Berita Kota Kupang

Empat Kepala Sekolah Lingkup Yayasan Swastisari Keuskupan Agung Kupang Resmi Dilantik

Para pejabat yang dilantik, katanya, tentu telah melalui pertimbangan yang matang. Untuk itu, setelah pelantikan ini maka laksanakan tugas secara baik

Penulis: Edi Hayong | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/EDI HAYONG
POSE BERSAMA- Para kepala sekolah dibawa Yayasan Swastisari Keuskupan Agung Kupang (KAK) pose bersama usai dilantik  Ketua Pengurus Yayasan Swastisari KAK, Romo Hironimus Pakaenoni, Pr, LPH, Rabu 23 November 2022. 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Sebanyak empat kepala sekolah lingkup Yayasan Swastisari Keuskupan Agung Kupang (KAK) resmi dilantik oleh Ketua Pengurus Yayasan Swastisari KAK, Romo Hironimus Pakaenoni Pr, LPH, Rabu 23 November 2022.

Adapun pejabat yang dilantik yakni, Kepala SDK Perema Sabu Raijua, Tadeus Lodo, S.Pd.SD, Kepala SDK Mehona Sabu Raijua, Gerson Nada, S.Pd.SD, Kepala SDK  St. Yoseph 1 Kota Kupang, Aurelia Yulianti, S.Pd dan Kepala SMA Seminari St. Rafael Oepoi, Romo Fransiskus Kopong Mamu Pr, S.Fil.

Dihadapan pejabat yang baru dilantik serta undangan yang hadir di Aula Yayasan Swastisari KAK, Romo Hironimus Pakaenoni mengatakan, pelantikan atau pengukuhan dalam tradisi apapun merupakan hal biasa. 

Para pejabat yang dilantik, katanya, tentu telah melalui pertimbangan yang matang. Untuk itu, setelah pelantikan ini maka laksanakan tugas secara baik dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Dirinya menegaskan, dalam pelantikan kali ini ada yang berbeda dimana SDK Mehona dipimpin pejabat yang bukan beragama Katolik.

Baca juga: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Dinas Dikbud Kota Kupang Sudah Usulkan Pembayaran TPP

"Ini membuktikan yayasan tidak eksklusif dan ini hasil kerjasama dengan pemerintah setempat sangat harmonis. Suasana toleransi berjalan sangat baik," katanya.

Dirinya salut dengan  Pastor Paroki di Sabu Raijua Franz Lackner yang selama ini punya perhatian terhadap pendidikan di sabu Raijua tanpa sekat.

Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan terus terjadi sehingga pejabat yang dilantik perlu mengikuti perubahan karena akan menghadapi era teknologi 5.0.

"Selalu komunikasi dengan semua pihak yang berkompeten. Membangun jejaring yang baik dalam membangun SDM dan tidak boleh tuutup diri karena itu tidak akan berkembang. Ciptakan suasana kondusif di lingkungan sekolah," pintanya.

Sementara Kabid Khusus dan Layanan Khusus Dinas Dikbud NTT, Yanuarius Laka pada kesempatan ini menyampaikan profisiat dan terima kasih kepada yayasan ini yang sudah banyak mencetak lulusan yang luar biasa tersebar di NTT. 

Baca juga: Dikbud Kota Kupang Segera Terapkan Aplikasi Papapede

Menurutnya, Ini bukti nyata keterlibatan yayasan untuk membangun pendidikan di NTT. Pemerintah akan terus mendukung pengembangan pendidikan yang sudah dirintis selama ini.

"Ada aturan pada beberapa tahun lalu PNS ditarik dari sekolah yayasan namun atas usulan mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya ke pusat bahwa di NTT sebelum sekolah negeri ada maka swasta duluan sehingga tidak jadi ditarik guru negeri dari yayasan," ungkap Laka.

Diakuinya ada permintaan dari yayasan soal guru P3K yang lulus tidak ditarik ke sekolah negeri tapi ini  belum ada regulasi sehingga berdasarkan kesepakatan dengan Komisi V DPRD NTT  akan didialogkan dengan pemerintah pusat agar tidak ditarik ke sekolah negeri.

"Pesan saya bahwa sebelum menjadi kepala sekolah, pejabat yang ada adalah guru. Karena sudah menjadi pimpinan maka diharapkan menjalankan tugas dengan baik dalam menghasilkan SDM berkualitas," harap Laka.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved