Berita Timor Tengah Utara

Dorong Peningkatan Produksi dan Ekspor, Kantor Karantina Pertanian Kupang Gelar Workshop di TTU

Dalam sambutannya, Bupati Timor Tengah Utara, Drs. Juandi David mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Karantina Pertanian Kupang

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
Pose bersama Bupati TTU, Drs. Juandi David, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Kupang, Yulius Umbu Hunggar, Staf Khusus Menteri Pertanian Republik Indonesia Bidang Komunikasi Pembangunan Pertanian, Yesiah Ery Tamalagi, Senior Analis Perkarantinaan Tumbuhan Ahli Utama dari Badan Karantina Pertanian, Antarjo Dikin para pejabat lintas sektor serta warga Kabupaten TTU pasca kegiatan workshop Gerakan Tiga Kali Ekspor, Selasa, 6 Desember 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Kupang /  Kantor Karantina Pertanian Kupang menggelar kegiatan workshop Gerakan Tiga Kali Ekspor ( Gratieks ) dan Pemberdayaan Masyarakat di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur NTT.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Victory II Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa, 6 Desember 2022 ini dihadiri oleh Bupati TTU, Drs. Juandi David, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Kupang, Yulius Umbu Hunggar, Staf Khusus Menteri Pertanian Republik Indonesia Bidang Komunikasi Pembangunan Pertanian, Yesiah Ery Tamalagi, Senior Analis Perkarantinaan Tumbuhan Ahli Utama dari Badan Karantina Pertanian, Antarjo Dikin para pejabat lintas sektor serta warga Kabupaten TTU.

Dalam sambutannya, Bupati TTU, Drs. Juandi David mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Karantina Pertanian Kelas 1 Kupang tersebut.

Baca juga: Sekda Sampaikan Kabar Baik Bagi Para Guru Sarjana Filsafat Agama Katolik di Kabupaten TTU

Program Gerakan tiga kali ekspor atau Gratieks merupakan salah satu program Kementerian Pertanian yang berperan vital mendorong kemandirian dan kesejahteraan para petani.

Melalui program Gratieks tersebut, ucapnya, tercipta ekosistem perekonomian di Kabupaten TTU yang modern,  meningkatkan nilai ekspor komoditas pertanian, peningkatan aktivitas produksi dan aktivitas pasca produksi.

Juandi mengajak masyarakat dan semua pihak untuk berkomitmen dalam memfasilitasi dan mendorong akselerasi ekspor komoditas pertanian di Kabupaten TTU.

Orang nomor satu Kabupaten TTU ini juga menegaskan bahwa, masyarakat dan Pemerintah Kabupaten TTU menyambut baik dan  sangat mendukung program Gratieks. Pasalnya, program ini dapat menjadi salah satu langkah strategis dan jangka panjang dalam meningkatkan aspek produksi komoditas unggulan.

Sementara itu, Kepala Kantor Karantina Pertanian Kelas 1 Kupang, Yulius Umbu Hunggar menuturkan bahwa, tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut yakni mengakselerasi potensi pertanian di Kabupaten TTU.

"Bagaimana kita meningkatkan potensi pertanian dengan berorientasi pada ekspor. Hal ini bisa berjalan lancar, jika produksi pertanian meningkat," ujarnya.

Dikatakan Yulius, latar belakang diselenggarakan kegiatan ini adalah sebagai salah satu langkah antisipatif terhadap prediksi krisis pangan pada tahun-tahun mendatang.

Selain meningkatkan budidaya, para petani juga diajak untuk merawat dan melindungi lingkungan dari hama penyakit.

Baca juga: Polemik Seleksi Administrasi PPPK TTU, Sekda Fransiskus Fay Akui Tim Verifikasi Kurang Cermat

Ia menegaskan bahwa, yang menjadi manager di bidang pertanian adalah para petani. Oleh karena itu, para petani mesti memanfaatkan lahan tidur untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Perubahan mindset di bidang pertanian menjadi titik penting pemangku kepentingan mendorong masyarakat keluar dari berbagai persoalan.

Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Pertanian Republik Indonesia Bidang Komunikasi Pembangunan Pertanian, Yesiah Ery Tamalagi menjelaskan bahwa, Menteri Pertanian RI memiliki visi secara khusus dalam kebijakan pembangunan pertanian dengan berorientasi pada kesejahteraan para petani.

Bagi Ery, kebijakan tersebut terus didorong untuk meminimalisir aktivitas impor komoditas pertanian di Negera Indonesia. 

“Menteri pertanian kita fokus pada kesejahteraan petani, maka kita usahakan betul untuk penuhi kebutuhan hasil pertanian, kita usahakan betul untuk tidak impor,” kata Ery. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved