Rabu, 13 Mei 2026

Pilpres 2024

Rocky Gerung Sebut Anies Baswedan Punya Modal Besar Tapi Harus Siap Lawan Penguasa Besar

Rocky Gerung, Pengamat Politik, tetiba angkat bicara terkait pesta demokrasi pada tahun 2024 mendatang. Akan ada dua kekuatan yang saling berhadapan.

Tayang:
Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
DUA KEKUATAN - Rocky Gerung mengatakan, pada pilpres nanti akan muncul dua kekuatan yang saling berhadap-hadapan. Dua kekuatan tersebut, yakni calon presiden yang punya modal kuat berupa relawan murni versus calon presiden yang didukung penguasa besar yang juga pemodal besar dalam Pilpres 2024. 

POS-KUPANG.COM - Rocky Gerung, Pengamat Politik, tetiba angkat bicara terkait pesta demokrasi yang akan berlangsung pada tahun 2024 mendatang.

Rocky Gerung seakan gusar, karena pada Pilpres 2024 mendatang akan ada dua kekuatan yang bakal bertarung.
Dua kekuatan tersebut, yakni modal besar versus penguasa besar. Dan, calon presiden yang punya modal besar adalah relawan yang kompak. Lawannya adalah calon presiden yang diback up penguasa besar.

Dalam pandangannya, Rocky Gerung mengatakan bahwa saat ini Anies Baswedan yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta itu. sudah punya modal yang kuat untuk tampil pada panggung Pilpres 2024.

Modal yang dimiliki oleh Anies Baswedan, adalah kekuatan para relawan. Mantan pengajar filsafat di Universitas Indonesia pun mengatakan dukungan relawan Anies adalah dukungan yang murni.

Baca juga: Rocky Gerung Tangkap Pesan Presiden Jokowi Soal Prabowo: Maksudnya Asuh Puan Maharani

"Saya ke berbagai daerah menemui relawan Anies. Mereka murni untuk mendukung Anies. Ini sebuah kekuatan besar melawan oligarki," tandas Rocky Gerung.

Ia juga menyebutkan, bahwa isu oligarky menjadi salah satu kekuatan yang harus dihadapi Anies Baswedan dalam pertarungan nanti.

Dan, Anies bakal mampu karena selain diusung Partai NasDem, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga didukung oleh Partai Keadilan Sejahtera atau PKS dan Partai Demokrat.

CALON PRESIDEN - Sosok kontroversial Rocky Gerung membandingkan tiga calon presiden RI, yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Dia mengatakan, kalau Indonesia ingin maju, maka pilih Anies. Hanya dia yang bakal beda. Sedangkan dua sosok lainnya, hanya meneruskan progran Presiden Jokowi.
CALON PRESIDEN - Sosok kontroversial Rocky Gerung membandingkan tiga calon presiden RI, yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Dia mengatakan, kalau Indonesia ingin maju, maka pilih Anies. Hanya dia yang bakal beda. Sedangkan dua sosok lainnya, hanya meneruskan progran Presiden Jokowi. (POS-KUPANG.COM)

"Saya ke berbagai daerah menemui relawan Anies. Mereka murni untuk mendukung Anies. Ini sebuah kekuatan besar melawan oligarki," tandas Rocky

Rocky Gerung menyampaikan itu saat wawancara dengan Hersubeno Arief dari FNN yang ditayang kanal YouTube Rocky Gerung Official belum lama ini.

Hal senada disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah.

Dia mengatakan, Koalisi Perubahan yang diusung Partai Nasdem, Demokrat dan PKS untuk Anies Baswedan, bukan hanya menghadapi pemodal besar, tetapi juga "penguasa besar".

Mungkin karena faktor tersebut, lanjut Dedi Kurnia Syah, sehingga wajar apabila koalisi yang menamakan diri sebagai Koalisi Perubahan itu, hingga kini tidak kunjung dideklarasikan.

Baca juga: Rocky Gerung Yakinkan Megawati: Sudah Benar Kalau PDIP Jagokan Puan Maharani Jadi Capres 2024

Hal tersebut, lanjut dia, berkaca pada banyaknya tekanan setelah Nasdem mendeklarasikan dukungan kepada mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden.

"Sejak Nasdem deklarasikan Anies sebagai capres, kontan tekanan dari banyak pihak bermunculan, sehingga wajar jika deklarasi bersama ini temui hambatan, tidak saja pemodal besar, melainkan juga 'penguasa besar'," kata Dedi saat dihubungi, Sabtu 12 November 2022.

Dedi menuturkan, tidak dapat dipungkiri kalau Anies punyai potensi untuk membangun dukungan besar pada Pilpres 2024.

"Dan, ada yang saat ini miliki kekhawatiran itu, sehingga memulai kontestasi dengan lebih cepat, yakni sejak masa keterusungan sudah mulai saling menjegal," ujar Dedi.

Oleh karena itu, ia menekankan bahwa Nasdem, Demokrat, dan PKS harus kuat dan kompak untuk menghadapi tekanan tersebut.

Awalnya PDIP Berniat Usung Puan

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda meyakini, bahwa semula PDIP hendak mencalonkan Puan Maharani sebagai presiden.

Tapi keputusan itu akhirnya dipending setelah Anies Baswedan ditetapkan Partai Nasdem sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.

Sejak saat itulah PDIP harus melakukan perhitungan ulang. Dampak dari keputusan Surya Paloh itu dirasakan PDIP sampai sekarang. Buktinya, hingga kini PDIP belum punya kepastian akan mendukung siapa pada Pilpres 2024 mendatang.

Baca juga: Rocky Gerung Kritik Jokowi Soal Reshuffle Kabinet, Mestinya Luhut Diganti

"Kita bicara PDIP. Kalau bukan Anies Baswedan lawannya, mungkin Puan Maharani akan maju," kata Hanta dalam wawancara khusus di program Gaspol! Kompas.com, Selasa 8 November 2022.

Dikatakannya, PDIP sedianya ingin mengajukan sang putri mahkota, Puan Maharani, sebagai calon presiden. Namun, partai banteng sadar bahwa elektabilitas anak bungsu Megawati Soekarnoputri itu kurang menjanjikan.

Oleh karenanya, melihat pergerakan lawan politik khususnya Nasdem yang mencalonkan Anies, PDI-P pun kini mempertimbangkan nama Ganjar Pranowo.

Pasalnya, dibandingkan dengan Puan Maharani, Ganjar punya modal elektabilitas yang jauh lebih besar. Tingkat elektoral Gubernur Jawa Tengah itu menjadi yang tertinggi sesuai survei berbagai lembaga.

Dengan demikian, lanjut Hanta, masih terbuka peluang bagi Ganjar Pranowo untuk diusung PDIP sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.

"Dengan Anies pemantik utamanya, ini kelas berat yang muncul ini. Berarti kartu Ganjar hidup juga ini, akan dipertimbangkan. (Ganjar) diuntungkan dengan Anies yang dimajukan," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS Mardani Ali Sera menyebut perlawanan oligarki menjadi salah satu alasan deklarasi Koalisi Perubahan tertunda.

Mardani mengaku saat ini pihaknya tengah menggalang format gerakan. Pihaknya tidak menginginkan keterlibatan 'pemodal besar' dalam koalisinya.

Adapun Nasdem ingin mendeklarasikan Koalisi Perubahan bersama Demokrat dan PKS pada Kamis 10 November 2022, akan tetapi hal itu urung digelar.

“Kami di Koalisi Perubahan lagi coba, kenapa agak lama? Bocoran sedikit, kami lagi lawan oligarki, ini enggak boleh ada pemodal besar yang menguasai kita,” kata Mardani dalam diskusi yang digelar Kaukus Muda Indonesia (KMI) di Salemba, Jakarta Pusat, Kamis.

SUDAH BENAR - Rocky Gerung, Pengamat Politik yang kontroversial, meyakinkan Megawati Soekarnoputri bahwa sudah benar PDIP mengusung Puan Maharani jadi Capres pada Pilpres 2024. Puan merupakan pewaris nilai-nilai Soekarnoisme, sedangkan Ganjar tidak.
SUDAH BENAR - Rocky Gerung, Pengamat Politik yang kontroversial, meyakinkan Megawati Soekarnoputri bahwa sudah benar PDIP mengusung Puan Maharani jadi Capres pada Pilpres 2024. Puan merupakan pewaris nilai-nilai Soekarnoisme, sedangkan Ganjar tidak. (POS-KUPANG.COM)

Terpisah, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh justru mengharapkan kedatangan pemodal besar, di saat PKS sedang melawan pemodal besar tersebut.

"Siapa pemodal besar itu? Kita pun juga kepengin. Coba sebutkan kita kepengin, katakan kita kepengin," ujar Paloh saat ditemui di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat 11 November 2022.

Baca juga: Anies Baswedan Diingatkan PDIP Saat Temui Gibran di Solo: Ini Trik Pecah Belah Partai

Paloh menjelaskan, pemodal besar itu harus mau dekat dan bersimpati dengan Nasdem. Jika ya, Nasdem akan menghormati pemodal besar tersebut.

"Ini kan apes ini. Pemodal besar enggak ada, pemodal kecil enggak ada," ucap dia.

Akan tetapi, Paloh tetap mewaspadai jika ternyata pemodal besar tersebut ingin mengacaukan koalisi Nasdem-Demokrat-PKS. Dia pun menyebut segala kemungkinan bisa saja terjadi jelang Pilpres 2024.

"Heh, ini kan segala kemungkinan bisa terjadi. Kalau kita bilang iya, salah. Kita bilang tidak, juga salah. Jadi kita harus waspada. Bahasa Jawanya eling dan wospodo," imbuh Paloh. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved