Berita Nasional

Kepuasan Publik Terhadap Jokowi-Maruf Amin 73,7 Persen, Berkat Cara Berpikir 'Out Of The Box'

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan kinerja pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin berada di jalur yang tepat.

Editor: Alfons Nedabang
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Jokowi-Maruf Amin saat menyampaikan pidato kemenangan di Kampung Deret, Jakarta, Selasa (21/5/2019). Kepuasan publik terhadap kepemimpinan Jokowi-Maruf Amin mencapai 73,7 persen. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan kinerja pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin berada di jalur yang tepat.

Hal itu menanggapi tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah sebesar 73,7 persen berdasarkan survei Poltracking Indonesia.

"Ini mencerminkan demokrasi baru sejarah bangsa sejak pemilihan presiden secara langsung, ada pemerintahan yang tingkat kepuasannya bisa naik turun menjelang pemilu," ungkap Menteri Bahlil dalam rilis survei nasional Poltracking, Kamis (8/12/2022).

Mantan Ketua Umum BPP HIPMI ini menilai seyogyanya pemimpin negara yang menyisakan satu tahun pemilihan umum hanya memeroleh tingkat kepuasan maksimal 50 persen.

Bahlil menegaskan Presiden Jokowi dapat menjaga tingkat kepuasan publik itu termasuk saat isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) mengemuka.

"Sebelum BBM naik Pak Jokowi masih di angka 71 persen, kemudian setelah naik BBM itu turun sampai 62 persen bahkan ada yang 59 persen, sekarang dia naik menjadi 73 persen," tuturnya.

Baca juga: Kenaikan Harga BBM Berbuntut Menurunnya Kepuasan Masyarakat terhadap Kinerja Jokowi

Menurut Bahlil, Presiden Jokowi mampu menunjukkan pertarungan leadership antara pemimpin negara bila melihat hasil survei kepuasan publik terhadap pemerintahan.

Bahlil menekankan pemerintahan Jokowi-Maruf bisa melewati permasalahan isu global seperti pengendalian pandemi Covid-19, pemulihan ekonomi, dan perang Ukraina dengan Rusia.

"Ini bukan karena saya menteri namun terbukti pertumbuhan ekonomi Indonesia masih salah satu yang terbaik di dunia, kita tumbuh 5,75 persen dan inflasi tertahan di bawah 6 persen," imbuhnya.

Dia menambahkan tingginya konsumsi domestik masih menjadi faktor utama ekonomi Indonesia dalam tren positif.

"Jujur saya katakan mengelola negara dalam keadaan krisis tidak ada rumusnya, kecuali mengedepankan kemampuan koordinasi serta kepemimpinan yang kuat," kata Bahlil.

Tim ekonomi di Kabinet Indonesia Maju, menurut Bahlil, selalu memiliki cara-cara baru dalam mengendalikan laju perekonomian.
Bahlil menyampaikan Presiden Jokowi selalu memiliki gagasan yang tidak biasa sehingga dapat menjaga inflasi tidak hanya mengandalkan Bank Indonesia melalui suku bunga.

"Pak Jokowi dalam mengendalikan inflasi, dia mengecek komoditas mana yang banyak memberikan kontribusi, kemarin ada bawang dan cabai kemudian logistiknya ditanggung APBD," urai Bahlil.

Baca juga: Hasil Survei Terbaru: Mayoritas Masyarakat Puas Kinerja Jokowi

"Ini rumus yang tidak lazim dilakukan oleh kepala negara sebelumnya, maksud saya ini adalah cara berpikir out of the box dari pemimpin dalam menyikapi dinamika ekonomi," sambungnya.

Memuaskan Publik

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved