Breaking News:

Gempa Cianjur

Gubernur Jawa Barat Murka, Label Donatur Korban Gempa Cianjur Dicopot

Ulah oknum anggota ormas mencopot label identitas donatur yang memberi bantuan kepada para korban Gempa Cianjur, membuat Ridwan Kamil murka.

Editor: Alfons Nedabang
INSTAGRAM JOKOWI
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau lokasi longsoran akibat gempa bumi magnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa 22 November 2022. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Ulah oknum anggota ormas mencopot label identitas donatur yang memberi bantuan kepada para korban Gempa Cianjur, Jawa Barat membuat Ridwan Kamil murka. Sang gubernur kemudian memberikan pernyataannya melalui akun instagram resminya.

Dalam pernyataannya tersebut pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan pihak yang memberikan bantuan tidak pilah pilih. Karena itu ia merasa kesal atas ulah oknum anggota ormas tersebut.

"Bencana ini datang tidak pilih-pilih dan pastinya mendampaki semua orang, semua pihak dan semua golongan di Cianjur tercinta ini," ujar Ridwan Kamil melalui akun Instagramnya, @ridwankamil dikutip Minggu (27/11/2022).

Kang Emil menjelaskan bantuan datang dari semua pihak, dari semua golongan, kelompok, apapun keyakinan atau agamanya.

"Berdirinya bendera, spanduk, baliho, stiker dari para pemberi bantuan adalah hal yang wajar, karena mungkin itu bagian dari pelaporan pertanggungjawaban kepada para donatur yang menitipkan bantuan kepada mereka," tegasnya.

Ia pun meminta pihak kepolisian mengusut tuntas insiden pencopotan label donator tersebut.

Baca juga: BERITA FOTO - Cianjur Luluh Lantak Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 5,6

"Saya sudah meminta kepolisian khususnya Kapolda Jawa Barat untuk menindaklanjuti hal ini agar tidak terulang lagi di kemudian hari. Hatur Nuhun," ujarnya.

Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan, menjelaskan pihaknya telah memeriksa sejumlah oknum anggota ormas yang mencabut stiker yang bertuliskan 'Aksi Kasih Gereja Injil' di dua titik penampungan korban gempa bumi.

Menurut AKBP Doni Hermawan, aksi pencabutan stiker yang terpasang di dua lokasi penampungan korban terdampak gempa bumi tersebut terjadi di Desa Sarampad dan Wangunkerta.

"Yang mencabut stiker itu adalah anggota Ormas Garis Cianjur, bukan masyarakat," kata Doni.

Menurutnya, ormas yang melakukan pencabutan terhadap stiker tersebut sudah berjanji tidak akan melakukan hal itu kembali. "Sudah saya jelaskan, tidak ada donatur yang datang ke Cianjur dengan tujuan tertentu. Namun apabila melakukan pencabutan-pencabutan seperti itu akan kita tindak tegas," ucapnya.

Selain itu, Doni mengatakan, pencabutan stiker yang bertuliskan aksi kasih gereja injil tersebut dilakukan oleh empat hingga lima orang. "Ketuanya sudah kita lakukan pemeriksaan tadi malam. Karena kebetulan ketuanya pada saat itu ada di lokasi kejadian," ucapnya.

Doni menegaskan, adanya pihak yang melakukan pencabutan stiker tersebut membuat masyarakat sekitar merasa resah. Sebab, yang melakukan bukan warga yang berada di penampungan.

Baca juga: BREAKING NEWS : Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Cianjur, 20 Orang Meninggal Dunia

"Jadi yang intoleran adalah ormas tersebut, bukan masyarakat Cianjur. Karena itu perlu diluruskan bahwa masyarakat Cianjur sangat menerima bantuan dari mana dan siapa pun," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved