Selasa, 5 Mei 2026

Pilpres 2024

Rocky Gerung Sebut Anies Baswedan Punya Modal Besar Tapi Harus Siap Lawan Penguasa Besar

Rocky Gerung, Pengamat Politik, tetiba angkat bicara terkait pesta demokrasi pada tahun 2024 mendatang. Akan ada dua kekuatan yang saling berhadapan.

Tayang:
Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
DUA KEKUATAN - Rocky Gerung mengatakan, pada pilpres nanti akan muncul dua kekuatan yang saling berhadap-hadapan. Dua kekuatan tersebut, yakni calon presiden yang punya modal kuat berupa relawan murni versus calon presiden yang didukung penguasa besar yang juga pemodal besar dalam Pilpres 2024. 

“Kami di Koalisi Perubahan lagi coba, kenapa agak lama? Bocoran sedikit, kami lagi lawan oligarki, ini enggak boleh ada pemodal besar yang menguasai kita,” kata Mardani dalam diskusi yang digelar Kaukus Muda Indonesia (KMI) di Salemba, Jakarta Pusat, Kamis.

SUDAH BENAR - Rocky Gerung, Pengamat Politik yang kontroversial, meyakinkan Megawati Soekarnoputri bahwa sudah benar PDIP mengusung Puan Maharani jadi Capres pada Pilpres 2024. Puan merupakan pewaris nilai-nilai Soekarnoisme, sedangkan Ganjar tidak.
SUDAH BENAR - Rocky Gerung, Pengamat Politik yang kontroversial, meyakinkan Megawati Soekarnoputri bahwa sudah benar PDIP mengusung Puan Maharani jadi Capres pada Pilpres 2024. Puan merupakan pewaris nilai-nilai Soekarnoisme, sedangkan Ganjar tidak. (POS-KUPANG.COM)

Terpisah, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh justru mengharapkan kedatangan pemodal besar, di saat PKS sedang melawan pemodal besar tersebut.

"Siapa pemodal besar itu? Kita pun juga kepengin. Coba sebutkan kita kepengin, katakan kita kepengin," ujar Paloh saat ditemui di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat 11 November 2022.

Baca juga: Anies Baswedan Diingatkan PDIP Saat Temui Gibran di Solo: Ini Trik Pecah Belah Partai

Paloh menjelaskan, pemodal besar itu harus mau dekat dan bersimpati dengan Nasdem. Jika ya, Nasdem akan menghormati pemodal besar tersebut.

"Ini kan apes ini. Pemodal besar enggak ada, pemodal kecil enggak ada," ucap dia.

Akan tetapi, Paloh tetap mewaspadai jika ternyata pemodal besar tersebut ingin mengacaukan koalisi Nasdem-Demokrat-PKS. Dia pun menyebut segala kemungkinan bisa saja terjadi jelang Pilpres 2024.

"Heh, ini kan segala kemungkinan bisa terjadi. Kalau kita bilang iya, salah. Kita bilang tidak, juga salah. Jadi kita harus waspada. Bahasa Jawanya eling dan wospodo," imbuh Paloh. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved