Berita NTT
Dapur Kelor Dapat Permintaan Ekspor ke Cina dan Jepang
Dari Cina dan Jepang meminta kita mengekspor ke mereka, tapi kita juga masih harus lengkapi beberapa permintaan mereka
"Momentum boomingnya kelor di NTT harus dijaga kualitasnya. Kualitas lebih penting daripada kuantitas. Misalnya jangan pakai pestisida. Harus organik dalam melakukan penanaman. Begitu juga dalam proses produksi menjadi serbuk kelor. Quality control harus jalan," katanya.
Pada Expo tersebut disampaikan Dedi, pihaknya tidak menjual produk olahan kelor namun membagikan secara gratis. Ternyata para perwakilan negara negara sangat antusias dengan produk olahan kelor yang dibagikan. Dari situlah kata dia ia mendapat permintaan ekspor dari China dan Jepang.
"Mereka tidak hanya mau ambil barangnya tapi juga mau lihat pendukung sertifikasi. Kita optimis bisa memenuhi permintaan pasar Jepang dan China," jelasnya.
Sebagai informasi, Asia Fruit Logistica 2022 di Bangkok belum lama ini merupakan expo buah-buahan dan tanaman. Pesertanya dari Asia dan juga dari Eropa. Dari Indonesia, satu-satunya peserta yang ikut expo tersebut adalah Dapur Kelor NTT yang hadir dengan berbagai produk olahan kelor.
Baca juga: Siswa-Siswi Speksanyo Juara I Lomba Putra-Putri Tari Cilik NTT 2022
Pada expo tersebut bagikan produk kita kepada peserta dan pengunjung expo tersebut.
Dalam expo di Bangkok tersebut, Dapur Kelor mempromosikan olahan kelor NTT dan juga langsung membagikan secara gratis kepada pengunjung dan peserta yang ada.
Saat ini sudah banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bergerak dibidang pengelolaan tanaman kelor di NTT.
Dari UMKM tersebut sudah banyak yang menghasilkan produk produk olahan yang siap bersaing dipasaran.
Hal ini tidak terlepas dari dukungan Kedua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat dan Founder Dapur Kelor, Ir. H Dedi Krisnadi. Ditangan mereka berdua kelor siapa naik kelas.(*)
Ikuti Berita POS-KKUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dapur-kelor-saat-mempromosikan-kelor-dalam-expo-asia-fruit-logistica-2022.jpg)