Porprov NTT 2022

Porprov NTT 2022, Aksi Atlet Pencat Silat Belu Didukung Penuh Suporter di Tribun

Pada pertandingan hari pertama ini menghadirkan peserta dari Kabupaten Kupang,  Ende, Belu, Sikka Nagekeo, Ngada dan Kota Kupang

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
BELU- Penampilan tim Pencak Silat beregu putri asal Kabupaten Belu saat berlaga di ajang Porprov NTT VIII di Aula Gedung DPD I Partai Golkar NTT, Minggu 13 November 2022 

Acara pembukaan diawali dengan defile para peserta dari Kabupaten dan Kota. Nampak hadir turut menyaksikan, Sekretaris Umum KONI NTT, Lambert Tukan dan Ketua Komisi Disiplin. 

Sebelumnya juga ada arahan dari Komisi Disiplin, Roby Ndoen. 

Menurut Ketua Umum IPSI NTT, dr. Messerasi Ataupah para atlet nantinya pulang ke daerah masing-masing dengan bahagia.

"Pulang dengan bahagia, walaupun kalah, bagi yang menang jangan sombong," kata Messerasi.

Dia mengharapkan, IPSI NTT selalu menggelar even minimal setiap tahun ada even di kabupaten dan kota.

"Porprov NTT VIII ini ada kelas lomba yang baru, yaitu lomba seni," katanya.

Messerasi menyinggung soal manajerial di pengcab masing-masing yang harus diperhatikan.

Baca juga: Porprov NTT 2022, HIPMI NTT Dukung Pemerintah Siapkan Atlet untuk PON 2028

"Kita berharap di tahun 2024 sudah ada pesilat dari NTT yang berlaga di even nasional dan internasional," kata Messerasi.

Hadir saat pertandingan Pencak Silat ini, Delegasi Teknik, Ferdy Amatae, Ketua Pertandingan, Sefnat Loloau dan Imanuel Tadji, Dewan Wasit, Adiana Tahun, John Henuk dan Steven Suni.

Sementara wasit juri saat pertandingan ini, baik untuk seni beregu putra -putri maupun ganda putra -putri,  yakni Viktor Thung, Yohanes Gemuk, Jane  Mbado, Stefanus Sini dan Ridwan Bara. Kelima wasit juri ini juga yang memimpin pertandingan.

 Tim SBD Dihentikan

Sementara itu, saat pertandingan Seni Beregu Putri, Ketua Pertandingan menghentikan pertandingan dari tim Sumba Barat Daya (SBD).

Nampak, saat tim SBD berada di arena, baru sekitar satu menit, wasit memberi isyarat kepada ketua  pertandingan agar pertandingan dihentikan.

Beberapa wasit mengangkat tangan berbentuk palang dan direspon oleh ketua pertandingan sehingga pertandingan dari tim SBD dihentikan.

Pemberhentian tim atau peserta beregu putri dari SBD ini karena ada peserta yang dinilai tidak siap sehingga gerakan yang dilakukan tidak seragam. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved