Sidang Kasus Astri Lael

Sidang Kasus Astri Lael, Majelis Hakim Izinkan Sidang Eksepsi Bisa Disiarkan Secara Langsung

Dengan siaran langsung maupun rekam jalannya persidangan itu bertujuan agar masyarakat bisa mengikuti jalannya persidangan dan tidak perlu hadir

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/JHO LENA
Terdakwa kasus pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabee, Irawaty Astana Dewi Ua alias Ira Ua saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Kupang Kelas 1 A, Senin 24 Oktober 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Majelis hakim Pengadilan Negeri Kupang Kelas 1 A ( PN Kupang ) yang memeriksa dan menyidangkan perkara kasus pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabee bisa disiarkan secara langsung ataupun direkam oleh pers atau wartawan.

Hal ini disampaikan Majelis Hakim Ketua, Derman P. Nababan, S.H,M.H saat memimpin sidang kasus pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabee di Ruang Cakra, PN Kupang Kelas 1 A, Senin 24 Oktober 2022.

Saat membuka sidang Derman mengatakan, pihaknya tidak menutup jalannya persidangan kasus pembunuhan Astri dan Lael Maccabee dengan agenda penyampaian eksepsi.

"Jadi kita tidak menutup sidang dan untuk sidang eksepsi, tanggapan JPU dan putusan sela  bisa disiarkan langsung atau live juga bisa direkam. Kecuali nanti saat sidang pemeriksaan saksi yang tidak boleh direkam video, suara ataupun live," kata Derman.

Dijelaskan, dengan siaran langsung maupun rekam jalannya persidangan itu bertujuan agar masyarakat bisa mengikuti jalannya persidangan dan tidak perlu hadir di pengadilan.

"Kalau direkam atau disiarkan langsung, maka masyarakat dapat ikut dan tidak lagi datang hadir langsung di pengadilan," katanya.

Baca juga: Sidang Kasus Astri dan Lael, Ira Ua Ajukan Eksepsi

Sidang ini dipimpin Majelis Hakim Ketua, Derman P. Nababan, S.H, M.H didampingi empat anggota yakni, Sarlota Marselina Suek, S.H, Consilia Ina L Palang Ama, S.H, Florence Katerina S.H,M.H dan 
Sisera S. Nenohaifeto,S.H.

Ira Ua didampingi Penasihat Hukum, Ali Antonius,S.H,M.H dan tim.

Sementara tim JPU yang hadir dalam sidang ini, yakni JPU yang menangani kasus Ira, yakni Sarta,S.H, Herman R Deta,S.H, Herry C. Franklin,S.H, M.H, Asep Maulana, S.H,M.H, Pristiami Anggun Puspita Dewi, S.H, M.H dan Handayani Eka Budhianita,S.H, M.H.

Untuk diketahui perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338KUHPidana Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-2 KUHPidana dan Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 80 Ayat (4) Jo. Pasal 76C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-2 KUHPidana. (oby)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved