Pilpres 2024

Zulkifli Hasan: KIB Makin Solid, Kalau Gerindra dan PKS Mau Bergabung, Ya Silakan

Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN mengatakan, saat ini KIB masih membuka pintu untuk Partai Gerindra dan PKS. Kalau ingin bergabung ya silahkan.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
BUKA PINTU - Koalisi Indonesia Bersatu kini membuka pintu bagi Partai Gerindra dan PKS untuk bergabung. Peluang untuk bergabung masih terbuka lebar karena masa pendaftaran koalisi partai masih lama. Ini disampaikan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan 

POS-KUPANG.COM - Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN ( Partai Amanat Nasional ) mengungkapkan fakta terbaru tentang siloditas tiga partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Tiga partai itu, yakni Golkar, PAN dan PPP semakin solid dari hari ke hari. Bahkan sekarang ini, setiap ada apa-apa, pasti selalu bertiga.

Untuk itu, lanjut Menteri Perdagangan ini, kalau Partai Gerindra dan PKS ( Partai Keadilan Sejahtera ) juga ingin bergabung di KIB, ya silahkan.

"Nanti akan bicara di KIB. KIB makin solid. Menambah boleh, jadi misalkan PKS mau masuk, Gerindra mau gabung, boleh saja."

Baca juga: Zulkifli Hasan: Ganjar Pranowo Pantas Jadi Calon Presiden, PAN akan Pertimbangan dengan Cermat

Zulkifli Hasan mengungkapkan hal tersebut di Kantor DPP PAN, Warung Buncit Raya, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa 6 Desember 2022.

Dikatakannya, pendaftaran koalisi parpol untuk Pilpres 2024, masih lama. Karena itu, pihaknya selalu berkoordinasi dengan KIB, bila ada partai yang mau bergabung.

LEBIH DIUNGGULKAN - Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar lebih diunggulkan sebagai sosok pengganti Presiden Jokowi. Ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indonesia Network Election Survei atau INES.
LEBIH DIUNGGULKAN - Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar lebih diunggulkan sebagai sosok pengganti Presiden Jokowi. Ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indonesia Network Election Survei atau INES. (POS-KUPANG.COM)

"Jadi pendaftaran itu kan masih lama. Kami sudah punya KIB. Golkar, PAN, PPP. Nanti apakah ada tambah bergabung, capres-nya nanti bagaimana, siapa, itu kita akan berunding. Jadi segala sesuatu kita akan bicarakan bertiga," ujarnya.

Hingga saat ini, katanya, KIB masih sangat solid. "KIB solid, kuat. Sekarang ini kalau ada apa-apa harus KIB, bertiga," kata Zulhas.

Banyak Dukung Ganjar Pranowo

Pada bagian lain, dia juga mengatakan bahwa dalam politik, perbedaan itu hal biasa dalam demokrasi.

Contohnya, dulu Anies Baswedan dan Sandiaga Uno itu duet memimpin DKI Jakarta. Tapi sekarang beda. Sudah pisah.

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, katanya, berbeda dukungan. "Sekarang pisah. Biasa enggak? Biasa," kata Zulkifli.

Tak hanya itu, Zulhas juga mengenang ketika partainya tak ikut berkoalisi mendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada pemilihan presiden (pilpres) 2014 dan 2019.

Baca juga: Zulkifli Hasan Dikecam karena Kampanye Sambil Bagi Minyak Goreng, SosoK ini Beri Peringatan Keras

Zulhas menyebut saat itu PAN mengusung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat itu.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved