KKB Papua

KKB Papua - Konflik di Papua Jadi Batu Ujian Yudo Margono, Anton Aliabbas Singgung Reorientasi

Hingga saat ini, Kelompok Kriminal Bersenjata atau biasa disebut KKB Papua, terus melakukan tindakan anarkis bahkan menebar ancaman bagi warga sipil.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
KKB PAPUA JADI PR - Konflik Papua yang selama terjadi antara prajurit TNI dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) yang harus diperhatikan calon Panglima TNI, Yudo Margono. Ini pesan Kepala CIDE (Center for Intermestic and Diplomatic Engagement) Anton Aliabbas. 

POS-KUPANG.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau biasa disebut KKB Papua hingga kini terus melakukan tindakan anarkis bahkan menebar ancaman kepada warga sipil.

Aksi demi aksi seakan tak pernah berkesudahan. Bahkan belakangan ini kelompok separatis itu sering menyerang warga sipil yang sedang merenda hidup di Tanah Papua.

Rupanya, konflik nan berkepanjangan itu, menjadi salah satu pekerja rumah yang bakal dihadapi calon tunggal Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono.

Pasalnya, sampai saat ini KKB Papua tak pernah berhenti melancarkan tindakan kejamnya, membunuh para pihak walau melanggar hak asasi manusia.

Baca juga: KKB Papua - Kapolres Manokwari Meradang, Tanpa Izin KKB Papua Kibarkan Bendera Bintang Kejora

Atas fakta itulah, Kepala CIDE ( Center for Intermestic and Diplomatic Engagement ) Anton Aliabbas, angkat bicara.

Dia mengatakan, konflik di Papua merupakan salah satu batu ujian bagi Yudo Margono dalam menunaikan tugas selaku Panglima TNI.

DILUMPUHKAN - Hingga saat ini KKB Papua tak henti-hentinya melancarkan tindakan anarkis. Baru-baru ini mereka mengendap-endap mendekati helikopter yang sedang terparkir. Tindakan itu terpantau aparat Brimob, sehingga dalam sekali tembakan, pria KLKB itu tewas bersimbah darah.
DILUMPUHKAN - Hingga saat ini KKB Papua tak henti-hentinya melancarkan tindakan anarkis. Baru-baru ini mereka mengendap-endap mendekati helikopter yang sedang terparkir. Tindakan itu terpantau aparat Brimob, sehingga dalam sekali tembakan, pria KLKB itu tewas bersimbah darah. (POS-KUPANG.COM)

Yudo Margono, lanjut Anton Aliabbas, harus bisa melakukan perubahan pendekatan ke kelompok tersebut dalam hal pencegahan dan penanganan kasusnya.

Satu hal yang harus dicermati, pesan dia, adalah reorientasi militer, baik di Papua maupun Papua Barat

"Reorientasi militer di Papua dan Papua Barat hingga kini belum terlihat jelas. Nah, kebijakan ini mesti diperjelas oleh panglima mendatang," ujar Anton dalam keterangan tertulis, Senin 28 November 2022.

Dikatakannya, perubahan kebijakan di Papua penting untuk dilakukan. Sebab sejauh ini, masalah di Papua belum menampakkan perubahan yang signifikan.

"Kejelasan tentang pendekatan non-kekerasan dan reorientasi militer pasca DOB di Papua, juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan," pesan Anton Aliabbas.

Karena, lanjut dia, belakangan ini beredar kabar burung bahwa ada rencana penambahan komando teritorial di Bumi Cenderawasih sebagai konsekuensi dari ditetapkannya daerah otonom baru (DOB) di Papua.

Bahwa selama ini, katanya, wacana soal reorientasi kebijakan penanganan konflik di Papua, sebetulnya telah diungkapkan Jenderal Andika Perkasa pada awal menjabat sebagai Panglima TNI.

Baca juga: KKB PAPUA - Muhammad Ralas Dihabisi KKB Papua di Tengah Hutan, Istri Ungkap Fakta Mengerikan

Begitu juga dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman yang sempat menyinggung soal pendekatan humanis di Papua.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved