiran Kita Tidak Lagi Dikenal. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disajikan oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Di Tanah Kelahiran Kita Tidak Lagi Dikenal.

RP. John Lewar menulis Renungan Harian Katolik ini dengan mengacu pada bacaan pertama dari Kitab Putra Sirakh 48: 1-4.9 -11, dan Matius 17:10–13.

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Sabtu 10 Desember 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Kitab Putra Sirakh menggambarkan sosok Elia sebagai nabi agung yang berkuasa dalam nama Tuhan, mendatangkan kelaparan sebagai hukuman, menurunkan api dari langit.

Tampilan Elia itu begitu mengagumkan dan memberi harapan, sehingga nabi Maleakhi meramalkan bahwa Elia akan datang kembali mendahului Tuhan pada hari besar dan dahsyat (Maleakhi 4: 5).

Nabi Elia adalah nabi besar pada zamannya dan sangat mengesan bagi umat yang percaya kepadanya.

Elia, nabi yang dipenuhi dengan Roh Kudus. Dia bagaikan api yang berkobar-kobar, perkataannya membakar laksana obor, menggetarkan hati orang.

Semangat hidupnya ditumbuh-kembangkan dan dihidupi oleh Yohanes Pemandi.

Ketika Yohanes Pembaptis tampil, para murid bertanya-tanya apakah benar bahwa Elia telah datang kembali.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Yesus mengatakan bahwa sosok Elia memang datang, bahkan sudah datang. Elia yang mendahului itu sudah datang yakni Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan Penyelamat dunia.

Yesus menunjukkan kita sebuah kenyataan lain. Walaupun Yohanes Pembaptis adalah seorang nabi yang sudah dikenal dan disegani di Israel, tetapi banyak kali ia diperlakukan seperti seorang asing. Padahal waktu pembaptisan di sungai Yordan, semua orang dari seluruh wilayah Israel datang kepadanya dan memberi diri mereka dibaptis.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 10 Desember 2022, Meneladani Cara Hidup Elia dan Yohanes Pembaptis

Yohanes Pembaptis, sang pembuka jalan bagi Messias, tak dikenal dan didengarkan, sementara ia mengajak semua manusia untuk menyiapkan diri bagi kedatangan sang Mesias.

Orang Israel mendambakan Juru Selamat, tetapi ironisnya, mereka tidak mau membuka mata terhadap kehadiran utusan Allah yang menghantar mereka kepada Sang Mesias.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved