Pilpres 2024

Prabowo Subianto Belum Tentukan Figur Cawapres, Kini Beredar Nama Khofifah Indar Parawansa

Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra, sampai sekarang belum menentukan nama figur yang akan mendampinginya sebagai calon wakil presiden.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
PILIH KHOFIFAH - Prabowo Subianto disarankan untuk memilih Khofifah Indar Parawansa sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024. Keputusan untuk sosok yang satu ini jauh lebih tepat jika harus memilih Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin atau Ganjar Pranowo. 

POS-KUPANG.COM - Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra, sampai sekarang belum menentukan nama figur yang akan mendampinginya sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024 mendatang.

Meski demikian satu nama yang selalu disebut-sebut sebagai figur yang tepat untuk Prabowo Subianto, adalah Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin.

Namun belakangan ini muncul lagi dua nama lain selain Muhaimin Iskandar. Dua nama tersebut, yakni Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah dan Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.

Yang kian jadi bahan pergunjingan publik dari dua nama tersebut, adalah Khofifah Indar Parawansa. Dari gaya kepemimpinannya, ia dinilai pantas mendampingi Prabowo yang akan maju sebagai calon presiden.

Baca juga: Prabowo Subianto Pecahkan Rekor, Raih 93 Persen Hasil Survei Voxpol Center, Disusul Anies Baswedan

Untuk diketahui, Prabowo Subianto kini sangat berhati-hati dalam menentukan pasangan. Hal itu dilakukan setelah belajar dari kekalahan pada Pilpres 2019 lalu.

Dalam situasi inilah, publik mulai menduetkan Prabowo dengan figur yang lain, termasuk Khofifah Indar Parawansa.

Disebutkan bahwa jika sebelumnya Prabowo-Sandiaga Uno kalah di Jawa Timur, maka kali ini Prabowo Subianto harus menang dengan calon wakil presiden Khofifah Indar Parawansa.

BERSAMA JOKOWI - Momen indah saat Prabowo Subianto bersama Presiden Jokowi membahas pelbagai hal tentang bangsa dan negara Indonesia. Akankah Presiden Jokowi memberikan dukungan kepada Prabowo pada Pilpres 2024 mendatang?
BERSAMA JOKOWI - Momen indah saat Prabowo Subianto bersama Presiden Jokowi membahas pelbagai hal tentang bangsa dan negara Indonesia. Akankah Presiden Jokowi memberikan dukungan kepada Prabowo pada Pilpres 2024 mendatang? (POS-KUPANG.COM)

Para analis politik juga menyebutkan bahwa Partai Gerindra akan lebih memilih Prabowo Subianto-Khofifah ketimbang Prabowo-Muhaimin.

Jika duet ini yang diusung maka Prabowo Subianto bakal tampil sebagai pemenang pada Pilpres 2024 mendatang.

Untuk diketahui, pada Pilpres 2019 lalu, pasangan Prabowo-Sandiaga Uno kalah dari rivalnya Jokowi-Maruf Amin untuk wilayah Jawa Timur.

Dalam perolehan suara di provinsi tersebut, Jokowi-Maruf Amin mendapat suara sebesar 16.231.668 dengan presentase 65,7 persen.

Sedangkan pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno memperoleh 8.441.247 suara atau dengan presentase 34,3 persen.

Total suara di Jatim mencapai 25.511.241 pemilih, dengan suara tidak sah sebesar 838.326.

Baca juga: Prabowo Subianto Diramalkan Menang Pilpres 2024, Dukungan Presiden Jokowi Jadi Penentu

Dari peta perolehan suara tersebut, duet Jokowi-Maruf Amin unggul di 32 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur. Sementara Prabowo-Sandi hanya unggul di 6 kabupaten.

Untuk diketahui pula bahwa lebih dari separuh pemilih nasional ada di Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Banten dan Jawa Barat.

Sementara khusus untuk Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat, tercatat 154 juta pemilih yang tersebar di tiga provinsi ini pada Pilpres 2019 lalu.

Pada Pilpres 2019, misalnya, suara sahnya di Jawa Tengah tercatat sebanyak 21,7 juta orang.

Jumlah ini lebih sedikit 3 juta suara dibandingkan dengan Jawa Timur dan 5 juta suara dari Provinsi Jawa Barat atau Jabar.

Untuk Jawa Tengah saja, wilayah tersebut merupakan basis PDI Perjuangan. Saat Pilpres 2019, duet Prabowo-Sandiaga Uno hanya mendapat 4.944.447 suara sementara Jokowi-Maruf 16.825.511 suara.

Prabowo dipilih seperempat lebih sedikit dari suara sah, sisanya ke Jokowi. Selisihnya pun mencapai hampir 12 juta suara.

Di Jatim, suara sah di Pemilu 2019 ada 24,6 juta orang. Prabowo hanya mendapat separuh dari suara yang diraih Jokowi.

Prabowo 8,4 juta suara, Jokowi 16,2 juta suara. Prabowo-Sandi hanya menang di Jabar.

Jokowi-Maruf mendapat 10.750.568 suara, sementara Prabowo-Sandi mendulang 16.077.446 suara.

Total pengguna hak pilih di Jabar mencapai 27.467.370 orang. Adapun, jumlah seluruh suara sah mencapai 26.828.014.

Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam menduga, Partai Gerindra masih ragu untuk mengusung Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar sebagai cawapres di Pemilu 2024.

Baca juga: Surya Paloh Tak Akan Iri Gegara Ucapan Jokowi kepada Prabowo Subianto Soal Jatah Presiden 2024

Menurut Umam, alih-alih Cak Imin, Gerindra lebih mempertimbangkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk dampingi Prabowo.

"Di satu sisi, PKB tentu mengharapkan nama Cak Imin sebagai cawapres," kata Umam kepada Kompas.com, Kamis 28 Juli 2022.

"Namun di sisi lain, ada elemen di lingkaran inti Gerindra yang mengharapkan nama Khofifah sebagai pendamping Prabowo di Pilpres 2024 mendatang," tuturnya.

Umam berpendapat, Gerindra setidaknya punya dua alasan untuk lebih mempertimbangkan Khofifah.

Pertama, partai pimpinan Prabowo Subianto itu hendak menyasar basis pemilih loyal Nahdlatul Ulama (NU), khususnya di kalangan ibu-ibu.

Kalangan Nahdliyin ini umumnya tergabung dalam jaringan Muslimat, Fatayat, maupun alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) atau Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang berasal dari akar kultural Nahdliyyin.

"Semua itu diharapkan bisa menjadi trade off atau pertukaran kekuatan pemilih, sebagai pengganti atas kekuatan dukungan yang hilang atau setidaknya menurun secara signifikan dari basis dukungan kelompok muslim di wilayah Sumatera, Jawa Barat, NTB dan lainnya di 2024 mendatang," ujar Umam.

Kedua, kata Umam, Gerindra telah berhitung bahwa salah satu faktor kekalahan Prabowo di Pilpres 2014 dan 2019 karena terjadinya defisit dukungan di wilayah Jatim.

Baca juga: Muhaimin Iskandar Bakal Bikin Poros Baru Jika Tak Diakomodir Dampingi Prabowo Subianto

Oleh karenanya, penguasaan wilayah Jatim diharapkan mampu mendorong kemenangan Prabowo di pilpres mendatang.

Umam mengatakan, upaya menyandingkan Prabowo-Khofifah berpotensi terganjal oleh sejumlah realitas politik.

Pertama, Khofifah tidak memilik rumah politik yang jelas. Kendati punya kedekatan sejarah dengan partai Islam seperti PKB dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), mantan Menteri Sosial itu justru diusung oleh Demokrat dan Golkar di Pilkada Jatim 2018.

Kedua, lanjut Umam, PKB sebagai partai yang akan berkoalisi dengan Gerindra diprediksi akan terus menawarkan nama Cak Imin sebagai cawapres.

Ketiga, suara Nahdliyin berpotensi terbelah di 2024 dan tidak sesolid saat Pilpres 2019, ketika politik identitas menguat dan Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin jadi cawapres Joko Widodo.

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyatakan, rapimnas tersebut sekaligus akan meresmikan koalisi antara partainya dengan PKB.

"Pertemuan dengan pihak PKB kemarin itu juga sudah kesepakatan, akhirnya kemudian rapimnas pencapresan dan pengumuman koalisi akan dilakukan pada tanggal 13 agustus, hitung-hitungan hari baiknya begitu," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu 27 Juli 2022.

Kendati acara tersebut akan dihadiri oleh Ketua Umum PKB Muhaimim Iskandar, Dasco belum bisa memastikan apakah koalisi ini bakal menduetkan Prabowo dan Imin sebagai pasangan capres cawapres.

Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama Ari Junaedi menyebut PKB mesti mencari figur pasangan "pengantin" yang cocok mendampingi Prabowo Subianto.

Baca juga: Presiden Jokowi Lebih Dekat dengan Ganjar Pranowo Ketimbang Prabowo Subianto dan Anies Baswedan

“Kritik saya hanya untuk sosok Muhaimin Iskandar yang masih kurang laku di pasar calon pemilih,” tutur Ari kepada Kompas.com, Kamis 28 Juli 2022. Sebab, lanjut Ari, elektabilitas Muhaimin dari berbagai lembaga survei masih rendah.

Di sisi lain, Ari melihat Khofifah dapat menjadi sosok lain yang dilirik PKB untuk mendampingi Prabowo.

Ia mengatakan, Khofifah memiliki modal politik lebih mumpuni ketimbang Cak Imin. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved