Berita Timor Tengah Utara

Sekda Sampaikan Kabar Baik Bagi Para Guru Sarjana Filsafat Agama Katolik di Kabupaten TTU

Pemda TTU melalui Panitia Seleksi untuk meyakinkan ke pemerintah pusat bahwa dalam penetapan formasi akademik

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
Sekda TTU, Fransiskus Fay 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG. COM, KEFAMENANU - Sekretaris Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara atau Sekda TTU, Fransiskus Fay menegaskan bahwa, pihaknya akan memberikan atensi khusus terhadap lulusan Sarjana Filsafat Agama Katolik dalam perekrutan PPPK dan ASN pada tahun-tahun mendatang.

Hal itu disampaikan Sekda TTU merespon keluhan para lulusan Sarjana Filsafat Agama Katolik yang tidak diakomodir dalam kualifikasi akademik perekrutan PPPK Guru Kabupaten TTU tahun 2022 ini.

"Keluhan teman-teman Sarjana Filsafat ini, ke depan akan menjadi perhatian Pemda. Tetapi untuk tahun ini, saya sampaikan bahwa, sesuai dengan kualifikasi akademik formasi itu tidak ada," ujarnya saat ditemui POS-KUPANG.COM, Senin, 5 Desember 2022.

Baca juga: Seorang Pria di Timor Tengah Utara Ditemukan Tewas

Pada tahun-tahun mendatang Pemda TTU melalui Panitia Seleksi untuk meyakinkan ke pemerintah pusat bahwa dalam penetapan formasi akademik, Sarjana Filsafat Agama Katolik bisa menjadi perhatian.

Baginya, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yakni bahwa para lulusan Sarjana Filsafat Agama Katolik ini telah mengabdi dalam kurun waktu yang lama serta memiliki akta mengajar dan terdapat sebagai tenaga pengajar Non-ASN di Dapodik.

Selain itu, Fransiskus Fay juga menegaskan bahwa, polemik seorang Sarjana Filsafat Agama Katolik yang dinyatakan lulus dalam seleksi administrasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Timor Tengah Utara beberapa waktu lalu merupakan kekurangcermatan Tim Verifikasi.

Menurutnya, pada tahun ini tidak ada kualifikasi akademik Sarjana Filsafat Agama Katolik untuk formasi PPPK Guru Kabupaten TTU tahun 2022.

" Itu karena panitia verifikasi berkas ini kurang cermat. Sehingga satu orang Sarjana Filsafat itu terakomodir dalam seleksi PPPK" tukasnya saat ditemui POS-KUPANG.COM, Senin, 5 Desember 2022.

Baca juga: Porprov NTT 2022, Atlet Shorinji Kempo Sumbang Medali Emas Terbanyak untuk Timor Tengah Utara

Ia menuturkan bahwa, pasca polemik itu muncul, pihaknya telah menyurati Kemendikbud dan BKN untuk menyampaikan kekurangcermatan itu.

Hingga saat ini, Pemda TTU dalam hal ini Pansel Perekrutan PPPK Kabupaten TTU sedang menunggu petunjuk dari Kemendikbud dan BKN terkait hal ini.

"Apapun petunjuk dari Kemendikbud dan BKN Pemda akan tindaklanjuti secepatnya," ungkap Fransiskus.

Sebelumnya diberitakan, Seleksi administrasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga bermasalah.

Fakta ini mencuat pasca dilakukan pengumuman penambahan peserta seleksi penilaian kesesuaian prioritas 2 dan prioritas 3 sebanyak 34 orang yang tersebar pada beberapa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang diterima POS-KUPANG.COM pada, Selasa, 29 November 2022 dan ditandatangani oleh Plt Kadis PKO Kabupaten TTU, Rayimundus Aluman.

Baca juga: Bupati Timor Tengah Utara Pimpin Upacara Peringatan HKN 2022

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved