Pilpres 2024

Jamiluddin Ritonga: Koalisi Perubahan Punya Siasat Wait and See, Kini Cermati Langkah PDIP

Jamiluddin Ritonga, Pengamat Politik membeberkan fakta tentang Koalisi Perubahan yang diusung 3 partai politik untuk menyambut Pilpres 2024 mendatang.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
WAIT AND SEE - Sebelum dideklarasikan, ternyata Koalisi Perubahan yang diusung Partai NasDem, Demokrat dan PKS punya siasat wait and see. Menunggu momen yang tepat untuk deklarasi sambil mengamati peta kekuatan lawan. Strategi baru ini dibuat untuk menguatkan langkah-langkah Koalisi Perubahan untuk menggapai kemenangan pada Pilpres 2024 mendatang. 

"Sejak awal memang belum ada kesepakatan ketiga partai untuk deklarasi. Jadi sesungguhnya deklarasi itu bukan batal tetapi memang belum ada kata sepakat," ujarnya.

Artinya, lanjut dia, 10 November 2022 merupakan tanggal yang diusulkan NasDem, tetapi belum disetujui oleh Demokrat dan PKS.

Tiga Kepentingan Belum Menyatu

Tempo hari juru bicara DPP PKS, Muhammad Kholid, mengatakan batalnya deklarasi PKS, NasDem dan Demokrat untuk koalisi di Pilpres bukan berarti ada keretakan.

Kholid berdalih saat ini ketiga parpol sedang mempersiapkan kemenangan di pesta demokrasi nanti.

PERLU KAWAN - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh perlu kawan untuk mengantar Anies Baswedan maju ke Pilpres 2022. Ini juga untuk memenuhi syarat ambang batas calon presiden atau presidential threshold 20 persen.
PERLU KAWAN - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh perlu kawan untuk mengantar Anies Baswedan maju ke Pilpres 2022. Ini juga untuk memenuhi syarat ambang batas calon presiden atau presidential threshold 20 persen. (POS-KUPANG.COM)

"Mundurnya deklarasi tersebut bukan berarti tanda keretakan atau ancaman, tapi ini proses alamiah membangun koalisi," ucap Kholid, Selasa 8 November 2022.

Ia melanjutkan, "Inti koalisi adalah bertemunya titik kepentingan semua pihak yang akan berkoalisi."

DPP PKS ingin menuntaskan pembahasan tim kecil dari masing-masing parpol untuk menyamakan persepsi terkait sejumlah kesepakatan.

"Kami ingin menuntaskan terlebih dahulu, seperti platfotm, desain pemerintahan, strategi pemenangan, dan pasangan capres-cawapres," kata Kholid.

Kholid berani menjamin, ketiga parpol tetap berkomitmen bersama mempersiapkan agenda Pilpres 2024 nanti dan sampai sekarang sudah banyak hal yang disepakati.

Baca juga: Surya Paloh Tak Jamin Anies Baswedan Bisa Tembus Pilpres 2024 Kalau Tanpa Kawan Seperjuangan

"Terkait simulasi cawapres kita akan lakukan kajian bersama empat pihak (PKS, Nasdem, Demokrat, dan capres). Nanti kita akan lihat simulasi terbaik yang bisa diterima empat pihak," kata Kholid.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya mengatakan dalam pertemuan terakhir, perwakilan Demokrat dan PKS, belum sepakat soal pembahasan waktu deklarasi.

Anies Baru Calon Nominasi

Di balik hingar bingar soal batalnya deklarasi, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberikan pengakuan yang mengejutkan publik.

Ia tidak menjamin Anies Baswedan bakal mendapat tiket sebagai calon presiden di Pilpres 2024. Sejauh ini Anies Baswedan baru calon nominasi NasDem.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved