Berita Sikka
Warga Nonton Rekonstruksi Kasus Pembuangan Bayi di Sikka
Mulai dari proses persalinan masuk kamar mandi, ambil kain untuk bungkus bayi hingga membawa bayi ke kali.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
"Kami tidak tahu dia hamil. Hari Sabtu pas keajadian juga dia sempat pergi sekolah," katanya.
Saat warga geger dengan penemuan jasad bayi tanggal 17 September 2022, Stefania mengaku tak ada di lokasi karena mengantar benang tenun untuk saudaranya di Desa Kringa, Kecamatan Talibura.
Stefania baru mengetahui kejadian setelah menerima informasi dari warga sekitar bahwa ada sesosok jasad bayi laki-laki ditemukan dalam kondisi tertimbun pasir dekat rumahnya.
Baca juga: Kios Nusantara di Sikka Terbakar, Satu Korban Dilarikan Ke Rumah Sakit
Ia tak menyangka sekaligus terkejut ketika tahu bayi malang itu merupakan cicitnya sendiri.
"Saya antar benang untuk saudara di Desa Kringa," katanya
Sebelum menumpang angkutan umum, Stefania sempat bertemu KKL memakai baju biasa tepat Pukul 14.00 Wita. KKL yang hendak pulang kampung akhirnya satu mobil bersama Stefania.
"Ketemu di pohon asam tapi sudah pakai pakaian biasa. Waktu pagi pergi sekolah dia pakai seragam SMK," ceritanya.
Ia juga menjadi saksi untuk dimintai keterangan mengenai kasus pembuangan bayi tersebut. Ia mengaku diinterogasi aparat polisi.
"Saya juga dipanggil polisi tapi saya jawab pertanyaan sesuai yang saya tahu," katanya.
Baca juga: Gangguan Ginjal Akut Misterius, Bupati Sikka imbau Warga Minum Obat Harus Ada Resep Dokter
Pantauan POS-KUPANG.COM, rumah tembok batako baru dibangun kurang lebih dua tahun lalu. Dindingnya belum diplester. Jaraknya berkisar sepuluh meter dari TKP pembuangan bayi.
Rumah tiga kamar dengan luas 6 x 8 meter ditempati depalan anggota keluarga. Jarak dengan tetangga dibatasi jalan tanah bisa diakses dua tubuh orang dewasa.
Disana terdapat saluran drainase yang mengarah langsung ke TKP. Tepi drainase dan kawah kali tingginya hampir satu meter. Onggokan tanah dan bebatuan membuat tempat itu lebih dangkal.
Masih ada garis polisi yang membentengi TKP. Bekas evakuasi jasad bayi dari tumpukan pasir empat hari lalu belum terhapus seutuhnya.
Hingga saat ini, terduga KKL sudah ditahan di Mapolres Sikka. Polisi masih menyelidiki kasus ini dan menguak keterlibatan sejumlah pihak. (GG).
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/warga-memadati-tkp-untuk-menonton-reka-ulang-kasus-pembuangan-bayi.jpg)