Minggu, 12 April 2026

Berita Alor Hari Ini

Maryanti Manobe: Kita Harus Merasa Terganggu

Pendeta (Pdt) Maryanti Manobe, S.Th, mengatakan, kita harus merasa terganggu dengan ketidakadilan dan penindasan

Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
PESERTA - Foto bersama peserta PKM UKAW, Minggu 13 November 2022 di Jemat Elohim Bukapiting, Klasis Alor Timur Laut. 

POS-KUPANG.COM – Pendeta (Pdt) Maryanti Manobe, S.Th, mengatakan, kita harus merasa terganggu dengan ketidakadilan dan penindasan.

“Kita harus merasa terganggu dengan peristiwa ketidakadilan, penindasan, pelecehan yang terjadi dalam masyarakat, apalagi dalam gereja. Jangan berdiam diri, walaupun hal itu tidak terjadi dalam hubungan dengan kita secara langsung“, kata Pdt, Meryanti Manobe, S.Th pada khotbah Kebaktian Pembukaan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) Pascasarjana Teologi UKAW dalam Payung Kegiatan Christhian Leadership Academy (CLA) dan The Contextualy Biblical Hermenutics Academy CBHA) di Jemaat Elohim Bukapiting, Klasis Alor Timur Laut, Minggu, 13 November 2022.

Menurut Manobe yang mendasarkan teks khotbahnya dari Kitab Esther 4:10-17, kita diingatkan untuk tidak berdiam diri kalau terjadi ketidakadilan.

Banyak orang yang lebih suka memilih diam karena merasa itu bukan tugasnya dan bukan urusannya, sebab tidak terkait dengan dirinya dan keluarganya. Karena merasa hal itu adalah tugas dan tanggungjawab orang lain.

“Teks bacaan kita menegaskan bahwa kita harus peka dan turut terganggu dengan ketidak adilan yang terjadi, kendatipun itu tidak ada hubungan langsung dengan diri kita dan keluarga kita sekalipun. Tuhan memanggil kita untuk bersuara dan bertindak membela orang-orang yang terpinggirkan, diperlakukan tidak adil atau ditindas, diperlakukan semena-mena, hak-hak asasi diganggu dan lain sebagainya,“ katanya.

Hal kedua yang penting untuk direnungkan adalah bahwa orang percaya mesti menaruh iman percayanya secara total kepada Tuhan.

Baca juga: Bentuk Tim Pora Tingkat Kecamatan, Kanim Kupang Sambangi Ujung Timur Pulau Alor

“Jadi mereka yang berani membela orang-orang yang ditindas, ia tidak akan sendiri, karena Tuhan Allah menjadi pelindung dan pembelanya juga. Jadi kita tidak perlu ragu apalagi takut berjuang atas nama kemanusiaan dan hak asasi manusia karena Tuhan pasti ada bersama kita“ kata Pdt. Meryanti Manobe yang melayani sebagai pendeta dan Ketua Majelis Jemaat Koinonia Serenglang menutup renungan khotbahnya.

Sementara Pdt. Dr. Aped Doeka dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Ketua Majelis Jemaat Elohim Bukapiting, Pdt Sanci Oan, S.Th dan kepada seluruh Anggota Majelis Jemaat serta jemaat yang telah menjadi Tuan dan Nyonya rumah utnuk kegiatan dimaksud.

Juga ucapan terima kasih kepada Pdt. Josua Penpada, STh, Ketua Klasis, Alor Timur Laut.

“Saya juga sekaligus pada kesempatan ini mau mempromosikan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, agar bapak Ibu dan saudara-saudara semua untuk menyekolahkan anak-anak di jenjang S1 maupun S2 di Universitas Kristen UKAW oleh karena berbagai keunggulan dan kemanjuan yang telah dicapai UKAW selama ini. UKAW bukan saja memiliki banyak tenaga pengajar yang handal baik tamatan dalam dan luar negeri tetapi juga memiliki banyak fasiltas pendukung untuk menimba ilmu disana,” katanya.

“Saya juga mengajak para pendeta untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata 2 pascasajar teologi UKAW. Jangan biarkan kepala kita dibiarkan kosong berlama-lama setelah berpuluh-puluh tahun tamat S1 dan melayani di jemaat. Perut kosong masih baik, tapi kaalau kepala yang kosong bisa mendatangkan perbuatan-perbuatan yang merugikan gereja dan pelayanannya“, kata Doeka, Dosen dan Direktur Pascasarjana Teologi UKAW ini disambut tawa lucu dari para jemaat yang hadir.

Baca juga: Pengamatan Gerhana Bulan di NTT, Wilayah Alor Terlihat Jelas

Sementara Pdt. Josua Penpada, S.Th, merasa gembira karena karena klasisnya dipercayakan sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan PKM UKAW.

Dia berharap hal ini bisa menjadi model untuk klasis-klasis lainnya juga apalagi temanya menyangkut gereja dan HAM. 

“Saya secara pribadai merasa tertantang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2, karena seperti yang dikatakan pak direktur tadi, saya juga sudah melayani lebih dari sepuluh tahun, dan merasa kepala dan otak saya mulai kosong“, kata Penpada, disambut tawa jemaat yang hadir.

Tampak hadir pada acara tersebut para dosenpascarjanateologi UKAW, Pdt. Dr. Mesakh A.P.. Dethan, Pdt. Dr. Ira Mangililo, Para TokohJemaat, Tokoh Pemuda dan Jemaat Eolhim Bukapiting.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved