Senin, 13 April 2026

Berita NTT

Bibit dan Sumur Bor jadi Keluhan Petani di Kabupaten Kupang 

sehingga kami berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk menyediakan alat sumur bor dan bibit tanam yang cukup

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK.HUMAS NTT
PERTEMUAN - Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat bertemu Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Kompleks Dalam Kom, Kabupaten Kupang. Kamis 3 November 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG -Keterbatasan bibit tanaman dan sumur bor menjadi kendala para petani di Kabupaten Kupang ketika memanfaatkan lahan untuk menanam.  

Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Kompleks Dalam Kom Costandji Sambera, menyampaikan itu saat bertemu gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di ruang kerja Gubenur, Kamis 3 November 2022. 

Ia menjelaskan, 75 Hektar padi dan 3 Hektar jagung siap dipanen pada tanggal 8 November 2022 mendatang. Beberapa kendala yang dihadapi petani saat ini adalah kondisi air sumur bor yang sangat kurang dan bibit yang terbatas.

Baca juga: ARAKSI NTT Bertemu Gubernur NTT Viktor Laiskodat Bahas Besipae

"Saat ini kami masih menghadapi beberapa kendala seperti sumur bor yang kurang dan bibit yang terbatas membuat kami kesusahan, sehingga kami berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk menyediakan alat sumur bor dan bibit tanam yang cukup," kata Sambera.

Mendengar keluhan itu, gubernur Viktor Laiskodat mendorong P3A segera berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT untuk segera mengatasi masalah tersebut.

Sewaktu pertemuan itu juga membahas perluasan lahan tanam P3A yang sekarang seluas 360 Hektar.  Gubernur ingin agar segera memperluas lahan tanam tersebut. Minimal 300 hektar dan bahkan sampai 500 hektar untuk ditanam jagung dan padi.

“Saya sangat berharap agar para petani di Kabupaten Kupang dapat memanfaatkan 360 Hektar lahan tanam pertanian dengan sebaik-baiknya.  Sehingga dapat menghasilkan jagung dan padi yang melimpah. Pada tahun 2023 mendatang kita bisa mencegah inflasi yang terjadi dan juga mengantisipasi ancaman krisis pangan di waktu mendatang," ujarnya. 

Baca juga: Bupati TTU Sebut Tudingan Ketua ARAKSI NTT Tidak Berdasar

Disamping itu, perlu ada kerja kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten dan Kota dalam menunjang kebutuhan para petani. Maksudnya untuk membantu berbagai kekurangan yang ada.

“Saya berharap agar Pemerintah Kabupaten Kupang bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, dapat segera mengatasi setiap masalah yang ada sehingga tidak menghambat kinerja petani. Semua komponen masyarakat harus terlibat majukan pertanian," jelasnya. (Fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved