Berita Kota Kupang

Banyak Siswa Tak Bisa Baca, DPRD Kota Kupang: Peran Penting Guru dan Orang Tua

Anggota DPRD Kota Kupang, Nining Basalamah mengaku menyesalkan masalah ini. Memang kondisi beberapa tahun terakhir semua sektor lesuh akibat pandemi. 

Editor: Eflin Rote
Tribun-Papua.com/ Marcel
BAGI BENDERA - Petugas dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika membagi-bagikan bendera merah putih kepada murid Sekolah Dasar, Rabu 10 Agustus 2022. Ini merupakan bagian upaya Pemerintah untuk menanamkan rasa memiliki dan cinta kepada NKRI dalam diri anak-anak. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ribuan siswa sekolah dasar (SD) di Kota Kupang tak bisa baca. DPRD Kota Kupang menilai ini membutuhkan peran penting dari guru maupun orang tua.  

Anggota DPRD Kota Kupang, Nining Basalamah mengaku menyesalkan masalah ini. Memang kondisi beberapa tahun terakhir semua sektor lesuh akibat pandemi. 

"Tapi disini, itulah peran penting  seorang guru sebenarnya. Saya bukan menyalahkan guru, cuma maunya saya tingkatkan SDM guru," lanjut Nining Basalamah , Kamis 24 November 2022. 

Politisi PPP itu berkata, tiap tugas yang berikan ke siswa harus tetap diawasi dengan ketat. Alasan pandemi, menurutnya, sebenarnya bisa disiasati dengan tetap memantau aktivitas siswa melalui pendekatan terbatas. 

Dia berharap agar program Lopo Belajar yang baru diluncurkan itu bisa dioptimalkan sehingga tempat itu bisa digunakan maksimal. Dengan begitu maka siswa bisa belajar dengan baik. 

Ia menambahkan, orang tua yang bekerja, juga harus bisa membagi waktu agar membantu pendidikan anak-anak. Baginya pandemi covid-19 justru mengajarkan anak-anak untuk malas belajar. 

"Mudah-mudahan dinas pendidikan lebih ekstra memperhatikan lagi, karena, jujur ini sangat disesalkan dan kita pasti akan diketawai provinsi ataupun kabupaten lain. Jangan terjadi di tahun-tahun yang ada datang," tegasnya. 

Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Ewalde Taek, mengatakan, pandemi covid-19 telah memberi dampak pada sekotr pendidikan. Tidak hanya anak-anak PAUD tapi juga mahasiswa di perguruan tinggi. 

Secara khsusu, Ewalde menyebut masalah yang terjadi di sekolah dasar di Kota Kupang merupakan hal wajar. Dia beralasan karena orang tua di rumah tidak memiliki kemapuan dan kualitas yang sama dengan guru-guru ketika memberi pembelajaran bagi anak di rumah. 

Disamping itu, kemapuan orang tua juga sebagainya masih terbatas dalam memberikan tambahan pelajaran bagi anaknya. Untuk itu, Pemerintah perlunhadir sebagai tanggungjawab mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Baca juga: Fraksi DPRD Kota Kupang Pertanyakan Anggaran TPP TA 2023

Ketua DPC PKB Kota Kupang itu berkata, Pemerintah diharapkan bisa mendorong dukungan itu melalui sistem anggaran di tahun 2023. Ia menyarankan agar anggaran itu bisa membantu siswa di buku pelajaran dan infrastruktur pendukung sebagai tempat belajar. 

Sisi lain, Ewalde Taek justru mengomentari anggaran sebelumnya yang digunakan untuk membeli perangkat belajar yang tidak menyentuh secara langsung ke bidang keilmuan. 

"Kita tauh anak di tingkat PAUD, harus bisa baca. Tapi kita paham situasi pandemi. Mari kita berikan suport kepada PAUD untuk terus berkarya, teeutama memberi pembelajaran holistik menuju SD yang bisa baca dan menulis," katanya. (Fan)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved