Berita Sumba Timur

Festival Jungga Sumba 2022 Segera Digelar, Tampilkan 250 Seniman Jungga

Festival Jungga Sumba 2022 rencananya akan menampilkan sebanyak 250 seniman Jungga atau pemain Jungga dalam parade musik

Penulis: Ryan Nong | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
JUNGGA - Kadis Para dan Budaya Sumba Timur, Ida Bagus Putu Punia memamerkan alat musik Jungga sebagai alat musik tradisional Sumba Timur. Putu Punia didampingi Sekdis Pariwisata dan Kebudayaan, Risparia Ranggambani, Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Bangun Arifin Munthe dan Hartoyo, Event Organizer (EO) dari Hartoyo Harness Guitar Co. 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Pemerintah Kabupaten / Pemkab Sumba Timur memastikan akan segera menggelar Festival Jungga Sumba 2022.

Festival Jungga Sumba 2022 rencananya akan menampilkan sebanyak 250 seniman Jungga atau pemain Jungga dalam parade musik yang akan berlangsung pada Sabtu, 17 Desember 2022 pagi hingga malam. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumba Timur, Ida Bagus Putu Punia mengatakan, Festival Jungga Sumba 2022 akan digelar di Kawasan Wisata Bukit Tanau yang terletak di wilayah Kelurahan Mauliru, Kecamatan Kambera Sumba Timur. 

Baca juga: Butuh Waktu 120 Menit, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Pembacok Saudara Kandung di Lewa Sumba Timur

Alasan dipilihnya Bukit Tanau sebagai venue Festival tersebut, jelas Putu Punia, untuk mengkolaborasikan konsep budaya dan alam yang merupakan kekuatan pariwisata Sumba, khususnya Sumba Timur

Bukit Tanau sendiri dikenal sebagai kawasan perbukitan yang mempesona dengan view barisan bukit yang dibelah oleh satu lembah memanjang ke arah barat. Bukit Tanau menyuguhkan pemandangan yang sangat memikat terutama saat sunset atau menjelang mentari tenggelam. 

Putu Punia mengatakan, pemerintah ingin mengangkat Jungga sebagai salah satu alat musik warisan budaya lokal yang memiliki kekhasan. 

"Kita memiliki konsep Jungga untuk dunia. Kita ingin agar Jungga sebagai musik tradisional Sumba kita kenalkan dan bisa bersaing dengan  alat musik tradisional yang sudah lebih dahulu dikenal," ujar Putu Punia kepada POS-KUPANG.COM, usai rapat persiapan Festival Jungga Sumba 2022 di Ruang Rapat Bupati Sumba Timur, Jumat 9 Desember 2022.

Saat itu, Putu Punia didampingi Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Risparia Ranggambani, Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Bangun Arifin Munthe dan Hartoyo, Event Organizer (EO) dari Hartoyo Harness Guitar Co. 

Risparia Ranggambani menambahkan, Jungga Sumba merupakan alat musik petik tradisional yang dibuat dari kayu utuh dengan dua senar serta lima senar. 

Baca juga: Kakanwil Kemenkumham NTT Minta Dukungan Pemkab Sumba Timur Soal Kebijakan HAKI

Dalam Festival Jungga Sumba 2022, pihak panitia atau Dinas Pariwisata dan kebudayaan Sumba Timur memproduksi jungga dengan model 4 senar. Hal tersebut diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk mengakrabi Jungga. 

"Jungga terdiri dari alat musik yang dibuat dari kayu utuh dengan 2 senar, ada juga yang menggunakan 5 senar. Tapi pada Festival, kita coba buat Jungga dengan 4 senar. Selama ini terkesan di anak muda, jungga itu alat musik tradisional yang kuno, jadi kita angkat Jungga dengan model baru," sebut Risparia Ranggambani. 

Hal itu, lanjut dia, diharapkan agar dapat menggugah dan memotivasi generasi muda Sumba Timur agar sadar dan bangga dengan alat musik jungga sebagai hasil karya dan kebudayaan sendiri. 

Sementara itu, Konsep Festival, jelas Hartoyo dari Hartoyo Harness Guitar Co, akan dilaksanakan dengan pagelaran kolosal Jungga yang melibatkan 250 Seniman atau pemain Jungga. 

Para seniman Jungga akan mengelilingi 10 orang seniman senior yang akan memimpin mereka dari pusat panggung yang berada di tengah tengah arena. 

Pagelaran akan menampilkan dua komposisi, yakni pertama lagu yang memiliki narasi bagaimana adat dan budaya luhur masyarakat Sumba. Selain  itu, komposisi kedua, yakni permainan lagu rakyat yang dihafal atau diketahuinya oleh semua orang.

"Harapan kita, lagu lagu dengan iringan Jungga akan menggetarkan pulau Sumba dan dunia," harapnya. 

Hartoyo menyebut, pagelaran itu akan dicatat dalam Museum Rekor Indonesia atau MURI. Dalam rangkaian Festival Jungga Sumba, juga digelar berbagai pameran budaya serta UMKM. (Ian) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved