Pilpres 2024

Presiden Jokowi Lebih Dekat dengan Ganjar Pranowo Ketimbang Prabowo Subianto dan Anies Baswedan

Presiden Jokowi itu lebih dekat dengan Ganjar Pranowo, ketimbang dua figur calon presiden lainnya, yakni Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
DEKAT - Momen-momen kedekatan antara Presiden Jokowi dengan Ganjar Pranowo. Menurut Ari Junaedi, kedekatan antara Jokowi dan Ganjar sangat natural ketimbang kedekatan dengan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. 

POS-KUPANG.COM - Presiden Jokowi itu secara natural lebih dekat dengan Ganjar Pranowo, ketimbang dua figur calon presiden lainnya, yakni Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Faktor psikologis pada Presiden Jokowi itu disampaikan Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama, Ari Junaedi, kepada Kompas.com, Senin 7 November 2022.

Ari Junaedi mengemukakan hal itu menyusul pernyataan Presiden Jokowi yang meminta partai politik agar jangan lama-lama mengumumkan nama calon presiden untuk Pilpres 2024 mendatang.

Menurut Ari Junaedi, pernyataan Presiden Jokowi itu, merupakan sinyal dari orang nomor satu di RI untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Baca juga: Jokowi Restui Prabowo Capres, Pengamat : Isyarat Menjegal Anies Baswedan

Dikatakannya, sosok Ganjar Pranowo sepertinya lebih mendapat dukungan dari Presiden Jokowi ketimbang dua calon presiden lainnya, yakni Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Atau dengan kata lain, lanjut dia, dibanding Prabowo Subianto dan Anies Baswedan yang merupakan kandidat presiden dari partai yang berbeda, sosok Ganjar Pranowo paling mungkin mendapat dukungan dari Jokowi.

BERSAING KETAT - Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo bersaing ketat dalam penyelenggaraan Musyawarah Rakyat Indonesia di Palembang akhir Oktober 2022 lalu. Nama keduanya mencuat sebagai calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang.
BERSAING KETAT - Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo bersaing ketat dalam penyelenggaraan Musyawarah Rakyat Indonesia di Palembang akhir Oktober 2022 lalu. Nama keduanya mencuat sebagai calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang. (POS-KUPANG.COM)

"Jika kita membedah DNA linearitas pernyataan Jokowi dengan tiga capres itu, saya menerjemahkan keinginan Jokowi tentang sosok pelanjutnya ada pada Ganjar Pranowo," kata Ari.

Menurut dia, kedekatan yang terbentuk antara Jokowi dengan Ganjar, sangat natural. Keduanya juga sama-sama berada di bawah payung yang sama, yakni PDI Perjuangan.

Sedangkan dengan Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, kedekatan itu baru terbangun setelah Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Hubungan itu makin dekat setelah Prabowo Subianto didaulat untuk bergabung di Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Jokowi.

Pasalnya, Mantan Komandan Kopassus itu awalnya berseberangan dengan Jokowi, bahkan ia menganggap remeh kemampuan Mantan Wali Kota Solo itu.

Akan tetapi, katanya, setelah Prabowo jadi Menteri Pertahanan RI dan berada di dekat Jokowi, baru terungkap bahwa selama ini Prabowo demikian memuji Jokowi sebagai sosok pekerja keras.

Baca juga: Anies Baswedan Sudah Siap Hadapi Pilpres 2024, Modal Awalnya Jelas, Relawan IndonesiAnies

Hal ini berbeda dengan Anies Baswedan. Hingga kini, katanya, Jokowi sepertinya mengambil jarak dengan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Hal ini terbukti ketika Jokowi mencopot Anies dari kursi Mendikbud RI pada tahun 2016 silam.

"Jokowi itu bertipe pekerja keras. Dia tidak suka berbasa-basi, apalagi memilin kata," ujar Ari Junaedi seakan menyinggung Anies Baswedan

"Sementara dengan Ganjar, itu seide dan seirama. Gestur politik keduanya itu terlihat sejak lama," ungkap Ari Junaedi.

Menurut dia, pernyataan Jokowi agar sosok capres diumumkan tidak terlalu lama, sebetulnya ingin mengingatkan PDI-P dan KIB ( Koalisi Indonesia Bersatu ) agar segera mendeklarasikan Ganjar jadi capres.

Koalisi Indonesia Bersatu merupakan koalisi tiga partai untuk mengusung calon presiden pada Pilpres 2024. Tiga partai tersebut, antara lain Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan atau PPP).

Jokowi dinilai khawatir, Anies dan Prabowo yang sudah mengumumkan kesiapannya maju capres tidak diimbangi gerak cepat dari partai-partai yang hendak mendukung Ganjar.

"Jokowi tidak ingin momentum 'eranya Ganjar' tidak ditangkap dengan jeli oleh PDI-P dan KIB," kata dosen Universitas Indonesia itu.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkap sejumlah kriteria capres yang menurutnya mumpuni untuk menghadapi kondisi sosial ekonomi Indonesia.

Jokowi mengatakan, tokoh yang akan menggantikannya itu harus memiliki jam terbang tinggi dan saling melengkapi.

Baca juga: Anies Baswedan Sebut Rekam Jejaknya di Jakarta Jadi Contoh untuk Indonesia ke Depan

"Ke depan itu memerlukan pemimpin yang tidak hanya ngerti makro, bukan hanya ngerti mikronya, tetapi memang harus mampu bekerja lebih detail, menguasai data dan lapangan, kemudian memutuskan," kata Jokowi dalam wawancara khusus dikutip Kompas.id, Minggu 6 November 2022.

Jokowi sadar bahwa kewenangan memutuskan sosok capres ada di tangan partai politik. Namun, dia berharap parpol tidak terlalu lama mengambil langkah.

"Yang paling penting kalau saya ya... Memang harus hati-hati dalam memutuskan calon, tapi juga jangan terlalu lama, sehingga rakyat nanti bisa menilai," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved