Senin, 18 Mei 2026

Pemilu 2024

KPU Beli Kendaraan Taktis untuk Angkut Logistik Pemilu

Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana membeli kendaraan taktis untuk menghadapi Pemilu 2024.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
Kompas.com
Maung Pindad. Kendaraan taktis ini akan dibeli KPU untuk mengangkut logistik Pemilu 2024. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana membeli kendaraan taktis untuk menghadapi Pemilu 2024. kendaraan taktis tersebut akan digunakan untuk menyalurkan logistik pemilu ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.

”Rencananya memang untuk daerah-daerah yang susah terjangkau. Kita mau mobil logistik sebenarnya, tuh, distribusi logistik, tapi tidak semua daerah. Tergantung kondisi daerahnya,” kata Sekretaris Jenderal KPU Bernard Dermawan Sutrisno kepada wartawan, Kamis 27 Oktober 2022.

Bernard mengatakan rencana pengadaan kendaraan taktis ini merupakan hasil evaluasi Pemilu 2019 dan Pilkada 2020 yang masih banyak daerah yang distribusinya terhambat akses jalan. Saat Pemilu 2019, KPU mengantarkan kotak dan surat suara menggunakan gerobak sapi. ”Pengalaman 2019, menggunakan gerobak sapi untuk TPS tertentu,” lanjut Bernard.

Rencananya kendaraan taktis yang akan dipakai KPU adalah Maung Pindad buatan PT Pindad. Kendaraan tersebut dinilai memiliki spesifikasi yang cukup menembus daerah yang aksesnya cukup sulit dijangkau.

Bernard menyebut Maung Pindad nantinya akan dipesan dengan spesifikasi yang mendukung untuk membawa logistik Pemilu. Dengan spesifikasi kotak suara 40x40x60 cm dan muatan 90 kotak suara berisi surat suara dan formulir cukup untuk masuk dalam kendaraan logistik Maung Pindad.

Baca juga: Ombudsman RI Perwakilan NTT Berharap Pemilu 2024 Harus Ramah Disabilitas

Sebagai asumsi, satu TPS memiliki lima kotak suara, sehingga perkiraan ada 18 lokasi TPS yang bisa didistribusikan dengan satu unit Maung Pindad sekali jalan.

”Dengan ukuran kotak suara 40x40x60 cm maka dikalkulasi minimal sebanyak 90 kotak suara (berisi surat suara dan formulir serta kelengkapan lainya) masuk dalam kendaraan logistik maung. Dengan asumsi satu TPS ada lima kotak suara, maka perkiraan sebanyak 18 lokasi TPS bisa didistribusikam dengan Maung sekali jalan,” terang dia.

Maung Pindad juga dipilih karena komponen pembuatannya mayoritas dibuat di Indonesia. ”Kita masih kaji. Kenapa sementara kita jatuhnya ke Maung, pertama itu Maung itu produksi dalam negeri, TKDN-nya kalau enggak salah sampai 80 persen,” kata Bernard.

Maung Pindad adalah kendaraan taktis ringan 4x4 yang diproduksi oleh PT Pindad di Bandung, Jawa Barat. Maung Pindad dapat menempuh jarak tempuh hingga 800 Km dalam sekali isi penuh tangki bahan bakar.

Kendaraan ini dapat melaju dengan kecepatan maksimal 120 Km/jam. Bernard mengatakan KPU sudah berkomunikasi dengan PT Pindad terkait kendaraan ini.

Alasan lain pengkajian penggunaan kendaraan taktis juga karena menurut ramalan BMKG akan turun hujan, sehingga akan menyulitkan distribusi logistik ke beberapa daerah.

”Kalau pun pengadaannya itu kemungkinan 2023 tahun depan sekitar Oktober/November, mungkin pengadaannya kalau jadi,” kata Bernard.

Baca juga: Video Viral TikTok, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat Minta Pemilu 2024 Ditunda ke Tahun 2026

Selain kendaraan taktis, KPU mengaku juga memerlukan moda transportasi lainnya seperti helikopter dan speed boat atau perahu motor untuk mempermudah peredaran logistik Pemilu 2024 mendatang.

Anggota KPU RI Yulianto Sudrajat mengatakan helikopter dan perahu motor juga sangat dibutuhkan KPU untuk efektivitas peredaran logistik.

Namun di satu sisi, dengan anggaran yang terbatas KPU tentu mencari cara agar kebutuhan-kebutuhan moda transportasi ini tetap bisa terpenuhi. Selain memprioritaskan anggaran, KPU berencana untuk bekerja sama dengan pihak TNI Polri dalam hal ini.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved