Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Sabtu 19 November 2022, Allah Orang Hidup
Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul Allah Orang Hidup.
Pasalnya kecenderungan kita untuk berdebat dan bahkan mempersalahkan Tuhan karena kematian orang yang kita cintai.
Padahal, mereka yang telah meninggal itu kita yakin dan percaya bahwa mereka hidup kembali di hadapan Tuhan seperti malaikat.
Kelemahan kemanusiaan kita masih kuat sehingga kita kadang tak sanggup memahami kebenaran Allah dalam hal ini tentang hidup sesudah kematian.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 19 November 2022, Upah Kesetiaan
Dalam konteks ini, kita diajak untuk rendah hati mengakui bahwa urusan kematian dan kebangkitan itu adalah urusan Tuhan, bukan urusan kita.
Urusan kita adalah bagaimana kita menjalani hidup kita di dunia ini, karena ketika kita mati, semuanya sudah menjadi Hak Tuhan.
Maka ketika berhadapan dengan kisah-kisah kematian, seharusnya memberi peringatan kepada kita untuk selalu menjalani hidup kita dengan penuh iman dan kesetiaan kepada Allah lewat semua yang dipercayakan Tuhan kepada kita.
Dan itu masih dalam tanggung jawab kita sebagai manusia. Sedangkan ketika kematian, itu sudah masuk dalam ranah tanggung jawab Tuhan sendiri.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 19 November 2022, Upah Kesetiaan
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus.
Inspirasi yang bisa kita petik pada hari ini, pertama, Allah adalah Allah orang hidup dan bukan Allah orang mati.
Kedua, tentang kematian dan hidup sesudah kematian itu semua tanggung jawab Tuhan dan kita sedikit pun tak punya andil untuk mengaturnya.
Ketiga, yang terpenting bagi kita adalah kita fokus dengan hidup kita yang saat ini dengan kesetian dan ketekunan penuh iman dan kebenaran karena itu adalah tugas dan tanggung jawab kita dan yang akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan.
Marilah kita semakin setia dan tekun menjalani hidup kita dalam iman dan kebenaran. Semoga.
Teks Lengkap Bacaan Sabtu 19 November 2022
Bacaan Pertama: Wahyu 11:4-12
Kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pio-Hayon-SVD-Bruder_01.jpg)